Stok Beras RI Tembus Rekor 4,5 Juta Ton, Pemerintah Klaim Aman Hadapi El Nino

Kementerian Pertanian memastikan stok pangan nasional berada di level tertinggi sepanjang sejarah. Kondisi ini dinilai cukup untuk menghadapi potensi dampak El Nino hingga 11 bulan ke depan.

Stok Beras RI Tembus Rekor 4,5 Juta Ton, Pemerintah Klaim Aman Hadapi El Nino
Menteri Pertanian, Amran Sulaiman memberi keterangan saat mengunjungi gudang Bulog di Makassar. (Sumber: Mentan)

RINGKASAN BERITA:

  • Stok beras nasional mencapai 4,5 juta ton, tertinggi sepanjang sejarah Indonesia.
  • Total ketersediaan pangan diperkirakan cukup untuk 11 bulan ke depan.
  • Pemerintah optimistis mampu menghadapi El Nino dengan berbagai strategi produksi.

RIAUCERDAS.COM, MAKASSAR - Pemerintah memastikan ketahanan pangan nasional berada dalam kondisi kuat dengan stok beras yang mencapai rekor tertinggi sepanjang sejarah.

Ketersediaan ini dinilai cukup untuk menghadapi ancaman kekeringan akibat fenomena El Nino yang diprediksi berlangsung dalam beberapa bulan ke depan.

Menteri Pertanian Amran Sulaiman menyebutkan bahwa stok beras pemerintah saat ini telah mencapai 4,5 juta ton pada awal April 2026, dan diperkirakan meningkat menjadi 5 juta ton dalam waktu dekat.

“Sekarang stok kita tertinggi selama merdeka. 4,5 juta. Insya Allah 10 hari, 20 hari ke depan itu 5 juta,” tegasnya, Senin (6/4/2026).

Menurutnya, pengalaman menghadapi El Nino pada 2015, 2023, dan 2024 menjadi bekal penting dalam mengantisipasi dampak cuaca ekstrem tahun ini.

Ia menilai kondisi saat ini masih dapat dikendalikan dengan berbagai strategi yang telah disiapkan.

“Itu El Nino Godzilla kan katanya kering 6 bulan. Tapi, sepertinya masih lebih tinggi dulu El Nino yang dulu, 2015. Kami sudah pengalaman mengelola El Nino bersama teman-teman tahun 2015, 2023, 2024,” katanya.

Selain stok di gudang pemerintah, ketersediaan pangan juga ditopang oleh cadangan di sektor hotel, restoran, dan katering (horeka) yang mencapai 12,5 juta ton, serta potensi panen dari tanaman yang sedang tumbuh sekitar 11 juta ton.

“Yang kedua adalah yang ada di Horeka sesuai data kita yang kelola itu 12,5 juta ton. Kemudian standing crop kita yang ditanam sekarang siap panen, itu 11 juta ton. Berarti sudah 23 juta ton,” jelasnya.

Dengan total cadangan tersebut, pemerintah memperkirakan kebutuhan pangan nasional dapat terpenuhi hingga 11 bulan ke depan, melampaui durasi potensi kekeringan yang diperkirakan berlangsung selama enam bulan.

“Artinya 11 bulan ke depan ini aman. Stok untuk rakyat Indonesia 11 bulan ke depan aman. Sedangkan kekeringan 6 bulan. Berarti aman kan?” katanya.

Untuk memperkuat produksi, Kementerian Pertanian juga mengintensifkan sejumlah langkah, seperti peningkatan pompanisasi, perbaikan irigasi, serta optimalisasi lahan rawa agar dapat ditanami lebih dari satu kali dalam setahun.

“Aku tambah pompanisasi. Ya, mudah-mudahan 40 ribu. Jadi, semakin kuat. Jadi, enggak usah khawatir El Nino karena pertahanan kita kuat. Karena kita sudah ada pompanisasi, sudah ada irigasi, kemudian oplah tanah rawa yang kita tanami dulu, kita perbaiki irigasinya, tanam 1 kali, jadi 2 kali, 3 kali,” jelasnya.

Ia pun mengimbau masyarakat untuk tidak khawatir terhadap dampak cuaca ekstrem, karena berbagai langkah mitigasi telah disiapkan secara matang.

“Jadi, sudah aman. Pangan aman,” tegasnya.

Di akhir pernyataannya, Amran menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak yang berkontribusi dalam menjaga ketahanan pangan, termasuk petani, aparat, serta dukungan lintas sektor di bawah arahan Presiden Prabowo Subianto.

“Beras kita melimpah. Kita syukuri ya, inilah buah gagasan besar Bapak Presiden. Beliau membuat gagasan besar, kita kolaborasi di bawah, bekerja bersama-sama, sehingga hasilnya hari ini kita nikmati, di saat geopolitik memanas, Alhamdulillah kita tenang-tenang saja, harga pangan baik, bahkan kita syukur dan melimpah,” tutupnya. (*)