Seleksi Beasiswa Indonesia Bangkit 2026 Masuk Tahap Tes AKAP

Seleksi Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB) Kementerian Agama 2026 memasuki tahap Asesmen Kapasitas Akademik dan Psikologi (AKAP) yang akan digelar pada 28 Juni 2026. Sebelumnya, sebanyak 12.696 pendaftar telah mengikuti proses seleksi administrasi dan masa sanggah.

Seleksi Beasiswa Indonesia Bangkit 2026 Masuk Tahap Tes AKAP
Ilustrasi. (Sumber: Diolah dengan AI)

RINGKASAN BERITA:

  • Seleksi Beasiswa Indonesia Bangkit 2026 memasuki tahap Asesmen Kapasitas Akademik dan Psikologi (AKAP) yang digelar 28 Juni 2026.
  • Sebanyak 12.696 pendaftar mengikuti seleksi BIB 2026 setelah melewati tahapan administrasi dan masa sanggah.
  • Program BIB telah memberikan manfaat kepada 39.371 penerima sejak diluncurkan pada 2022 dan tahun ini membuka enam kategori beasiswa.

RIAUCERDAS.COM, JAKARTA - Seleksi Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB) 2026 memasuki tahapan penting dengan pelaksanaan Asesmen Kapasitas Akademik dan Psikologi (AKAP).

Ribuan peserta yang telah lolos proses administrasi kini bersiap mengikuti ujian berbasis komputer yang dijadwalkan berlangsung serentak pada 28 Juni 2026.

Kepala Pusat Pembiayaan Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan (Puspenma) Sekretariat Jenderal Kementerian Agama, Ruchman Basori, mengatakan seluruh tahapan seleksi sebelumnya telah berjalan sesuai jadwal dengan mengedepankan prinsip transparansi, profesionalisme, dan akuntabilitas.

"Alhamdulillah, seluruh rangkaian seleksi berjalan objektif dan tepat waktu sebagaimana yang telah ditetapkan dalam jadwal resmi Booklet BIB 2026," ungkap Ruchman di Jakarta, Jumat (26/6/2026).

Program Beasiswa Indonesia Bangkit tahun ini mencatat antusiasme tinggi dengan total 12.696 pendaftar untuk jenjang S1, S2, dan S3, baik di dalam maupun luar negeri.

Kementerian Agama juga telah membuka masa sanggah bagi peserta yang belum lolos seleksi administrasi pada 17 hingga 18 Juni 2026.

Tahap AKAP atau Tes Bakat Skolastik (TBS) akan dilaksanakan menggunakan metode Computer Based Test (CBT) dari lokasi masing-masing peserta.

Untuk memastikan pelaksanaan ujian berjalan lancar, Puspenma menggelar simulasi pada 26 hingga 27 Juni 2026.

Peserta diminta menyiapkan laptop atau komputer, telepon pintar, serta memastikan aplikasi "Ruang Ujian CBT" telah terpasang dan berfungsi dengan baik.

"Simulasi ini krusial untuk memastikan seluruh peserta terbiasa dengan platform ujian sehingga meminimalisir kendala teknis saat hari pelaksanaan," jelas Ruchman.

Simulasi pada 26 Juni diperuntukkan bagi peserta program Beasiswa S1 Santri dan S1 Pendidikan Jarak Jauh (PJJ).

Sementara simulasi 27 Juni diikuti peserta program Akselerasi S1 ke S2 dan S2 ke S3, Double Degree, Beasiswa Pesantren jenjang S2 dan S3, serta Beasiswa Unggulan Keagamaan.

Sejak diluncurkan pada 2022, Beasiswa Indonesia Bangkit menjadi salah satu program strategis Kementerian Agama dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

Hingga Juni 2025, program tersebut telah memberikan manfaat kepada 39.371 penerima, yang terdiri atas 8.707 peserta program gelar (degree) dan 30.654 peserta program non-gelar.

Pada seleksi tahun ini, peserta memperebutkan enam kategori beasiswa, yakni Beasiswa Unggulan Keagamaan, Beasiswa Pesantren, Double Degree, Akselerasi, Beasiswa Targetted, serta Bantuan Penyelesaian Pendidikan (BPP) jenjang S2 dan S3.

"Kami berharap proses seleksi ini mampu menyaring putra-putri terbaik bangsa yang nantinya tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga siap berkontribusi nyata bagi masyarakat luas di berbagai sektor kehidupan," tandasnya. (*)