Kasus Medis Tak Biasa: Dokter RSUD Arifin Achmad Selamatkan Pasien dengan Paku di Paru-paru

Tim dokter RSUD Arifin Achmad Pekanbaru kembali menunjukkan kapasitas layanan medis rujukan dengan berhasil menangani kasus langka, yakni paku sepanjang 5 sentimeter yang masuk ke paru-paru pasien. Tindakan dilakukan tanpa pembedahan dan kondisi pasien kini berangsur pulih.

Kasus Medis Tak Biasa: Dokter RSUD Arifin Achmad Selamatkan Pasien dengan Paku di Paru-paru
Paku sepanjang 5 cm yang diambil dari paru-paru seorang pasien dalam kasus medis tak biasa yang berhasil ditangani tim medis RSUD Arifin Achmad. (Sumber:Istimewa via Media Center Riau)

RINGKASAN BERITA: 

  • Paku sepanjang 5 cm ditemukan bersarang di paru-paru pasien berusia 52 tahun
  • Penanganan dilakukan tanpa operasi melalui bronkoskopi dengan pembiusan total
  • RSUD Arifin Achmad menegaskan kesiapan SDM dan alat untuk kasus paru kompleks

RIAUCERDAS.COM, PEKANBARU - Keberhasilan penanganan kasus medis langka kembali ditorehkan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Arifin Achmad Pekanbaru.

Kali ini, tim dokter berhasil mengeluarkan benda asing berupa paku sepanjang sekitar lima sentimeter yang masuk ke paru-paru seorang pasien pria berusia 52 tahun.

Dokter Spesialis Paru RSUD Arifin Achmad, dr Nori Purnama, Sp.P, mengungkapkan bahwa kasus tersebut tergolong sangat jarang ditemui.

Selama ini, benda asing yang paling sering masuk ke saluran pernapasan pasien umumnya berupa jarum pentul, kacang-kacangan, atau kancing pakaian.

“Kasus tersedak paku ini sangat tidak biasa. Selama kami menangani pasien paru, baru kali ini menemukan paku berukuran cukup besar masuk ke saluran pernapasan,” ujar dr Nori, Rabu (4/2/2026).

Pasien diketahui merupakan rujukan dari RSUD Puri Husada Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir.

Keluhan utama yang dirasakan berupa sesak dada dan sensasi mengganjal, yang ternyata telah dialami sejak akhir Januari 2026.

Melalui pemeriksaan radiologi menggunakan foto thorax, tim medis menemukan benda asing berada di area paru-paru. dr Nori menegaskan bahwa kondisi tersebut menunjukkan pasien tersedak, bukan menelan, karena paku masuk ke saluran pernapasan, bukan pencernaan.

Berdasarkan keterangan pasien, insiden bermula saat ia memperbaiki kamar anak dan tanpa sadar meletakkan paku di mulut.

Saat terpeleset, paku tersebut terhirup dan masuk ke saluran napas.

Menimbang kondisi pasien yang cukup berat, tim dokter paru bekerja sama dengan tim anestesi memutuskan melakukan tindakan bronkoskopi tanpa pembedahan.

Pasien menjalani pembiusan total agar prosedur dapat dilakukan dengan aman.

“Alhamdulillah, paku berhasil dikeluarkan tanpa operasi. Saat ini kondisi pasien stabil, tidak lagi mengalami sesak napas, dan sedang menjalani pemulihan dengan terapi antibiotik serta antiinflamasi,” jelas dr Nori.

Ia memperkirakan pasien dapat kembali pulang dalam waktu dua hingga tiga hari ke depan apabila tidak muncul komplikasi lanjutan.

dr Nori juga mengingatkan masyarakat untuk tidak meletakkan benda kecil seperti paku atau jarum di mulut, karena berisiko tinggi tersedak.

Ia mencontohkan, kasus jarum pentul yang sering dialami remaja saat menggunakan jilbab masih menjadi kejadian terbanyak yang ditangani tim paru.

Saat ini, RSUD Arifin Achmad didukung oleh sepuluh dokter spesialis paru aktif dengan peralatan medis yang dinilai memadai untuk menangani berbagai kasus kompleks tanpa harus melakukan pembedahan.

“Dari sisi tenaga medis dan fasilitas, kami siap menjadi rumah sakit rujukan. Selama ini, banyak kasus paru dapat ditangani dengan bronkoskopi tanpa operasi,” tutupnya. (*)