Elevasi Waduk Koto Panjang Naik Jadi 80,44 Mdpl, Inflow Masih Tinggi Awal 2026

Manajemen PLTA Koto Panjang melaporkan elevasi Waduk Koto Panjang per Kamis, 1 Januari 2026 pukul 07.00 WIB mencapai 80,44 mdpl. Meski inflow mulai menurun, debit air masuk masih berada pada level tinggi sehingga pembukaan dua pintu spillway tetap dilakukan sebagai bagian dari mekanisme early release.

Elevasi Waduk Koto Panjang Naik Jadi 80,44 Mdpl, Inflow Masih Tinggi Awal 2026
Waduk PLTA Koto Panjang di Kabupaten Kampar. (Sumber: pltakotapanjang.wordpress.com)

RINGKASAN BERITA : 

  • Elevasi Waduk Koto Panjang mencapai 80,44 mdpl per 1 Januari 2026, naik 34 sentimeter dalam 24 jam.
  • Total outflow waduk 364,44 m³/s, berasal dari turbin dan dua pintu spillway yang dibuka masing-masing 50 sentimeter.
  • Early release dilakukan karena TMA melampaui RTOW 2025 dan keterbatasan operasional pembangkit yang hanya beroperasi dua unit.

RIAUCERDAS.COM, KAMPAR - Manajemen PLTA Koto Panjang, Kabupaten Kampar, Riau, kembali menyampaikan perkembangan terbaru kondisi Waduk Koto Panjang per Kamis (1/1/2026) pukul 07.00 WIB. 

Manager PLTA Koto Panjang, Dhani Irwansyah, menyebutkan elevasi waduk saat ini tercatat berada di angka 80,44 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Pada waktu yang sama, debit air keluar melalui turbin tercatat sebesar 226,84 meter kubik per detik (m³/s).

Selain itu, outflow melalui pintu pelimpah waduk atau spillway dengan dua pintu terbuka masing-masing setinggi 50 sentimeter mencapai 137,60 m³/s.

Dengan demikian, total outflow waduk berada di angka 364,44 m³/s.

Sementara itu, debit air masuk atau inflow waduk tercatat sebesar 1.287,15 m³/s. Meski mengalami penurunan dibandingkan sehari sebelumnya, angka tersebut menunjukkan inflow Waduk Koto Panjang masih berada pada level tinggi.

Sebagai perbandingan, pada Rabu (31/12/2025) pukul 07.00 WIB, elevasi waduk berada di angka 80,10 mdpl dengan inflow mencapai 1.593,94 m³/s. 

Dalam kurun waktu 24 jam, elevasi waduk tercatat naik sekitar 34 sentimeter.

Dhani Irwansyah menjelaskan bahwa pembukaan pintu spillway sejak Selasa (30/12/2025) pukul 10.00 WIB merupakan hasil kesepakatan Tim Koordinasi Pengoperasian Bendungan PLTA Koto Panjang dan telah sesuai dengan prosedur early release yang berlaku.

Keputusan tersebut diambil karena Tinggi Muka Air (TMA) atau elevasi aktual waduk telah melampaui elevasi Rencana Tahunan Operasi Waduk (RTOW) 2025.

Bahkan, pada 29 Desember 2025 pukul 09.00 WIB, selisih elevasi mencapai 1,5 meter, dengan elevasi aktual 79,20 mdpl dan elevasi RTOW di angka 77,70 mdpl.

Selain faktor elevasi, kondisi operasional pembangkit juga menjadi pertimbangan utama.

Saat ini, PLTA Koto Panjang hanya dapat beroperasi dengan dua unit pembangkit berkapasitas 38 megawatt, sehingga outflow turbin maksimal hanya sekitar 230 m³/s. 

Angka ini lebih rendah dibandingkan kondisi normal tiga unit pembangkit yang mampu menghasilkan outflow hingga 348 m³/s.

“Atas dasar kondisi tersebut, ditambah tingginya curah hujan di wilayah hulu waduk serta proyeksi inflow yang masih meningkat, Tim Koordinasi menyepakati dilakukannya early release melalui pembukaan pintu pelimpah,” ujar Dhani Irwansyah.

Manajemen PLTA Koto Panjang memastikan pemantauan kondisi waduk dan aliran Sungai Kampar terus dilakukan secara intensif serta mengimbau masyarakat di wilayah hilir untuk tetap waspada dan mengikuti informasi resmi dari pihak PLTA dan instansi terkait. (*)