Produksi Rendah, BRIN Dorong Revolusi Peternak Susu
BRIN menyiapkan strategi berbasis inovasi untuk mengatasi rendahnya produksi susu nasional dengan fokus pada peternak kecil dan teknologi modern.
RINGKASAN BERITA:
- Peternak kecil jadi fokus utama transformasi industri susu nasional
- BRIN siapkan teknologi IoT, genetik ternak, dan inovasi pakan
- Target kurangi impor dan tingkatkan kesejahteraan petani melalui.
RIAUCERDAS.COM, JAKARTA - Upaya meningkatkan produksi susu dalam negeri kini diarahkan pada transformasi besar di level peternak kecil.
Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menilai kelompok ini menjadi kunci utama dalam memperkuat ketahanan pangan berbasis produk susu.
Selama ini, sektor susu nasional masih terkendala struktur usaha yang didominasi peternak skala kecil, terutama di wilayah Jawa Timur dan Jawa Barat.
Kondisi tersebut membuat produktivitas belum optimal, sementara pelaku usaha besar masih terbatas jumlahnya.
Deputi Bidang Kebijakan Pembangunan BRIN, R. Nunung Nuryartono, menegaskan bahwa solusi atas persoalan tersebut harus berbasis inovasi yang dapat langsung diterapkan di lapangan.
“Kita harus mampu meningkatkan produktivitas, menyediakan teknologi yang tepat guna, serta membuka akses pasar bagi petani kecil,” katanya dikutip dari laman BRIN, Minggu (28/3/2026).
Sebagai langkah konkret, Badan Riset dan Inovasi Nasional mengembangkan tiga pendekatan utama, yakni perbaikan kualitas genetik ternak, pemanfaatan teknologi digital seperti Internet of Things (IoT), serta inovasi pakan untuk meningkatkan hasil produksi.
Meski teknologi tersebut telah tersedia, tantangan berikutnya adalah memastikan peternak kecil dapat mengaksesnya dengan mudah dan biaya terjangkau.
BRIN menekankan pentingnya hilirisasi inovasi agar tidak berhenti di tingkat penelitian.
“BRIN harus memastikan inovasi ini mudah diakses, terjangkau, dan dapat diterapkan dalam skala besar,” kata dia.
Kebutuhan peningkatan produksi susu juga semakin mendesak seiring meningkatnya permintaan, terutama akibat program pemenuhan gizi nasional seperti makanan bergizi di sekolah.
Kondisi ini mendorong perlunya peta jalan yang jelas dalam pengembangan industri susu nasional.
Di sisi lain, BRIN menilai pembangunan sektor peternakan sapi perah harus dilakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan berbagai pihak, mulai dari pemerintah hingga pelaku industri dan petani.
“BRIN siap memberikan kepemimpinan ilmiah, dukungan kebijakan, serta jalur inovasi. Dengan kolaborasi yang kuat, kita dapat membangun sektor peternakan sapi perah yang tangguh, meningkatkan kesejahteraan petani, dan memperkuat ketahanan pangan nasional,” terangnya.
Pendekatan yang diusung juga menekankan keseimbangan antara aspek lingkungan, sosial, dan ekonomi.
Hal ini diwujudkan melalui integrasi pengelolaan ternak, lahan, serta pemanfaatan limbah berbasis ekonomi sirkular.
Dalam kerangka kebijakan, BRIN mendorong sinergi lintas kementerian guna mempercepat transformasi industri susu nasional.
Targetnya mencakup peningkatan produksi, pengurangan impor, hingga penguatan rantai nilai industri.
“Kelima tujuan ini saling terkait. Peningkatan produktivitas, misalnya, akan berdampak langsung pada kesejahteraan petani sekaligus menekan impor,” ungkapnya. (*)


