Karhutla di Desa Sekodi Padam Total, di Kelemantan Barat Masih Membara

Penanganan karhutla di Bengkalis menunjukkan progres signifikan dengan padamnya api di Desa Sekodi, sementara upaya pemadaman masih difokuskan di Kelemantan Barat akibat tingginya potensi bahan bakar.

Karhutla di Desa Sekodi Padam Total, di Kelemantan Barat Masih Membara
Petugas Manggala Agni tengah berupaya memadamkan Karhutla di wilayah Kelemantan Barat, Kabupaten Bengkalis. (Sumber: Media Center Riau)

RINGKASAN BERITA: 

  • Desa Sekodi resmi bebas karhutla setelah lima hari penanganan intensif dan bantuan hujan alami
  • Kelemantan Barat masih jadi fokus utama karena vegetasi akasia memperbesar risiko api
  • Operasi modifikasi cuaca terus berjalan, namun water bombing terhambat kondisi cuaca.

RIAUCERDAS.COM, BENGKALIS - Perkembangan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Bengkalis mulai menunjukkan hasil positif setelah api di Desa Sekodi dinyatakan padam, meski upaya pemadaman masih terus berlangsung di sejumlah titik lain seperti Desa Kelemantan Barat.

Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Sumatera, Ferdian Krisnanto, menyebutkan bahwa kondisi di Desa Kelemantan Barat masih membutuhkan penanganan lanjutan karena tingginya potensi bahan bakar dari vegetasi akasia.

“Pelaksanaan pemadaman Karhutla di Desa Kelemantan Barat masih perlu dilanjutkan mengingat kondisi bahan bakaran yang padat, lokasi masih banyak akasia yang menjadi bahan bakar potensial. Besok pagi akan dilanjutkan kembali,” ujarnya.

Saat ini, satu regu personel dari Manggala Agni Daops Siak masih berjibaku memadamkan sisa titik api di wilayah tersebut.

Di sisi lain, kondisi berbeda terjadi di Desa Palkun. Curah hujan yang turun pada subuh hari membantu mempercepat pengendalian api.

Tim dari Daops Pekanbaru kini mengarahkan upaya pada tahap pembersihan atau mopping up guna memastikan tidak ada bara tersisa yang berpotensi memicu kebakaran ulang.

Keberhasilan signifikan dicapai di Desa Sekodi, di mana kebakaran akhirnya dinyatakan padam setelah lima hari penanganan intensif.

Status ini ditetapkan setelah melalui proses pendinginan menyeluruh dan evaluasi di lapangan.

“Setelah pemadaman selama lima hari ditambah dampak hujan subuh tadi, setelah mopping up dilakukan dan evaluasi, sore ini Karhutla di Desa Sekodi dinyatakan padam,” kata Ferdian.

Sementara itu, di Desa Kembung Luar, Kecamatan Bantan, proses mopping up masih berlangsung.

Tim dari Daops Siak tidak hanya fokus pada pendinginan area terbakar, tetapi juga melakukan pengamanan terhadap rumah warga yang sempat terancam api.

Upaya ini bahkan dilakukan hingga malam hari atas permintaan masyarakat setempat.

Selain pemadaman darat, langkah lain yang ditempuh adalah operasi modifikasi cuaca (OMC) dengan dua sortie penerbangan pada rute Dumai–Rokan Hilir dan Bengkalis–Kepulauan Meranti.

Namun, operasi water bombing belum dapat dilakukan akibat kondisi cuaca yang belum mendukung.

Ferdian berharap seluruh pihak dapat terus memberikan dukungan agar proses pemadaman segera tuntas.

“Demikian disampaikan, mohon dukungan doa selalu supaya segera dituntaskan,” tutupnya.

Meski sebagian titik telah berhasil dikendalikan, tim gabungan tetap melakukan pemantauan ketat di wilayah rawan guna mengantisipasi kemunculan titik api baru.

Penanganan karhutla di Bengkalis pun terus dilakukan secara terpadu hingga seluruh area dinyatakan aman. (*)