Pemkab Inhil Gelar Pra Musrenbang Tematik Stunting 2026

Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir menggelar Pra Musrenbang Tematik Stunting 2026. Sekda Tantawi Jauhari menegaskan penanganan stunting harus menjadi prioritas bersama melalui sinergi lintas sektor.

Pemkab Inhil Gelar Pra Musrenbang Tematik Stunting 2026
Foto bersama peserta Pra Musrenbang Tematik Stunting Tahun 2026 pada Selasa (17/3/2026) yang digelar di Kantor Bapperida Kabupaten Inhil. (Sumber: Media Center Inhil)

RINGKASAN BERITA:

  • Pemkab Inhil menggelar Pra Musrenbang Tematik Stunting 2026.
  • Penanganan stunting harus dilakukan melalui sinergi lintas sektor.
  • Data dan ketepatan sasaran intervensi menjadi kunci penurunan stunting.

RIAUCERDAS.COM, TEMBILAHAN - Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) menggelar Pra Musrenbang Tematik Stunting Tahun 2026 pada Selasa (17/3/2026) di Kantor Bapperida Kabupaten Inhil.

Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Inhil yang diwakili oleh Sekretaris Daerah, Tantawi Jauhari.

Dalam sambutannya, Tantawi menegaskan bahwa persoalan stunting tidak hanya berkaitan dengan kondisi fisik anak, tetapi juga menyangkut kualitas sumber daya manusia di masa depan.

“Anak-anak yang mengalami stunting berpotensi menghadapi keterbatasan kognitif yang berdampak pada daya saing di masa depan, sehingga penanganannya harus menjadi prioritas bersama sebagai investasi kemanusiaan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, berdasarkan analisis situasi yang dilakukan pada Februari 2026, pemerintah daerah telah memetakan sejumlah wilayah yang menjadi fokus penanganan stunting di Kabupaten Inhil.

Untuk itu, seluruh perangkat daerah diminta mengesampingkan ego sektoral dan memperkuat sinergi lintas sektor dalam upaya percepatan penurunan stunting.

Menurutnya, penanganan stunting tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan integrasi program yang terarah dan berkelanjutan.

Lebih lanjut, Tantawi menekankan pentingnya konvergensi lintas sektor, mulai dari penyediaan air bersih dan sanitasi, ketepatan penyaluran bantuan sosial, hingga penguatan ketahanan pangan guna mendukung pemenuhan gizi masyarakat.

Ia juga mengingatkan peran penting camat hingga kepala desa dalam memastikan pendampingan terhadap keluarga berisiko stunting berjalan optimal di tingkat lapangan.

Dalam forum tersebut, Tantawi turut menyoroti pentingnya keterbukaan data sebagai dasar perencanaan kebijakan serta optimalisasi penggunaan anggaran agar berdampak langsung terhadap penurunan prevalensi stunting.

“Gunakan data sebagai acuan utama dan pastikan intervensi benar-benar menyasar ibu hamil serta balita, sehingga upaya pencegahan dapat berjalan maksimal,” tambahnya.

Pra Musrenbang ini diharapkan menjadi langkah awal dalam menyusun program yang lebih terarah dan efektif untuk menekan angka stunting di Kabupaten Inhil. (*)