Riau Perkuat Armada Udara Karhutla, 5 Helikopter dan Pesawat OMC Disiagakan

Pemerintah meningkatkan penanganan karhutla di Riau dengan mengerahkan lima helikopter dan dua pesawat OMC. Strategi ini difokuskan pada deteksi dini dan percepatan pemadaman di wilayah rawan.

Riau Perkuat Armada Udara Karhutla, 5 Helikopter dan Pesawat OMC Disiagakan
Helikopter Badan Nasional Penanggulangan Bencana yang turut membantu penanganan Karhutla di Riau. (Sumber: Media Center Riau)

RINGKASAN BERITA:

  • Lima helikopter disiagakan untuk patroli dan pemadaman karhutla di Riau.
  • Dua pesawat Cassa digunakan untuk operasi hujan buatan.
  • Tambahan helikopter MI-8 langsung diterjunkan ke Bengkalis.

RIAUCERDAS.COM, BENGKALIS - Pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Riau kini semakin mengandalkan kekuatan udara guna mempercepat penanganan di wilayah sulit dijangkau.

Pemerintah menilai strategi ini efektif untuk mendeteksi sekaligus memadamkan titik api secara lebih cepat.

Sebanyak lima unit helikopter telah disiagakan dalam operasi penanggulangan karhutla.

Dua di antaranya digunakan untuk water bombing, sementara tiga lainnya difungsikan sebagai armada patroli udara untuk memantau titik panas secara langsung.

Selain itu, dukungan juga datang dari dua unit pesawat jenis Cassa yang dioperasikan untuk kegiatan modifikasi cuaca (OMC).

Langkah ini dilakukan guna memicu hujan buatan di kawasan rawan kebakaran sebagai upaya pencegahan dini.

Kepala BPBD Damkar Riau, Edy Afrizal, menyebut kekuatan udara menjadi faktor penting dalam menghadapi tantangan karhutla, terutama saat kondisi cuaca tidak menentu.

“Dengan dukungan armada udara yang ada saat ini, baik helikopter patroli maupun water bombing, serta pesawat untuk operasi modifikasi cuaca, kita dapat melakukan pemantauan dan penanganan secara lebih cepat dan terintegrasi,” ujar Edy.

Ia menjelaskan, patroli udara yang dilakukan secara berkala memungkinkan deteksi awal terhadap titik api, sehingga respons di lapangan dapat dilakukan sebelum kebakaran meluas.

“Sinergi antara patroli udara, pemadaman melalui water bombing, dan operasi modifikasi cuaca menjadi kekuatan utama kita saat ini dalam menjaga agar karhutla tetap terkendali,” ungkap Edy.

Penguatan armada ini juga didukung pemerintah pusat melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dengan tambahan satu unit helikopter water bombing jenis MI-8 yang tiba di Pekanbaru pada Selasa (7/4/2026).

Helikopter tersebut langsung diterjunkan untuk membantu pemadaman di Kabupaten Bengkalis.

Dengan kesiapan armada udara dan koordinasi lintas instansi yang terus diperkuat, pemerintah optimistis penanganan karhutla di Riau dapat berlangsung lebih cepat, efektif, dan terkendali. (*)