UIN Suska Riau Bangun Enam Titik Pengolahan Sampah Organik

UIN Suska Riau bersama PT Athari Kemilau Indonesia membangun enam titik penampungan sampah organik di lingkungan kampus. Limbah dedaunan dan ranting nantinya akan diolah menjadi pupuk kompos guna mendukung penghijauan kampus berkelanjutan.

UIN Suska Riau Bangun Enam Titik Pengolahan Sampah Organik
Wujudkan Green Campus, UIN Sultan Syarif Kasim Riau melakukan pengelolaan limbah hijau berbasis kompos, Rabu (13/5/2026). (Sumber: uin-suska.ac.id)

RINGKASAN BERITA: 

  • UIN Suska Riau membangun enam titik penampungan sampah organik di area strategis kampus.
  • Limbah dedaunan dan ranting akan diolah menjadi pupuk kompos untuk mendukung penghijauan kampus.
  • Program ini menjadi bagian dari penguatan konsep Green Campus berbasis pengelolaan limbah berkelanjutan.

RIAUCERDAS.COM, PEKANBARU - Komitmen mewujudkan lingkungan kampus berkelanjutan terus diperkuat UIN Sultan Syarif Kasim (Suska) Riau melalui pengelolaan limbah hijau berbasis kompos.

Bersama mitra pengelola tenaga kebersihan, PT Athari Kemilau Indonesia, kampus tersebut mulai membangun enam titik penampungan sampah organik di sejumlah area strategis.

Program pengolahan limbah organik itu mulai dijalankan pada Rabu (13/5/2026) dan ditandai dengan penyerahan fasilitas penampungan sampah kepada pihak universitas.

Proses pembangunan dan serah terima disaksikan langsung Kepala Bagian Umum UIN Suska Riau, Sarmadi.

Di bawah koordinasi Manajer PT Athari Kemilau Indonesia, Suci Lestari, para petugas kebersihan membangun tempat penampungan di sejumlah titik kampus yang banyak menghasilkan sampah dedaunan dan ranting pohon.

Enam lokasi tersebut berada di sekitar akses Gedung Rektorat, lingkungan fakultas, hingga jalur dua pintu utama keluar masuk kampus UIN Suska Riau.

Wadah penampungan dirancang khusus untuk menampung limbah organik yang nantinya akan diproses menggunakan metode degradasi alami.

Sampah organik yang terkumpul akan didiamkan selama sekitar satu minggu sebelum diolah lebih lanjut menjadi pupuk kompos.

“Limbah organik yang terkumpul di enam titik ini akan didiamkan selama seminggu. Setelah itu, tim akan mengambilnya kembali untuk diproses menjadi pupuk kompos yang bermanfaat bagi penghijauan kampus kembali,” kata Suci Lestari.

Pihak universitas menyambut positif inovasi tersebut sebagai bagian dari penguatan program Green Campus di lingkungan UIN Suska Riau.

Selain menjaga kebersihan lingkungan, sistem ini juga dinilai mampu menciptakan pengelolaan sampah yang lebih produktif dan berkelanjutan.

Sarmadi mengapresiasi langkah kolaboratif yang dilakukan bersama mitra pengelola kebersihan kampus.

Menurutnya, pengelolaan limbah organik menjadi kompos dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi penghijauan kawasan universitas.

Program tersebut sekaligus mempertegas komitmen UIN Suska Riau dalam mendorong kesadaran lingkungan melalui pengelolaan limbah domestik yang lebih ramah lingkungan dan bernilai guna. (*)