SKS PAI di Kampus Umum Resmi Bertambah

Kementerian Agama Republik Indonesia resmi menambah mata kuliah Pendidikan Agama Islam di perguruan tinggi umum dari dua menjadi tiga SKS untuk memperkuat intelektualitas dan karakter mahasiswa di tengah perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan.

May 22, 2026 - 07:58
 0
SKS PAI di Kampus Umum Resmi Bertambah
Suasana penyusunan kisi-kisi dan modul ajar Pendidikan Agama Islam di Perguruan Tinggi Umum. (Sumber: Kemenag)

RINGKASAN BERITA: 

  • Mata kuliah Pendidikan Agama Islam di perguruan tinggi umum resmi naik menjadi 3 SKS.
  • Kemenag menilai penguatan PAI penting untuk menghadapi era AI tanpa kehilangan nilai moral.
  • Pembelajaran PAI akan dikembangkan dengan pendekatan STEAM dan aplikasi Smartpai.

RIAUCERDAS.COM, JAKARTA - Pemerintah mulai memperkuat pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di perguruan tinggi umum sebagai respons terhadap tantangan era disrupsi teknologi dan kecerdasan buatan.

Salah satu langkah yang diambil yakni menambah bobot mata kuliah PAI dari semula dua menjadi tiga SKS.

Kebijakan tersebut tertuang dalam Keputusan Menteri Agama Nomor 158 Tahun 2026 dan tengah dibahas dalam kegiatan penyusunan kisi-kisi serta modul ajar PAI di Bekasi pada 19–21 Mei 2026.

Direktur Pendidikan Agama Islam M Munir mengatakan penambahan SKS menjadi bagian dari upaya memperkuat posisi PAI dalam membentuk intelektual muslim yang adaptif terhadap perkembangan zaman.

“Diterbitkannya KMA 158 tahun 2026 tentang Pedoman Implementasi Kurikulum Pendidikan Agama Islam pada Perguruan Tinggi Umum (PTU) menandai babak baru implementasi kurikulum PAI pada PTU. Yang paling signifikan adalah melalui KMA ini alokasi 3 Satuan Kredit Semester (SKS) per minggu per semester dari semula 2 SKS per minggu per semester. Berbagai langkah akseleratif terus kita kembangkan,” terang Munir dikutip dari laman Kemenag, Jumat (22/5/2026).

Menurut Munir, penguatan PAI tidak hanya bertujuan memperdalam pemahaman ritual keagamaan, tetapi juga membentuk mahasiswa yang mampu memadukan spiritualitas dengan kemampuan berpikir ilmiah dan rasional.

“Penguatan intelektualitas Islam juga penting agar mahasiswa mampu menghadapi era disrupsi teknologi dan perkembangan kecerdasan buatan tanpa kehilangan arah moral dan nilai kemanusiaan,” terang dia.

Ia menambahkan penyusunan modul pembelajaran saat ini dipercepat agar dapat diterapkan pada tahun ajaran baru yang dimulai akhir Agustus 2026.

Kemenag juga melibatkan para guru besar dan dosen senior PAI dari berbagai universitas untuk menyusun serta mereviu modul pembelajaran tersebut.

Selain itu, pemerintah akan memaksimalkan penggunaan aplikasi Smartpai guna mendukung pembelajaran PAI yang lebih adaptif dan kontekstual.

Sementara itu, Kasubdit PAI pada PTU Khaerul Umam menekankan pentingnya pendekatan pembelajaran berbasis STEAM dalam mata kuliah PAI.

Menurutnya, pembelajaran harus mendorong mahasiswa aktif, kritis, dan mampu menghubungkan nilai Islam dengan persoalan nyata di masyarakat.

“Pembelajaran PAI harus mendorong mahasiswa aktif, kritis, kolaboratif, dan mampu menghubungkan nilai-nilai Islam dengan persoalan nyata di masyarakat. Karenanya, pendekatan pembelajaran dibuat lebih kontekstual dan integratif,” tandasnya. (*)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow