Tekanan Fiskal 2026 Hantam Daerah, Bupati Siak Minta ASN Tetap Solid dan Tak Mengeluh
Bupati Siak Afni Zulkifli mengingatkan ASN agar tetap solid menghadapi tekanan keuangan daerah 2026 akibat pemangkasan transfer pusat, sambil memastikan pelayanan publik tetap berjalan.
RINGKASAN BERITA:
- Pemangkasan transfer pusat hingga 50 persen menekan keuangan daerah Siak pada 2026.
- Bupati Afni meminta ASN tetap solid, optimistis, dan fokus pada pelayanan publik.
- Pemkab Siak mulai menerapkan efisiensi, termasuk WFA terbatas tanpa mengganggu layanan.
RIAUCERDAS.COM, SIAK - Tekanan keuangan daerah pada 2026 menjadi ujian bagi kinerja aparatur sipil negara (ASN) di daerah.
Bupati Siak, Afni Zulkifli, menegaskan pentingnya soliditas dan optimisme ASN di tengah penurunan signifikan pendapatan daerah akibat pemangkasan transfer dari pemerintah pusat.
Hal tersebut disampaikan Afni saat memimpin apel gabungan yang dirangkaikan dengan Halalbihalal di lingkungan Pemerintah Kabupaten Siak, Rabu (25/3/2026), bertepatan dengan hari pertama masuk kerja pasca Idulfitri 1447 Hijriah.
“Atas nama pribadi, keluarga, dan Pemerintah Kabupaten Siak, saya bersama Bapak Wakil Bupati mengucapkan minal aidin wal faizin, mohon maaf lahir dan batin. Kami menyadari dalam memimpin daerah ini masih banyak kekurangan, dan kami mohon maaf atas hal tersebut,” ujar Afni.
Dalam arahannya, Afni mengungkapkan bahwa kondisi fiskal yang menekan tidak hanya dialami Kabupaten Siak, tetapi juga terjadi di berbagai daerah di Indonesia.
Meski demikian, ia menekankan bahwa kewajiban pemerintah dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat tidak boleh berkurang.
Ia menjelaskan, pada 2026 transfer ke daerah mengalami pemangkasan hingga sekitar 50 persen, yang berdampak pada penurunan pendapatan daerah lebih dari setengah triliun rupiah.
“Ini tantangan untuk kita semua. Di sinilah kita diuji, apakah benar-benar hadir sebagai abdi negara dan pelayan masyarakat di tengah kondisi sulit,” tutur dia.
Afni meminta ASN untuk tidak larut dalam keluhan dan tetap bekerja secara maksimal.
Menurutnya, situasi sulit justru membutuhkan kerja keras dan kekompakan.
“Kalau kita hanya mengeluh, tidak akan menyelesaikan apa-apa. Kita wajib bertahan dalam kondisi apapun. Yang dibutuhkan hari ini adalah kerja keras, kekompakan, dan keyakinan bahwa kita mampu melewati situasi ini,” ungkapnya.
Ia juga menegaskan bahwa seluruh ASN merupakan satu kesatuan tim tanpa sekat dalam birokrasi.
“Kami tidak akan berarti tanpa Bapak/Ibu semua. Tidak ada lagi kalangan elit. Kita semua adalah pelayan masyarakat,” ungkapnya.
Meski menghadapi tekanan, Afni menilai kondisi Kabupaten Siak masih relatif lebih baik dibandingkan sejumlah daerah lain, sehingga optimisme tetap perlu dijaga.
Di sisi lain, ia menyoroti kewajiban penyesuaian belanja pegawai sesuai amanat Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022, yang mengharuskan proporsi belanja pegawai ditekan hingga maksimal 30 persen paling lambat Mei 2027.
“Kita harus melakukan efisiensi yang tidak ringan, namun kami akan berikhtiar agar tidak ada pegawai yang dirumahkan. Ini menjadi tanggung jawab kita bersama,” ujarnya.
Sebagai bagian dari strategi efisiensi, Pemerintah Kabupaten Siak menerapkan kebijakan Work From Anywhere (WFA) secara terbatas, dengan tetap memastikan pelayanan publik berjalan optimal.
“WFA bukan berarti tidak bekerja. ASN tetap harus menjalankan tugasnya dan pelayanan kepada masyarakat tidak boleh terganggu,” tegasnya.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan Halal Bihalal, di mana Bupati bersama jajaran dan ASN saling bersalaman dan bermaafan dalam suasana kebersamaan sebagai awal untuk kembali bekerja melayani masyarakat. (*)


