Program Mudik Asyik Baca Buku 2026 Dapat Apresiasi Pejabat, Dorong Minat Baca Anak
Program MABB 2026 yang digagas Kemendikdasmen mendapat dukungan berbagai pihak. Sebanyak 24 ribu buku dibagikan di titik transportasi publik untuk mendorong budaya literasi, khususnya bagi anak-anak saat mudik.
RINGKASAN BERITA:
-
Program MABB 2026 mendapat apresiasi dari sejumlah pejabat negara.
-
Sebanyak 24 ribu buku dibagikan di titik transportasi publik.
-
Program ini bertujuan meningkatkan minat baca anak selama perjalanan mudik.
RIAUCERDAS.COM, JAKARTA - Program Mudik Asyik Baca Buku (MABB) 2026 yang digagas Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kemendikdasmen, mendapat apresiasi luas dari sejumlah pejabat negara.
Program ini dinilai menjadi langkah inovatif dalam mendorong minat baca anak-anak di tengah arus mudik Lebaran, dengan menghadirkan buku bacaan di berbagai titik transportasi publik.
Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menyebut program tersebut sebagai inisiatif yang luar biasa dalam menumbuhkan budaya literasi.
“Ini adalah (hal yang) luar biasa dan tentu saya sangat mendukungnya,” ujarnya saat meninjau Terminal Pulogebang.
Apresiasi juga datang dari Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Djamari Chaniago, yang menilai kehadiran buku bacaan dapat meningkatkan kenyamanan penumpang, khususnya anak-anak, selama perjalanan.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada unsur-unsur pelayanan publik di sini, termasuk juga dari Badan Bahasa yang melayani anak-anak supaya tidak bosan dengan memberikan buku-buku bacaan,” katanya saat berada di Terminal Kampung Rambutan.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menekankan pentingnya konsistensi dalam membangun budaya membaca sejak usia dini melalui kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah.
“Langkah ini harus konsisten kita lakukan untuk memperkuat fondasi sumber daya manusia kita. Dengan membaca, kita akan tahu berbagai ilmu pengetahuan,” ujarnya.
Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menilai kehadiran buku di ruang publik seperti stasiun sangat bermanfaat bagi anak-anak selama perjalanan.
“Budayakan membaca, karena buku adalah jendela dunia,” ucapnya saat meninjau Stasiun Pasar Senen.
Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian juga mengapresiasi program ini sebagai langkah kreatif dalam memperluas akses literasi di ruang publik.
Menurutnya, kehadiran buku di terminal dan stasiun dapat memperkenalkan anak-anak pada kebiasaan membaca sejak dini.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti menyampaikan rasa syukur atas dukungan luas terhadap program tersebut.
“Alhamdulillah program ini berjalan dengan lancar dan dari waktu ke waktu jumlah buku yang dibagikan semakin banyak dan juga mendapatkan dukungan serta apresiasi yang tinggi dari seluruh masyarakat,” ujarnya.
Pada pelaksanaan tahun ini, Kemendikdasmen mendistribusikan sekitar 24 ribu eksemplar buku bacaan hasil kolaborasi dengan berbagai pihak.
Program ini juga melibatkan sejumlah mitra, seperti Perpustakaan Nasional, IKAPI, berbagai penerbit, serta dukungan instansi transportasi dan pemerintah daerah.
Melalui program MABB, pemerintah berharap budaya literasi dapat terus tumbuh di tengah masyarakat, bahkan dalam momentum perjalanan mudik Lebaran. (*)



