Pesparawi Nasional 2026 di Manokwari Usung Konsep Ramah Lingkungan, Diikuti 8.000 Peserta dari 38 Provinsi
Kementerian Agama resmi memulai rangkaian persiapan Pesparawi Nasional XIV Tahun 2026 yang akan digelar di Manokwari, Papua Barat. Mengusung tema ramah lingkungan, ajang paduan suara gerejawi tingkat nasional ini akan melibatkan sekitar 8.000 peserta dari seluruh Indonesia sekaligus menjadi momentum memperkuat persaudaraan dan moderasi beragama.
RINGKASAN BERITA:
- Pesparawi Nasional XIV di Manokwari mengusung tema ramah lingkungan dengan penerapan pengurangan plastik sekali pakai dan gaya hidup berkelanjutan.
- Sekitar 8.000 peserta dari 38 provinsi akan mengikuti kompetisi dalam 12 kategori lomba musik dan paduan suara gerejawi.
- Kementerian Agama menjadikan Pesparawi sebagai momentum memperkuat persaudaraan, moderasi beragama, dan kepedulian terhadap lingkungan hidup.
RIAUCERDAS.COM, JAKARTA - Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Nasional XIV Tahun 2026 akan hadir dengan pendekatan berbeda.
Selain menjadi ajang seni musik gerejawi tingkat nasional, perhelatan yang berlangsung di Manokwari, Papua Barat, pada 18–28 Juni 2026 itu juga mengedepankan kampanye pelestarian lingkungan hidup.
Komitmen tersebut disampaikan Menteri Agama Nasaruddin Umar saat peluncuran (kick off) Pesparawi Nasional XIV di kantor layanan Kementerian Agama, Jalan MH Thamrin, Jakarta.
Kegiatan yang digelar secara hybrid itu menandai dimulainya seluruh tahapan persiapan menuju pelaksanaan ajang nasional tersebut.
Menurut Nasaruddin Umar, tema “Pesparawi Nasional Ramah Lingkungan” dipilih untuk mendorong kesadaran kolektif bahwa kepedulian terhadap alam merupakan bagian dari tanggung jawab moral dan spiritual umat beragama.
“Melalui Pesparawi Nasional XIV, kita ingin menegaskan bahwa nilai-nilai keagamaan dan kepedulian terhadap lingkungan harus berjalan beriringan sebagai fondasi pembangunan bangsa yang berkelanjutan,” kata Menag.
Sebagai implementasinya, panitia akan menerapkan sejumlah langkah ramah lingkungan selama pelaksanaan kegiatan.
Di antaranya penggunaan tumbler pribadi, pengurangan sampah plastik sekali pakai, pengelolaan sampah yang lebih baik, serta penerapan pola hidup berkelanjutan bagi seluruh peserta dan panitia.
Selain membawa pesan pelestarian lingkungan, Pesparawi juga diharapkan menjadi sarana memperkuat persatuan dan kebersamaan di tengah keberagaman masyarakat Indonesia.
Menurut Menag, harmoni bangsa dapat tercipta ketika perbedaan mampu dipadukan dalam satu tujuan bersama.
“Pesparawi mengingatkan bahwa harmoni tidak lahir dari keseragaman. Harmoni tercipta ketika berbagai suara yang berbeda mampu berpadu dalam satu tujuan yang sama. Semangat inilah yang harus terus kita rawat dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” tuturnya.
Ia menambahkan bahwa semangat yang terbangun dalam paduan suara mencerminkan kondisi Indonesia yang kuat karena keberhasilannya merajut keberagaman dalam kebersamaan.
Tak hanya aspek kebangsaan, Menag juga berharap Pesparawi memberikan dampak terhadap penguatan nilai-nilai spiritual umat.
Menurutnya, kegiatan tersebut dapat menjadi sarana memperdalam penghayatan keagamaan dan memperkuat keimanan peserta.
Pesparawi Nasional XIV akan diikuti sekitar 8.000 peserta yang berasal dari 38 provinsi di Indonesia.
Mereka akan berkompetisi dalam 12 kategori lomba yang menampilkan beragam kekayaan seni paduan suara dan musik gerejawi dari berbagai daerah.
Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Kristen, Jeane Marie Tulung, mengatakan pelaksanaan kick off menjadi langkah awal untuk memastikan seluruh persiapan berjalan sesuai rencana.
Kegiatan itu juga menjadi sarana memperkuat koordinasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, Lembaga Pengembangan Pesparawi Nasional (LPPN), gereja, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya.
“Kick Off ini menjadi momentum untuk menyampaikan kepada publik bahwa seluruh tahapan persiapan dan pengorganisasian Pesparawi Nasional XIV telah dimulai. Kami berharap dukungan dan kolaborasi semua pihak agar penyelenggaraan Pesparawi dapat berjalan sukses dan memberikan manfaat yang luas bagi umat, masyarakat, serta bangsa Indonesia,” tutur Jeane Marie Tulung.
Pelaksanaan Pesparawi Nasional XIV didasarkan pada Peraturan Menteri Agama Nomor 19 tentang Pembentukan Lembaga Pengembangan Pesparawi Nasional serta Keputusan Menteri Agama Nomor 285 Tahun 2025 yang menetapkan Papua Barat sebagai tuan rumah.
Kementerian Agama berharap Pesparawi Nasional XIV tidak hanya sukses sebagai ajang seni paduan suara gerejawi, tetapi juga menjadi ruang memperkuat moderasi beragama, meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan, serta memperkokoh persatuan bangsa di tengah keberagaman Indonesia. (*)