Kemenag Siapkan KKN Nusantara PTKIN, Mahasiswa Akan Belajar Hidup Bersama Masyarakat Baduy

Kementerian Agama (Kemenag) akan mengirim 260 mahasiswa PTKIN dan PTK lintas agama ke Kecamatan Leuwidamar, Lebak, dalam program perdana KKN Nusantara. Program ini mengusung pengabdian berbasis ekoteologi, moderasi beragama, dan pembelajaran tradisi lokal masyarakat Baduy.

Kemenag Siapkan KKN Nusantara PTKIN, Mahasiswa Akan Belajar Hidup Bersama Masyarakat Baduy
Sebanyak 260 mahasiswa terpilih dari berbagai PTKIN dan perguruan tinggi keagamaan akan diterjunkan ke Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, untuk menjalankan program KKN Nusantara. (Sumber: Kemenag)

RINGKASAN BERITA: 

  • Sebanyak 260 mahasiswa lintas daerah dan agama akan mengikuti KKN Nusantara di Lebak.
  • Program mengusung konsep ekoteologi dan pembelajaran hidup bersama masyarakat Baduy.
  • Mahasiswa diharapkan membantu isu pendidikan, literasi, dan lingkungan selama pengabdian.

RIAUCERDAS.COM, BANTEN - Kementerian Agama Republik Indonesia mulai menggulirkan program perdana Kuliah Kerja Nyata (KKN) Nusantara bagi mahasiswa Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) sebagai bagian dari penguatan pengabdian masyarakat dan moderasi beragama.

Sebanyak 260 mahasiswa terpilih dari berbagai PTKIN dan perguruan tinggi keagamaan akan diterjunkan ke Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, untuk menjalankan program pengabdian selama sekitar 40 hari.

Berbeda dari program KKN pada umumnya, KKN Nusantara kali ini mengusung pendekatan berbasis ekoteologi dan tradisi lokal dengan masyarakat adat Baduy sebagai ruang pembelajaran utama.

Peserta tidak hanya menjalankan program sosial, tetapi juga diajak memahami kehidupan masyarakat secara langsung, termasuk nilai-nilai kearifan lokal dalam menjaga alam dan tradisi.

Kepala Subdirektorat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Nur Khafid, mengatakan mahasiswa perlu memahami budaya masyarakat setempat agar proses pengabdian berjalan lebih bermakna.

“Mahasiswa tidak hanya datang untuk mengabdi, tetapi juga belajar bagaimana hidup berdampingan dengan masyarakat dan alam melalui tradisi yang selama ini dijaga oleh warga,” kata Khafid di Jakarta, Rabu (13/5/2026).

Menurutnya, kehidupan masyarakat Baduy menyimpan banyak nilai penting terkait kesederhanaan, pelestarian lingkungan, dan keseimbangan hidup yang relevan dipelajari generasi muda.

“Masyarakat di wilayah Baduy memiliki banyak nilai yang dapat dipelajari, terutama terkait cara menjaga lingkungan, hidup sederhana, dan mempertahankan tradisi,” lanjutnya.

Program KKN Nusantara juga melibatkan mahasiswa lintas daerah dan lintas agama sebagai upaya memperkuat moderasi beragama dan semangat kebangsaan.

Selain mahasiswa PTKIN, peserta dari latar belakang agama Hindu dan Kristen juga akan ikut terlibat.

Camat Leuwidamar, Agung Nugraha, berharap kehadiran mahasiswa dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat, terutama di bidang pendidikan, kebersihan lingkungan, dan literasi.

“Kami berharap mahasiswa dapat memberikan inspirasi dan membantu masyarakat, terutama terkait pendidikan, kebersihan lingkungan, dan penguatan kesadaran sosial,” terangnya.

Dalam rapat koordinasi persiapan program, sejumlah persoalan masyarakat juga menjadi perhatian, mulai dari pengelolaan sampah, rendahnya literasi warga, hingga pentingnya menjaga kesehatan lingkungan.

Melalui program ini, Kemenag berharap KKN Nusantara menjadi ruang kolaborasi mahasiswa lintas daerah untuk memperkuat pengabdian masyarakat sekaligus memperluas pengalaman kebhinekaan di tengah masyarakat adat dan lokal. (*)