Indonesia-Turki Perkuat Kerja Sama AI, Teknologi Pertahanan hingga Riset Vaksin
Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi bersama Pemerintah Turki memperkuat kolaborasi strategis di bidang pendidikan tinggi dan teknologi masa depan. Kerja sama mencakup pengembangan AI, semikonduktor, teknologi pertahanan, hingga rencana pembentukan pusat riset vaksin bersama.
RINGKASAN BERITA:
- Indonesia dan Turki memperkuat kerja sama teknologi masa depan seperti AI, semikonduktor, dan teknologi pertahanan.
- Kedua negara membahas peluang pembentukan pusat riset vaksin bersama serta pengembangan pendidikan kedokteran.
- Saat ini sudah terdapat 431 kerja sama aktif antara perguruan tinggi Indonesia dan Turki di berbagai bidang akademik dan riset.
RIAUCERDAS.COM, JAKARTA - Indonesia dan Turki memperluas kerja sama pendidikan tinggi dengan fokus pada pengembangan teknologi masa depan, mulai dari kecerdasan artifisial (AI), semikonduktor, hingga riset vaksin bersama.
Penguatan kolaborasi tersebut dibahas dalam pertemuan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto dengan Duta Besar Republik Turki untuk Indonesia, H.E. Talip Küçükcan di Kantor Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), Senin (18/5/2026).
Pertemuan itu juga menjadi langkah lanjutan implementasi Memorandum of Understanding (MoU) kerja sama pendidikan tinggi antara Kemdiktisaintek RI dan Council of Higher Education of Türkiye yang telah diteken pada 12 Februari 2025 di Bogor.
Mendiktisaintek Brian Yuliarto mengatakan, kerja sama internasional menjadi bagian penting dalam transformasi pendidikan tinggi Indonesia agar lebih adaptif terhadap tantangan global dan perkembangan teknologi.
“Kami akan melakukan berbagai penyesuaian yang diperlukan untuk memperkuat kerja sama pendidikan tinggi, termasuk pengembangan pusat studi, program riset, pembelajaran bahasa dan budaya Indonesia maupun Turki, serta penguatan kolaborasi teknologi dan inovasi,” ujar Brian.
Menurutnya, kolaborasi tersebut diharapkan dapat mendukung transformasi pendidikan tinggi nasional sekaligus memperkuat ekosistem inovasi dan hilirisasi industri nasional melalui semangat Diktisaintek Berdampak.
Kerja sama kedua negara mencakup berbagai bidang strategis seperti mobilitas mahasiswa dan dosen, riset bersama, pertukaran akademik, pengembangan program joint degree dan double degree, penguatan forum pendidikan tinggi, hingga kolaborasi inovasi dan teknologi.
Indonesia dan Turki juga tengah mempersiapkan pelaksanaan Joint Working Group (JWG) bidang pendidikan tinggi sebagai forum tindak lanjut implementasi kerja sama.
Forum itu akan membahas pengembangan kolaborasi pada sejumlah sektor prioritas.
Bidang yang menjadi fokus antara lain teknologi pertanian berkelanjutan, teknologi kesehatan dan infrastruktur medis, teknologi pertahanan, hilirisasi sumber daya alam berkelanjutan, manufaktur maju, digitalisasi, AI, semikonduktor, energi terbarukan, pengelolaan bencana, hingga ilmu dan teknologi kelautan.
Selain itu, kedua negara turut membahas peluang pembentukan pusat riset vaksin bersama, pengembangan program pendidikan kedokteran, serta peningkatan jumlah dosen bergelar doktor melalui program studi lanjut magister dan doktoral di universitas-universitas Turki.
Saat ini tercatat ada 431 kerja sama aktif antara perguruan tinggi Indonesia dan Turki.
Bentuk kerja sama tersebut meliputi pertukaran mahasiswa, konferensi ilmiah, riset bersama, pengembangan kurikulum, hingga program akademik.
Sejumlah perguruan tinggi Indonesia yang aktif menjalin kemitraan dengan universitas di Turki di antaranya Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma, Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Airlangga, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, dan Universitas Darussalam Gontor.
Duta Besar Republik Turki untuk Indonesia, H.E. Talip Küçükcan menegaskan Indonesia merupakan mitra strategis penting bagi Turki dalam pengembangan pendidikan tinggi dan teknologi masa depan.
“Ketika kita berbicara tentang inovasi, pembangunan, dan teknologi, kita membutuhkan lebih banyak dosen bergelar PhD. Kita dapat bekerja sama dalam berbagai prioritas, mulai dari teknologi, kesehatan, hingga ilmu sosial,” kata Talip Küçükcan.
Dalam kesempatan tersebut, delegasi Turki juga memperkenalkan Program Teknofest, festival teknologi dan dirgantara terbesar di Turki yang melibatkan pelajar dan mahasiswa dalam pengembangan inovasi dan teknologi.
Program itu dinilai sejalan dengan upaya Kemdiktisaintek dalam membangun ekosistem pendidikan tinggi, sains, dan teknologi yang inovatif, kolaboratif, dan berdampak.
Kemdiktisaintek menyatakan menyambut baik peluang kolaborasi tersebut sebagai bagian dari upaya memperkuat daya saing pendidikan tinggi Indonesia di tingkat global sekaligus mendorong lahirnya riset dan inovasi yang memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan nasional. (*)