Hari Bumi 2026, Mahasiswa UIN Suska Riau Tanam Pohon

Puluhan mahasiswa Ilmu Komunikasi UIN Suska Riau menggelar aksi penanaman pohon di area kampus sebagai bentuk nyata kepedulian lingkungan dan implementasi mata kuliah Komunikasi Lingkungan.

Hari Bumi 2026, Mahasiswa UIN Suska Riau Tanam Pohon
Mahasiswa Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim menanam pohon dalam peringatan Hari Bumi, Rabu (22/4/2026). (Sumber: uin-suska.ac.id)

RINGKASAN BERITA: 

  • Mahasiswa UIN Suska Riau tanam pohon di sejumlah titik kampus saat Hari Bumi
  • Aksi jadi implementasi mata kuliah Komunikasi Lingkungan dan program ekoteologi
  • Penanaman dipadukan dengan kampanye digital untuk tingkatkan kesadaran publik.

RIAUCERDAS.COM, PEKANBARU - Peringatan Hari Bumi di lingkungan Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim (UIN Suska) Riau diwarnai aksi nyata pelestarian alam.

Puluhan mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Dakwah dan Komunikasi turun langsung menanam pohon di sejumlah titik kampus, Rabu (22/4/2026).

Kegiatan ini menjadi bagian dari implementasi mata kuliah Komunikasi Lingkungan sekaligus mendukung penguatan program ekoteologi yang menjadi prioritas Kementerian Agama.

Penanaman pohon dilakukan di beberapa lokasi strategis, seperti area bumi perkemahan, ruas jalan utama kampus, hingga lingkungan Fakultas Dakwah dan Komunikasi.

Bibit yang ditanam terdiri dari pohon pelindung dan pohon produktif yang berasal dari bantuan Persemaian Permanen BPDAS Indragiri Rokan.

Koordinator lapangan kegiatan, Deswara Alfareza, mengatakan gerakan ini dibangun melalui kolaborasi berbagai pihak.

Selain dukungan bibit dari BPDAS, mahasiswa juga melibatkan komunitas Ruang Bertumbuh serta Putri Kebudayaan dan Putri Lingkungan Pekanbaru.

“Kami memberi nama gerakan ini ‘Aksi Nyata untuk Bumi, Satu Pohon Sejuta Harapan’. Ini adalah bentuk terima kasih dan tanggung jawab kami terhadap alam melalui kolaborasi berbagai pihak,” kata Deswara.

Dosen pengampu mata kuliah Komunikasi Lingkungan, M. Badri, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan hasil nyata dari proses pembelajaran di ruang kelas.

“Komunikasi lingkungan yang efektif tidak boleh hanya berhenti pada wacana. Perlu tindakan nyata yang konsisten,” tutur Badri.

Menurutnya, mahasiswa perlu terlibat langsung di lapangan agar memahami kondisi lingkungan dan urgensi menghadapi krisis iklim.

Karena itu, aksi penanaman pohon juga dipadukan dengan kampanye digital melalui media sosial.

Langkah tersebut diharapkan dapat memberi dampak lebih luas, tidak hanya menghijaukan kawasan kampus tetapi juga meningkatkan kesadaran publik untuk menjaga ekosistem.

Melalui kegiatan ini, kampus diharapkan tak hanya menjadi pusat pendidikan, tetapi juga ruang hijau yang memberi manfaat bagi lingkungan dan generasi mendatang. (*)