Permudah Akses Warga, Mahasiswa KKN Unri Dirikan Palang Penunjuk Arah di Desa Gemalasari
Mahasiswa KKN Berdampak Universitas Riau membangun palang penunjuk arah di simpang tiga Dusun Satu Penapat, Desa Gemalasari, Kabupaten Kepulauan Meranti. Fasilitas ini diharapkan membantu warga dan pendatang menemukan jalur menuju tiga pelabuhan tanpa kebingungan.
RINGKASAN BERITA:
- Mahasiswa KKN Unri membangun palang penunjuk arah di simpang tiga Dusun Satu Penapat yang selama ini sering membingungkan pendatang.
- Palang dilengkapi petunjuk menuju tiga pelabuhan serta peta informasi Desa Gemalasari untuk memudahkan navigasi.
- Pembangunan dilakukan bersama warga sebagai bentuk kolaborasi dalam meningkatkan fasilitas umum di Desa Gemalasari.
RIAUCERDAS.COM, KEPULAUAN MERANTI - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Berdampak Universitas Riau (Unri) menghadirkan solusi atas persoalan yang kerap dialami pengguna jalan di Desa Gemalasari, Kecamatan Rangsang, Kepulauan Meranti.
Mereka membangun palang penunjuk arah di simpang tiga Dusun Satu Penapat untuk memudahkan masyarakat, terutama pendatang, menuju pelabuhan yang dituju.
Palang penunjuk arah tersebut selesai didirikan bersama warga pada 9 Juli 2026 lalu setelah melalui proses pengerjaan selama sekitar satu minggu.
Keberadaan fasilitas itu dilatarbelakangi kondisi simpang tiga Dusun Satu Penapat yang selama ini sering membingungkan warga dari luar daerah.
Dari titik tersebut, terdapat tiga jalur menuju Pelabuhan Repan, Pelabuhan Sungai Tohor, dan Pelabuhan Tanjung Samak sehingga tidak sedikit pengguna jalan harus berhenti untuk memastikan arah perjalanan mereka.
Dalam proses pembuatannya, mahasiswa bersama masyarakat memulai pekerjaan dengan mencari kayu di hutan, dilanjutkan pengukuran, pencetakan, pengecatan kayu dan papan, hingga pemasangan palang di lokasi.
Palang tersebut menggunakan kayu meranti berdiameter sekitar 10 sentimeter dengan tinggi tiga meter.
Pada bagian atas dipasang tiga papan berbentuk panah yang menunjukkan arah menuju pelabuhan serta jalur ke Desa Repan, Desa Tebun, Desa Teluk Samak, dan Tanjung Samak.
Ketua Kelompok KKN Unri Desa Gemalasari, Harits Dwi Rahmayudi dalam rilis, Kamis (30/7/2026) mengatakan keterlibatan masyarakat menjadi salah satu faktor yang mendukung penyelesaian pembangunan palang penunjuk arah tersebut.
Menurutnya, fasilitas itu diharapkan tidak hanya memberikan manfaat bagi masyarakat Desa Gemalasari, tetapi juga bagi pengguna jalan dari wilayah Kecamatan Rangsang maupun daerah lainnya yang melintas.
Selain memasang palang penunjuk arah, mahasiswa KKN Unri juga melengkapi fasilitas tersebut dengan peta informasi Desa Gemalasari.
Peta itu dibuat langsung oleh mahasiswa dengan menampilkan sejumlah titik penting di wilayah desa.
Keberadaannya diharapkan menambah kelengkapan informasi sekaligus memperindah kawasan simpang tiga.
Melalui program ini, mahasiswa KKN Unri berharap masyarakat maupun pendatang yang melintasi simpang tiga Dusun Satu Penapat dapat lebih mudah menentukan arah perjalanan sehingga tiba di tujuan dengan aman dan tepat.
Kelompok KKN Desa Gemalasari terdiri atas 10 mahasiswa lintas program studi.
Harits Dwi Rahmayudi dari Program Studi Sistem Informasi bertugas sebagai ketua kelompok, didampingi Johana Citra Cahyani dari Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan sebagai wakil ketua.
Sementara Damar Prayoga dari Pendidikan Matematika dan Muhammad Ridho Kurnia Robby dari Teknik Arsitektur bertugas sebagai Humas, Fandina Salshabila dari Usaha Perjalanan Wisata bersama Wulan Rahmadani Arianto menangani administrasi keuangan, Muhammad Pandu Winata dari Teknik Arsitektur dan Adinta Alfita dari Pendidikan Masyarakat bertanggung jawab pada dokumentasi, sedangkan Nesya Avrilla dan Ruth Rosiana dari Agroteknologi mengelola konsumsi. (rls)