Bupati Zukri Dampingi Kapolri Kunjungi TNTN, Pemerintah Targetkan Pemulihan 81 Ribu Hektare Habitat Gajah

Bupati Pelalawan Zukri mendampingi Kapolri dalam kunjungan ke Tesso Nilo. Pemerintah menargetkan pemulihan 81 ribu hektare habitat gajah Sumatera.

Bupati Zukri Dampingi Kapolri Kunjungi TNTN, Pemerintah Targetkan Pemulihan 81 Ribu Hektare Habitat Gajah
Kapolri, Ketua Komisi IV DPR RI dan Menteri Kehutanan saat berkunjung ke Taman Nasional Tesso Nilo Pelalawan, Selasa (17/3/2026). (Sumber: Pelalawankab.go.id)

RINGKASAN BERITA: 

  • Pemerintah targetkan pemulihan 81 ribu hektare habitat gajah di TNTN.
  • Kapolri tegaskan komitmen penegakan hukum terhadap kejahatan lingkungan.
  • Relokasi warga diminta dilakukan secara humanis dan terencana.

RIAUCERDAS.COM, PELALAWAN - Upaya besar pemulihan habitat gajah Sumatera menjadi sorotan dalam kunjungan kerja Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo ke kawasan Taman Nasional Tesso Nilo, Selasa (17/3/2026).

Pemerintah menargetkan rehabilitasi sekitar 81 ribu hektare lahan guna mengembalikan fungsi hutan sebagai ruang hidup satwa dilindungi tersebut.

Kunjungan ini turut didampingi Bupati Pelalawan Zukri bersama sejumlah pejabat pusat dan daerah, di antaranya Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Hariyadi, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, Wakil Menteri Kehutanan Rohmat Marzuki, Kapolda Riau Herry Heryawan, serta Pangdam I/Bukit Barisan Agus Hadi Waluyo.

Dalam agenda tersebut, rombongan meninjau Camp Elephant Flying Squad, unit yang bertugas menjaga kawasan sekaligus menggiring gajah liar agar tidak memasuki wilayah permukiman warga.

Tim ini menjadi garda terdepan dalam mengurangi konflik antara manusia dan satwa liar yang kerap terjadi di sekitar kawasan hutan.

Selain peninjauan lapangan, rombongan juga menerima pemaparan dari pengelola taman nasional terkait berbagai langkah konservasi, termasuk strategi pelestarian gajah Sumatera dan penanganan konflik dengan masyarakat sekitar.

Kapolri menegaskan bahwa penyelamatan habitat menjadi langkah krusial mengingat populasi gajah yang terus menurun.

“Kawasan gajah yang populasinya semakin sedikit harus diberikan ruang hidup kembali sebagai bagian dari upaya pelestarian,” ujarnya.

Ia juga memastikan kepolisian akan terus berperan aktif dalam menjaga kawasan konservasi, termasuk menindak tegas berbagai bentuk kejahatan lingkungan seperti perburuan satwa liar dan perusakan hutan.

Kapolri turut memberikan apresiasi kepada jajaran kepolisian daerah atas keberhasilan mengungkap kasus kematian gajah dan pencurian gading yang sempat terjadi di wilayah tersebut.

Sementara itu, Ketua Komisi IV DPR RI, Titiek Soeharto, mengingatkan agar proses pemulihan kawasan tetap memperhatikan aspek sosial masyarakat yang tinggal di dalam kawasan hutan.

“Proses relokasi harus dilakukan secara humanis dan disiapkan dengan matang agar tidak menimbulkan konflik sosial,” ujarnya.

Rangkaian kegiatan juga diisi dengan interaksi langsung bersama gajah binaan.

Para pejabat memberikan pakan berupa buah-buahan yang telah disiapkan oleh mahout atau pawang gajah.

Sebagai penutup, rombongan melakukan penanaman bibit pohon di area taman nasional.

Aksi ini menjadi simbol komitmen bersama dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus mempercepat rehabilitasi hutan di Provinsi Riau. (*)