Ketua Komisi I DPRD Pekanbaru Minta Orang Tua Awasi Anak, Cegah Balap Liar Saat Ramadan
Ketua Komisi I DPRD Kota Pekanbaru Robin Eduar mengimbau orang tua meningkatkan pengawasan terhadap anak selama Ramadan. Imbauan ini disampaikan menyusul maraknya aksi balap liar yang terjadi saat subuh dan menjelang waktu berbuka puasa.
RINGKASAN BERITA:
-
DPRD Pekanbaru mengingatkan orang tua meningkatkan pengawasan anak selama Ramadan.
-
Aksi balap liar sering terjadi saat subuh dan menjelang berbuka puasa.
-
Polisi didorong meningkatkan patroli untuk mencegah balap liar di jalan raya.
RIAUCERDAS.COM, PEKANBARU - Para orang tua diingatkan untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak selama bulan suci Ramadan.
Imbauan tersebut disampaikan Ketua Komisi I DPRD Kota Pekanbaru Robin Eduar setelah aksi balap liar marak terjadi di sejumlah ruas jalan, terutama saat waktu subuh dan menjelang berbuka puasa.
Menurut Robin, aktivitas balap liar tidak hanya meresahkan masyarakat, tetapi juga membahayakan keselamatan para pelaku maupun pengguna jalan lainnya.
“Balapan liar ini sangat berbahaya. Mereka tidak menggunakan perlengkapan keselamatan yang lengkap. Kalau sampai terjatuh, akibatnya bisa sangat fatal,” kata Robin, Selasa (24/2/2026) dilansir Data Riau.
Ia menjelaskan, aksi kebut-kebutan di jalan umum kerap dilakukan tanpa memperhatikan standar keselamatan, seperti penggunaan helm maupun perlengkapan berkendara yang memadai.
Selain membahayakan diri sendiri, tindakan tersebut juga berpotensi mengancam keselamatan masyarakat yang sedang beraktivitas di jalan, termasuk warga yang ingin menjalankan ibadah dengan tenang selama Ramadan.
Robin juga mendorong aparat kepolisian untuk meningkatkan patroli guna mencegah terjadinya balap liar di wilayah Kota Pekanbaru.
“Kita dorong aparat kepolisian untuk terus meningkatkan patroli dan bubarkan saja jika ada yang berkumpul untuk balap liar, karena jelas merugikan masyarakat dan pengguna jalan. Jangan sampai ada korban baru bertindak,” ungkap dia.
Politisi PDI Perjuangan itu menegaskan bahwa pencegahan balap liar tidak hanya menjadi tanggung jawab aparat, tetapi juga memerlukan peran aktif keluarga dalam mengawasi aktivitas anak.
Ia meminta orang tua mengetahui kegiatan anak-anak mereka, terutama pada waktu-waktu yang dinilai rawan, seperti setelah sahur maupun saat menjelang berbuka puasa.
“Kami mengimbau orang tua untuk benar-benar mengontrol anak-anaknya. Subuh mereka pergi ke mana, sore saat ngabuburit berkegiatan apa. Jangan sampai terlibat balap liar yang membahayakan diri sendiri dan orang lain,” tutur Robin. (*)
