TKA SMP 2026 Capai Partisipasi 98 Persen, Pemerintah Tekankan Integritas dan Data Komprehensif Siswa
Pelaksanaan hari pertama Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang SMP tahun 2026 berjalan lancar dengan tingkat partisipasi nasional mencapai 98 persen. Pemerintah menegaskan TKA bukan penentu kelulusan, melainkan alat pemetaan kemampuan akademik dan karakter siswa.
RINGKASAN BERITA:
- Partisipasi TKA hari pertama mencapai 98 persen secara nasional, menunjukkan kesiapan sistem dan sekolah.
- TKA tidak menentukan kelulusan, melainkan alat pemetaan kemampuan akademik dan karakter siswa.
- Sistem “five in one” menghasilkan lima jenis data penting untuk kebijakan pendidikan masa depan.
RIAUCERDAS.COM, CURUG - Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang SMP tahun 2026 menunjukkan tingkat partisipasi tinggi secara nasional, mencapai sekitar 98 persen pada hari pertama.
Capaian ini menjadi indikator awal bahwa asesmen berjalan sesuai rencana sekaligus memperkuat upaya pemerintah dalam membangun basis data pendidikan yang lebih komprehensif.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, menyampaikan hal tersebut saat meninjau pelaksanaan TKA di SMP Negeri 2 Curug, Senin (6/4/2026).
Ia menilai kesiapan teknis di sekolah telah memenuhi standar, mulai dari pengaturan ruang hingga mekanisme pelaksanaan.
“Kesiapan kelas dan penataan teknis sudah sesuai dengan ketentuan. Kita berharap pelaksanaan TKA ini dapat berjalan dengan lancar,” kata Menteri Mu’ti.
Ia menegaskan bahwa TKA tidak menjadi penentu kelulusan siswa. Keputusan kelulusan tetap berada di tangan masing-masing sekolah.
TKA difungsikan sebagai alat ukur kemampuan akademik, terutama literasi dan numerasi, yang juga dilengkapi dengan survei karakter serta kondisi lingkungan belajar.
Menurutnya, hasil TKA akan melengkapi komponen penilaian siswa yang selama ini mencakup nilai rapor dan capaian nonakademik.
“Melalui TKA, kita ingin memperoleh profil kemampuan murid yang lebih komprehensif, baik dari sisi akademik maupun karakter. Data ini nantinya menjadi salah satu referensi dalam proses sistem penerimaan murid baru melalui jalur domisili, prestasi, maupun afirmasi,” kata dia.
Dalam pelaksanaannya, Kemendikdasmen turut menekankan aspek integritas melalui jargon “Jujur dan Gembira”.
Siswa diminta mengikuti tes dengan jujur tanpa tekanan berlebihan, sementara pengawas diingatkan untuk menjalankan tugas secara profesional tanpa aktivitas yang tidak relevan selama ujian berlangsung.
“Kerjakan dengan jujur dan gembira, karena ini adalah bagian dari proses, bukan akhir. Selain itu, kami juga mengimbau para pengawas untuk menjalankan tugas secara profesional, tanpa melakukan dokumentasi yang tidak perlu seperti membuat video atau memperbarui status selama pelaksanaan,” tegasnya.
Untuk menjaga kredibilitas, sistem pencegahan kecurangan telah disiapkan sejak awal, termasuk proteksi teknis guna memastikan asesmen berjalan transparan dan akuntabel.
Di sisi lain, sekitar 2 persen peserta belum mengikuti TKA karena berbagai faktor, seperti kesiapan psikologis maupun pertimbangan orang tua.
Namun, di SMP Negeri 2 Curug, tingkat kehadiran peserta mencapai 100 persen.
Lebih lanjut, Menteri Mu’ti menjelaskan bahwa TKA dirancang sebagai sistem “five in one” yang menghasilkan lima jenis data sekaligus, yaitu kemampuan akademik, literasi, numerasi, karakter, dan kondisi lingkungan belajar.
Pemerintah juga mengantisipasi pelaksanaan di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) melalui skema fleksibel.
Soal tidak sepenuhnya berbasis daring sehingga sekolah dengan keterbatasan fasilitas tetap dapat mengikuti asesmen, termasuk melalui mekanisme berbagi perangkat.
Sementara itu, bagi sekolah yang terdampak bencana seperti kebakaran atau banjir, disiapkan ujian susulan berbasis komputer agar seluruh siswa tetap mendapatkan hak mengikuti TKA.
“Sekolah telah menyiapkan pelaksanaan dengan sebaik-baiknya. Dengan sistem yang ada, kita optimistis pelaksanaan TKA dapat memberikan data yang valid dan akurat sebagai dasar perumusan kebijakan pendidikan ke depan,” pungkasnya.
Kepala SMP Negeri 2 Curug, Purwaningsih, mengungkapkan bahwa pelaksanaan hari pertama berjalan tanpa kendala.
Sekolah menggunakan tiga ruang dengan masing-masing sekitar 20 peserta, sehingga total 60 siswa per sesi dalam tiga sesi pelaksanaan.
“Alhamdulillah pada sesi pertama berjalan lancar. Kami menggunakan tiga ruang dengan masing-masing sekitar 20 peserta, sehingga total 60 siswa per sesi. Hari ini dilaksanakan dalam tiga sesi,” ungkapnya.
Ia memastikan tidak ada hambatan teknis selama ujian berlangsung, baik dari sisi jaringan maupun sistem.
“Seperti yang terlihat, tidak ada kendala. Jaringan berjalan baik dan token juga keluar sesuai waktu yang ditetapkan. Mudah-mudahan sampai hari terakhir tetap lancar,” tambahnya.
Terkait kesiapan siswa, pihak sekolah mendorong adaptasi alami terhadap karakter soal TKA tanpa bimbingan khusus.
“Kami hanya mengimbau siswa untuk membiasakan diri dengan soal-soal TKA. Tidak ada bimbingan khusus, karena kami ingin siswa beradaptasi secara alami. Guru juga mulai menyusun soal serupa agar siswa terbiasa,” tutur dia.
Salah seorang siswa, Heiba Anindya, mengaku sempat merasa gugup saat mengikuti TKA hari pertama, namun juga penasaran dengan bentuk soal yang dihadapi.
“Jujur awalnya takut dan deg-degan, karena ini pengalaman baru bagi kami. Tapi saya juga penasaran dengan soal-soalnya, karena dari cerita kakak kelas ada yang bilang sulit, ada juga yang bilang mudah,” ungkapnya.
Ia menyebut persiapan dilakukan sejak beberapa bulan terakhir dengan peningkatan intensitas belajar menjelang pelaksanaan.
“Saya mulai belajar dari bulan Desember secara bertahap. Tapi seminggu terakhir sebelum TKA, saya lebih intens belajar untuk memaksimalkan persiapan,” ujarnya.
Dukungan orang tua juga menjadi faktor penting dalam meningkatkan kepercayaan diri siswa.
“Orang tua sangat mendukung, membantu saya belajar dan menyediakan buku-buku latihan. Jadi saya merasa lebih siap,” tambahnya.
Meski tidak menentukan kelulusan, Heiba tetap berkomitmen memberikan hasil terbaik dalam TKA.
“Walaupun TKA tidak menentukan lulus atau tidak, saya tetap ingin memberikan yang terbaik dan mendapatkan hasil maksimal,” tegasnya. (*)


