Tips Sehat Mudik Lebaran, Dosen UGM Ingatkan Pentingnya Persiapan Fisik
Dosen fisiologi olahraga FK-KMK UGM, Dr dr Zaenal Muttaqien, mengingatkan pemudik untuk menyiapkan kondisi fisik sejak jauh hari. Persiapan stamina, olahraga rutin, serta pengaturan pola makan dan istirahat dinilai penting agar perjalanan mudik tetap aman dan nyaman.
RINGKASAN BERITA:
- Kepadatan arus kendaraan dan lamanya waktu di perjalanan berpotensi memicu kelelahan jika tubuh tidak dipersiapkan dengan baik.
- Duduk dalam waktu lama dapat menyebabkan aliran darah menumpuk di bagian bawah tubuh, sehingga kaki terasa bengkak dan memicu pusing atau hilang konsentrasi.
- Sangat penting untuk menjaga pola makan dan asupan cairan selama perjalanan mudik.
RIAUCERDAS.COM - Perjalanan mudik Lebaran membutuhkan kondisi fisik yang prima, terutama bagi masyarakat yang menempuh perjalanan jauh menggunakan kendaraan pribadi.
Kepadatan arus kendaraan dan lamanya waktu di perjalanan berpotensi memicu kelelahan jika tubuh tidak dipersiapkan dengan baik.
Dosen fisiologi olahraga Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) Universitas Gadjah Mada, Dr dr Zaenal Muttaqien AIFM, mengatakan persiapan kebugaran sebaiknya dilakukan jauh sebelum musim mudik tiba.
“Persiapan mudik itu bukan seminggu atau dua minggu sebelumnya. Idealnya, sekitar enam bulan sebelum mudik tubuh mulai dilatih untuk membangun stamina agar benar-benar siap,” ujarnya dikutip dari laman UGM, Selasa (17/3/2026).
Ia menjelaskan, duduk terlalu lama saat perjalanan dapat membuat sendi menjadi kaku, terutama pada bagian lutut dan punggung.
Karena itu, masyarakat disarankan rutin berolahraga dengan memperhatikan frekuensi, intensitas, durasi, dan jenis olahraga.
“Olahraga bisa dilakukan seminggu tiga kali selama 30-40 menit dengan jenis olahraga yang paling sesuai,” katanya.
Zaenal juga mengingatkan bahwa duduk dalam waktu lama dapat menyebabkan aliran darah menumpuk di bagian bawah tubuh, sehingga kaki terasa bengkak dan memicu pusing atau hilang konsentrasi.
Untuk mengatasinya, pemudik dianjurkan melakukan gerakan ringan dan mengatur pernapasan.
“Gerakkan telapak kaki agar darah yang menggumpal di betis terpompa naik. Lalu, ubah pola pernapasan. Ambil nafas panjang dan keluarkan secara perlahan,” tuturnya.
Selain itu, ia menekankan pentingnya menjaga pola makan dan asupan cairan selama perjalanan, khususnya saat menjalankan ibadah puasa.
Menurutnya, makan berlebihan dapat memicu rasa kantuk karena tubuh membutuhkan lebih banyak aliran darah untuk proses pencernaan.
“Jadi, makan dan minumlah secukupnya saja, jangan berlebihan,” tegasnya.
Zaenal menambahkan, perjalanan mudik akan terasa lebih aman dan nyaman jika pemudik menjaga kondisi tubuh dengan peregangan, pola makan bergizi seimbang, serta istirahat yang cukup.
Ia berharap momen berkumpul bersama keluarga di kampung halaman dapat dinikmati dengan sehat dan penuh kebahagiaan. (*)



