Isu Kesehatan Mental Gen Z Meningkat, UIR Perkuat Layanan Konseling
Universitas Islam Riau memperkuat layanan kesehatan mental mahasiswa melalui kegiatan Mental Health Talk. Langkah ini merespons meningkatnya kecemasan dan tekanan yang dialami generasi Z di lingkungan kampus.
RINGKASAN BERITA:
- UIR memperkuat layanan konseling untuk merespons isu kesehatan mental Gen Z.
- Kegiatan Mental Health Talk membahas strategi menghadapi stres dan burnout di kampus.
- Literasi kesehatan mental dinilai penting untuk membangun ketahanan psikologis mahasiswa.
RIAUCERDAS.COM, PEKANBARU - Meningkatnya tekanan psikologis di kalangan generasi Z mendorong perguruan tinggi untuk memperkuat layanan kesehatan mental mahasiswa.
Salah satunya dilakukan oleh Universitas Islam Riau (UIR) melalui penyelenggaraan kegiatan Mental Health Talk.
Kegiatan yang berlangsung di Auditorium Rektorat kampus tersebut mengangkat tema strategi bertahan dan bertumbuh di dunia kampus, sebagai upaya meningkatkan kesadaran mahasiswa terhadap pentingnya kesehatan mental.
Ketua Biro Layanan Mahasiswa dan Alumni (BLMA), Sri Wahyuni, menyampaikan bahwa kampus berkomitmen menghadirkan layanan konseling yang lebih terstruktur bagi mahasiswa.
“Kami dari Biro Layanan Mahasiswa dan Alumni sangat menekankan komitmen Universitas Islam Riau untuk menghadirkan layanan kesehatan mental yang lebih terstruktur bagi mahasiswa sehingga dihadirkanlah Bagian Konseling yang menginisiasi kegiatan hari ini,” kata dia.
Senada dengan itu, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Alumni, Kerjasama dan Dakwah Islamiah, Deddy Purnomo Retno, menekankan pentingnya kesiapan psikologis mahasiswa dalam menghadapi dinamika kehidupan kampus.
Ia menyebut bahwa tantangan akademik maupun non-akademik membutuhkan kesiapan mental yang baik agar mahasiswa mampu beradaptasi.
Dalam kegiatan tersebut, dosen Fakultas Psikologi UIR, Yanwar Arief, memaparkan berbagai strategi menghadapi tekanan, termasuk mengenali tanda-tanda stres dan burnout serta cara mengelolanya secara adaptif.
Kegiatan ini, tuturnya, memiliki urgensi penting sebagai langkah awal dalam memperkenalkan dan meningkatkan pemahaman mahasiswa terhadap kesehatan mental.
"Di tengah kompleksitas permasalahan yang dialami mahasiswa, literasi kesehatan mental menjadi kebutuhan mendasar agar mahasiswa mampu mengenali kondisi dirinya, mengelola stres secara tepat, serta membangun ketahanan psikologis,” ujar Yanwar.
Diskusi yang dipandu oleh Ahmad Hidayat berlangsung interaktif dengan partisipasi aktif mahasiswa.
Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal pengembangan program kesehatan mental yang lebih komprehensif dan berkelanjutan di lingkungan kampus, seiring meningkatnya kesadaran akan pentingnya kesejahteraan psikologis bagi generasi muda. (*)