418 Calon Wisudawan Umri Dibekali Karakter dan Soft Skill
Sebanyak 418 calon wisudawan Universitas Muhammadiyah Riau mengikuti Baitul Arqom dan pembekalan jelang wisuda. Program ini menekankan penguatan karakter, nilai keislaman, serta kesiapan lulusan agar berdampak di masyarakat.
RINGKASAN BERITA:
- Sebanyak 418 calon wisudawan Umri dibekali karakter dan soft skill sebelum wisuda.
- Baitul Arqom menjadi pembeda utama lulusan Umri dibanding kampus lain.
- Alumni didorong aktif di Muhammadiyah dan berkontribusi nyata di masyarakat.
RIAUCERDAS.COM, PEKANBARU - Sebanyak 418 calon wisudawan Universitas Muhammadiyah Riau mengikuti program pembinaan karakter dan pembekalan menjelang Wisuda XXX yang mulai digelar di Pekanbaru, Jumat (1/5/2026).
Kegiatan ini difokuskan untuk memperkuat kesiapan lulusan agar tidak hanya kompeten secara akademik, tetapi juga mampu memberi dampak nyata di masyarakat.
Program bertajuk Baitul Arqom Purna Studi dan Pembekalan Calon Wisudawan ini diikuti oleh 162 peserta laki-laki dan 256 perempuan, termasuk 11 orang dari program magister.
Kegiatan berlangsung selama dua hari dengan dua tahapan utama, yakni pembinaan nilai keislaman dan sesi penguatan kapasitas lulusan.
Ketua panitia, Jupendri, menjelaskan bahwa kegiatan ini menjadi ciri khas kampus dalam mencetak lulusan berkarakter.
"Ini warna tersendiri sebagai pembeda antara alumni kampus lain dengan Umri," kata Jupendri.
Ia menambahkan, selain memperkuat karakter, kegiatan ini juga mendorong lulusan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi.
Rektor Umri, Saidul Amin, yang hadir secara virtual, menilai pembekalan ini penting untuk menguatkan kembali nilai Al Islam dan Kemuhammadiyahan di kalangan calon alumni.
"Kadang karena sudah lama tidak diulang, bisa jadi kita mulai lupa dengan unsur Al Islam dan Kemuhammadiyahan," ujarnya.
Ia menegaskan, nilai tersebut menjadi pembeda utama antara Umri dengan perguruan tinggi lainnya.
Rektor juga berharap lulusan semakin kuat dalam hubungan spiritual, menghormati orang tua, serta berkontribusi aktif dalam persyarikatan Muhammadiyah.
Selain itu, materi pembekalan juga mencakup penguatan soft skill agar lulusan mampu berperan sebagai solusi di tengah masyarakat, bukan menjadi bagian dari permasalahan.
Dalam sesi utama, Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Riau, Dr Hendri Sayuti, menekankan pentingnya karakter sebagai kunci masa depan.
"Masa depan hanya untuk orang-orang berkarakter. Namun, yang sulit adalah bagaimana mempertahankan karakter yang dimilikinya," tutur Hendri.
Ia juga menyebut bahwa menjadi lulusan yang berdampak merupakan bagian dari identitas Muhammadiyah, yang tidak hanya berhenti pada konsep, tetapi diwujudkan dalam aksi nyata di tengah masyarakat.
Menurutnya, peran alumni dapat dimulai dengan aktif di tingkat ranting dan cabang Muhammadiyah, sehingga keberadaan lulusan benar-benar dirasakan.
Hendri menambahkan, saat ini Muhammadiyah telah hadir di 30 negara, bahkan di antaranya telah berkembang menjadi organisasi mandiri dengan kesamaan nilai ideologis.
Melalui kegiatan ini, Umri berharap para lulusannya mampu membawa nilai “unggul dan mencerahkan semesta” dalam kehidupan nyata setelah menyelesaikan studi. (*)