UIR Kembangkan Wisata Tepian Mahligai dan Olahan Patin, Raih Dana PKM Rp66 Juta

Universitas Islam Riau (UIR) meraih pendanaan PKM senilai Rp66 juta dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi melalui program pengembangan ekonomi kreatif terpadu di Desa Pulau Godang, Kabupaten Kampar, dengan mengoptimalkan wisata Tepian Mahligai dan produk olahan patin berbasis pendekatan LICTS.

UIR Kembangkan Wisata Tepian Mahligai dan Olahan Patin, Raih Dana PKM Rp66 Juta
Tim PKM Pengabdian Masyarakat Mahasiswa (PMM) UIR foto bersama di dekat objek wisata Tepian Mahligai, Kampar. (Sumber: UIR)

RINGKASAN BERITA:

  • Program PKM UIR padukan wisata desa dan produk patin berbasis LICTS
  • Libatkan dosen lintas disiplin dan 20 mahasiswa di Desa Pulau Godang
  • Dorong ekonomi kreatif desa lewat digitalisasi dan alat produksi

RIAUCERDAS.COM, KAMPAR - Universitas Islam Riau (UIR) kembali menunjukkan kontribusinya dalam pemberdayaan masyarakat melalui Program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) yang didanai Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia.

Salah satu program yang lolos pendanaan adalah PKM Pengabdian Masyarakat Mahasiswa (PMM) dengan fokus pengembangan ekonomi kreatif terpadu di Desa Pulau Godang, Kabupaten Kampar.

Program bertajuk Pengembangan Ekonomi Kreatif Terpadu Obyek Wisata Tepian Mahligai dan Olahan Patin Berbasis LICTS ini memperoleh pendanaan sebesar Rp66 juta dan menjadi satu dari empat proposal PKM UIR yang berhasil didanai kementerian.

Kegiatan PKM dilaksanakan oleh tim dosen UIR yang diketuai Assoc. Prof. Dr. Heni Susanti, S.H., bersama Prof. Dr. Zulfikri Rusby, S.Ag., M.E., S.y., serta melibatkan akademisi lintas disiplin dan 20 mahasiswa dari Fakultas Hukum serta Fakultas Agama Islam UIR.

Lokasi pengabdian difokuskan di kawasan wisata Tepian Mahligai yang merupakan desa binaan UIR.

Program ini mengusung pendekatan LICTS (Law, Information, and Communications Technologies) sebagai strategi peningkatan nilai tambah potensi lokal.

Sasaran utama kegiatan meliputi penguatan destinasi wisata Tepian Mahligai, optimalisasi pemasaran digital, serta peningkatan kualitas produk olahan ikan patin, khususnya bakso patin sebagai produk unggulan masyarakat.

Assoc. Prof. Dr. Heni Susanti menjelaskan bahwa integrasi antara sektor pariwisata dan produk lokal menjadi fondasi penting dalam pengembangan ekonomi kreatif berbasis desa.

“Kami memadukan potensi wisata dan produk olahan patin agar saling mendukung. Wisatawan tidak hanya berkunjung, tetapi juga membawa pulang produk khas daerah yang bernilai ekonomi,” ujarnya dilansir dari portal UIR, Jumat (6/2/2026).

Selama sekitar satu bulan, mahasiswa peserta PKM tinggal langsung di lokasi kegiatan untuk melakukan observasi, diskusi dengan masyarakat, serta mengkaji penerapan pendekatan LICTS yang sesuai dengan kebutuhan desa.

Pendekatan ini dirancang agar pengembangan ekonomi kreatif berjalan berkelanjutan dan berbasis kearifan lokal.

Menurut Heni, program ini diarahkan tidak sekadar pada promosi, tetapi juga peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Produk olahan patin diharapkan mampu menembus pasar yang lebih luas, tidak hanya di Kampar, tetapi juga Pekanbaru dan wilayah Riau secara umum.

Untuk mendukung keberlanjutan program, tim PKM PMM UIR juga memberikan fasilitas pendukung berupa pembuatan akun media sosial YouTube dan Instagram sebagai sarana promosi, publikasi kegiatan melalui media daring, serta bantuan mesin pencetak bakso guna meningkatkan kapasitas produksi masyarakat.

Melalui program ini, UIR menegaskan komitmennya dalam mendorong pemberdayaan desa dan penguatan ekonomi kreatif berbasis ilmu pengetahuan, teknologi, serta partisipasi aktif masyarakat. (*)