PTKIN Tembus Top Dunia Studi Islam, Ada yang Melampaui Harvard
Empat PTKIN Indonesia masuk jajaran kampus terbaik dunia bidang studi keislaman, dengan UIN Sunan Kalijaga bahkan melampaui Harvard.
RINGKASAN BERITA:
- UIN Sunan Kalijaga peringkat 7 dunia, ungguli Harvard di bidang studi Islam
- Empat PTKIN Indonesia masuk top global versi SIR 2026
- Keberhasilan didorong penguatan riset dan kolaborasi internasional.
RIAUCERDAS.COM, JAKARTA - Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) Indonesia mencatat lompatan signifikan di panggung global.
Dalam pemeringkatan SCImago Institutions Rankings (SIR) 2026 untuk bidang religious studies, empat kampus berhasil menembus jajaran terbaik dunia.
Capaian paling mencolok diraih UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta yang menempati posisi ketujuh dunia, bahkan berada di atas Harvard University dalam bidang yang sama.
Selain itu, UIN Ar-Raniry Banda Aceh berada di peringkat ke-14 dunia, disusul UIN Syarif Hidayatullah Jakarta di posisi ke-21, serta UIN Sunan Gunung Djati Bandung di peringkat ke-25.
Pemeringkatan SIR didasarkan pada tiga indikator utama, yaitu kinerja riset, inovasi, dan dampak sosial, dengan penilaian berbasis publikasi ilmiah dan sitasi internasional.
Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI, Suyitno, menyebut capaian ini sebagai bukti pengakuan dunia terhadap kualitas PTKIN yang terus berkembang.
“Prestasi ini adalah bentuk real dari rekognisi internasional atas kualitas PTKIN. Ini menunjukkan bahwa langkah-langkah strategis yang selama ini kita lakukan—mulai dari penguatan publikasi bereputasi, kolaborasi riset lintas negara, hingga peningkatan kapasitas akademik dosen dan kelembagaan—telah mendapatkan pengakuan dunia,” ungkap Suyitno di Jakarta, Selasa (31/3/2026).
Ia menegaskan, capaian tersebut harus menjadi pijakan untuk memperluas jejaring global dan memperkuat kontribusi keilmuan Islam Indonesia di tingkat internasional.
“Ke depan, PTKIN harus terus memperkuat perannya sebagai pusat keunggulan (center of excellence) dalam studi keislaman yang moderat, inklusif, dan berdaya saing global, sehingga kehadirannya semakin dirasakan tidak hanya di tingkat nasional, tetapi juga di panggung dunia,” katanya.
Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI), Sahiron, juga mengapresiasi capaian tersebut. Ia menilai keberhasilan ini merupakan hasil dari penguatan riset dan kolaborasi internasional yang konsisten.
“Capaian ini tidak hanya membanggakan, tetapi juga menjadi indikator kuat keberhasilan strategi internasionalisasi yang selama ini dijalankan oleh PTKIN. Kita melihat bagaimana peningkatan kualitas riset dan jejaring global memberikan dampak signifikan terhadap reputasi akademik di dunia internasional,” tutur dia.
Prestasi ini sekaligus menegaskan posisi PTKIN sebagai pemain penting dalam studi keislaman global, serta membuka peluang lebih luas bagi kontribusi Indonesia di tingkat internasional. (*)


