Persiapkan Calon Wisudawan, UMRI Gelar Baitul Arqam

Peserta akan ditangani oleh instruktur yang hebat dari Majelis Pendidikan Kader dan Sumberdaya Insani Pimpinan Wilayah Muhammadiyah. Selama Baitul Arqam, peserta diharap mengalami peningkatan spiritualitas. Mereka akan ditertibkan salat berjamaah, salat tahajud dengan harapan ini menjadi kebiasaan ketika pulang ke rumah masing-masing.

Jun 7, 2024 - 14:09
 0
Persiapkan Calon Wisudawan, UMRI Gelar Baitul Arqam
Rektor UMRI, Dr Saidul Amin, MA membuka acara Baitul Arqam bagi calon wisudawan UMRI, Jumat (7/6/2024).

RIAUCERDAS.COM - Ratusan calon wisudawan Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) menjalani Baitul Arqam Pembekalan Purna Studi yang berlangsung mulai tanggal 7 hingga 8 Juni. Kegiatan tersebut digelar di kampus utama UMRI. Acara dibuka secara resmi oleh Rektor UMRI, Dr Saidul Amin, MA pada Jumat (7/6/2024).

Ketua Panitia, Afdhal menyampaikan bahwa Baitul Arqam kali ini diikuti 394 peserta. Terdiri dari 202 perempuan dan 192 orang laki-laki. Dalam dua hari ke depan, seluruh mahasiswa bakal diinapkan di lingkungan kampus.

Peserta akan ditangani oleh instruktur yang hebat dari Majelis Pendidikan Kader dan Sumberdaya Insani Pimpinan Wilayah Muhammadiyah. Selama Baitul Arqam, peserta diharap mengalami peningkatan spiritualitas. Mereka akan ditertibkan salat berjamaah, salat tahajud dengan harapan ini menjadi kebiasaan ketika pulang ke rumah masing-masing.

Ada juga beberapa bekal keilmuan yang bermanfaat ketika mereka sudah diwisuda dan masuk ke dunia kerja. Misalnya kemampuan tentang personal branding, peluang beasiswa dan lanjut studi, qiyamul lail, fathul qulub, etika dan komunikasi, how to be entrepreneur dan sebagainya.

Sementara, Rektor UMRI, Dr Saidul Amin MA menyampaikan bahwa baitul arqam adalah pelatihan terakhir yang dilalui mahasiswa sebelum meninggalkan kampus. Walaupun dalam kehidupan bermuhammadiyah tidak ada istilah bekas mahasiswa UMRI, tapi alumni levelnya sudah menjadi kader Muhammadiyah dimanapun berada. 

Acara ini sangat penting menyatukan persepsi tentang Muhammadiyah. "Yang lebih penting adalah menyatukan cara ibadah kita sesuai dengan Muhammadiyah," paparnya. Rektor mengaku mendengar ada calon wisudawan yang belum bisa membaca Alquran dengan lancar. Padahal itu menjadi syarat sah menjadi calon wisudawan.

Karena itu, dia meminta ketua Lembaga Al Islam dan Kemuhammadiyahan (LAIK) UMRI membuka bengkel baca Quran di kampus. Sehingga ke depannya diketahui siapa yang lulus baca Quran, siapa yang masih intermediate dan siapa yang masih tergolong basic. 

Kedua, bisa menyelenggarakan jenazah. Sementara bagi yang laki-laki, ketika mereka pulang kampung, bisa berkhutbah saat khatib berhalangan. Inilah yang membedakan mereka dengan alumni universitas lain.

Ditambahkan dia, UMRI sudah berumur 16 tahun. Ada 172 PTMA di Indonesia yang di antaranya hanya 15 yang memiliki Fakultas Kedokteran. "Kita adalah bagian yang 15 itu," paparnya. 

Bisanya UMRI memiliki Fakultas Kedokteran bukan karena rektor, wakil rektor dan dekan yang hebat. Tapi itu bisa tercapai berkat kerjasama. "Oleh karena itu, atas bantuan mahasiswa agar UMRI lebih baik, izinkan saya mengucapkan terima kasih," kata rektor.

Diterangkan dia, dalam milad tahun ini ada beberapa kegiatan yang dilakukan. Di antaranya, meresmikan pintu gerbang kampus. Pintu gerbang itu dibiayai dana coorporate social responsibilities sebesar Rp 10 miliar. Nanti, pintu gerbang akan dihiasi taman tempat membaca buku dan berdiskusi.

Gerbang berwarna kuning untuk melambangkan kapal legenda Melayu yaitu Lancang kUning. Lancang kuning adalah kapal yang dibuat orang Riau untuk mampu menghadapi gelombang, badai, topan dan lain-lain. "Sehebat apapun topan melanda, Lancang Kuning terus berlayar menuju pulau cita-cita," paparnya.

Makna gerbang ini adalah, alumni harus punya mental Lancang kuning. Punya mental kokoh, jiwa yang hebat dan mampu mengarungi badai kehidupan. Sehebat apapun cabaran kehidupan, alumni UMRI harus bisa mencapai pulau cita-cita.

"Alumni UMRI harus punya mental pemenang bukan pecundang. Itulah yang membedakan alumni UMRI dengan perguruan tinggi lainnya," ungkap Rektor.

Ada juga peresmian Gedung Tajdid Center yang dibangun dengan biaya Rp 13 miliar. Ada juga gedung Rusunawa yang dibangun dengan biaya Rp 19,5 miliar oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). 

Setelah meresmikan gedung, dua menteri yang bakal hadir akan meletakkan batu pertama gedung Mahmud Marzuki setinggi 9 lantai. Mahmud Marzuki adalah tokoh Muhammadiyah di Kampar yang memimpin perang gerilya di zaman penjajahan Belanda dan Jepang. Mahmud Marzuki meninggal dalam penyiksaan penjajah Jepang.

Tiga gedung yang didirikan ini tidak menggunakan satu senpun uang SPP. Tapi diminta oleh UMRI dari pemerintah, Pertamina dan usaha sendiri. Karena itu, UMRI telah menyiapkan dana Rp 25 miliar untuk membangun gedung 9 tingkat dari tabungan kampus.

"Kita akan membangun kampus ini tanpa meminjam dari bank. Kita tinggal melunasi utang-utang terdahulu," paparnya. Dia yakin, dengan doa akan sampai pada yang dicita-citakan. (*)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow