175 Mahasiswa FIKOM UMRI Kantongi Sertifikat AI Ready ASEAN
Sebanyak 175 mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) berhasil menuntaskan Program AI Ready ASEAN dan berhak memperoleh sertifikat dari ASEAN Foundation. Pelatihan yang didukung Google.org ini membekali mahasiswa dengan keterampilan Artificial Intelligence, mulai dari dasar AI hingga pemanfaatannya secara etis di dunia akademik dan industri kreatif.
RINGKASAN BERITA:
- Sebanyak 175 mahasiswa FIKOM UMRI berhasil menyelesaikan Program AI Ready ASEAN dan memperoleh sertifikat dari ASEAN Foundation.
- Pelatihan membahas 12 modul, mulai dari dasar Artificial Intelligence hingga Generative AI, etika AI, dan teknik membuat prompt.
- FIKOM UMRI menegaskan komitmennya membekali mahasiswa dengan kompetensi digital yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja.
RIAUCERDAS.COM, PEKANBARU - Sebanyak 175 mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi (FIKOM) Universitas Muhammadiyah Riau (Umri) sukses menyelesaikan Program AI Ready ASEAN, sebuah pelatihan literasi Artificial Intelligence (AI) yang didukung ASEAN Foundation dan Google.org.
Seluruh peserta berhak menerima Certificate of Completion sebagai bukti telah menuntaskan seluruh rangkaian pembelajaran.
Pelatihan berlangsung di Gedung Rektorat (GR) Ruang 503–504 UMRI pada Sabtu (27/6/2026) mulai pukul 09.00 hingga 17.00 WIB.
Kegiatan ini merupakan bagian dari Program AI Ready ASEAN yang bertujuan meningkatkan literasi serta keterampilan kecerdasan artifisial bagi masyarakat di kawasan ASEAN.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Dekan Fakultas Ilmu Komunikasi Umri, Jayus, S.Sos., M.I.Kom.
Dalam sambutannya, ia mengajak mahasiswa memanfaatkan perkembangan Artificial Intelligence sebagai peluang untuk meningkatkan kualitas akademik, kreativitas, dan daya saing di era digital.
Melalui platform AIClassASEAN.org, peserta mengikuti pembelajaran selama 12 jam yang terdiri atas 12 modul.
Materi yang diberikan meliputi pengenalan Artificial Intelligence, jenis-jenis AI, pemanfaatan AI dalam kehidupan sehari-hari, peluang karier di era AI, etika penggunaan AI, keamanan data, Generative AI, AI untuk pembuatan konten, teknik menyusun prompt yang efektif, hingga pemanfaatan AI dalam menghadapi hoaks dan misinformasi.
Pelatihan menghadirkan Hanif Fajri, Founder sekaligus Internet AI Director Brahabas Corp, sebagai narasumber utama.
Selain memperoleh pemahaman konseptual, peserta juga mengikuti praktik penggunaan berbagai teknologi AI untuk mendukung pembelajaran, riset, komunikasi digital, dan pengembangan kreativitas.
Selama kegiatan berlangsung, mahasiswa terlihat aktif mengikuti setiap sesi, mulai dari pemaparan materi, praktik penggunaan teknologi AI, hingga diskusi interaktif bersama narasumber.
Di sela kegiatan, Dekan FIKOM Umri, Jayus menegaskan bahwa penguasaan Artificial Intelligence kini menjadi kompetensi penting yang harus dimiliki mahasiswa.
“Artificial Intelligence bukan lagi sekadar tren teknologi, tetapi telah menjadi kompetensi yang harus dimiliki oleh generasi muda. Mahasiswa FIKOM Umri tidak cukup hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi harus mampu menjadi creator yang memanfaatkan AI secara kreatif, inovatif, produktif, dan bertanggung jawab untuk menghasilkan karya yang bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, FIKOM Umri akan terus menghadirkan berbagai program peningkatan kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja dan perkembangan teknologi global.
Mahasiswa diharapkan tidak hanya memahami konsep AI, tetapi juga mampu mengimplementasikannya secara etis untuk mendukung pembelajaran, penelitian, kewirausahaan, maupun pengembangan industri kreatif.
Keberhasilan seluruh peserta menyelesaikan Program AI Ready ASEAN menjadi bukti komitmen FIKOM Umri dalam memperkuat kompetensi digital mahasiswa.
Melalui kolaborasi dengan berbagai mitra strategis, FIKOM Umri akan terus mengembangkan program yang mampu mencetak lulusan adaptif, inovatif, dan siap bersaing di era transformasi digital. (*)