2,45 Juta Liter Air Disiram ke Lokasi Karhutla di Riau Lewat Water Bombing

Pemprov Riau mengintensifkan pemadaman karhutla melalui operasi udara, termasuk water bombing dan modifikasi cuaca untuk menekan penyebaran api.

2,45 Juta Liter Air Disiram ke Lokasi Karhutla di Riau Lewat Water Bombing
Ilustrasi helikopter water bombing menyiramkan air di lokasi kebakaran hutan dan lahan atau Karhutla. (Sumber: Diolah dengan AI)

RINGKASAN BERITA :

  • 2,45 juta liter air dijatuhkan melalui operasi water bombing
  • Bengkalis jadi wilayah dengan titik api terbanyak di Riau
  • Modifikasi cuaca dilakukan untuk bantu percepat pemadaman.

RIAUCERDAS.COM, PEKANBARU - Upaya penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Riau kini semakin difokuskan pada operasi udara.

Pemerintah Provinsi Riau mengerahkan berbagai armada untuk mempercepat pemadaman, terutama di wilayah yang sulit dijangkau tim darat.

Sejumlah helikopter dikerahkan dalam operasi ini, termasuk milik Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Kementerian Kehutanan.

Total puluhan sortie telah dilakukan untuk patroli dan pemadaman titik api.

Selain patroli, satu unit helikopter water bombing milik BNPB mencatat 11 sortie dengan 545 kali pengeboman air.

Dalam operasi tersebut, sekitar 2,45 juta liter air telah dijatuhkan ke lokasi kebakaran.

“Penanganan terus dilakukan secara terpadu, baik melalui darat maupun udara, untuk memastikan api dapat segera dipadamkan dan tidak meluas,” kata Jim Gafur, Selasa (31/3/2026).

Tidak hanya itu, teknologi modifikasi cuaca juga digunakan untuk membantu proses pemadaman.

Satu unit pesawat melakukan penyemaian garam (NaCl) dalam beberapa sortie guna memicu hujan di wilayah terdampak.

Berdasarkan data terkini, terdapat 21 titik api yang tersebar di sejumlah kabupaten dan kota di Riau.

Wilayah Kabupaten Bengkalis menjadi daerah dengan titik terbanyak, yakni delapan lokasi yang masih aktif dengan asap tebal.

Sementara di Kabupaten Pelalawan, tiga titik api masih menyala dan terus ditangani petugas.

Di wilayah lain seperti Dumai, Indragiri Hulu, dan Indragiri Hilir, sebagian titik api telah berhasil dipadamkan, meski beberapa masih dalam tahap pendinginan.

"Petugas gabungan di lapangan masih terus lakukan pemadaman," ujar Jim.

Selain pemadaman dari udara, upaya di darat juga terus dilakukan, termasuk penyekatan lahan menggunakan alat berat untuk mencegah api meluas ke area lain.

Langkah terpadu ini diharapkan mampu mempercepat penanganan karhutla serta meminimalkan dampak kabut asap yang berpotensi mengganggu kesehatan masyarakat dan aktivitas ekonomi di Riau. (*)