Kampar Dorong Ekonomi Hijau dan Perhutanan Sosial
Pemkab Kampar menegaskan komitmen menjaga lingkungan melalui penguatan perhutanan sosial dan ekonomi hijau dalam forum Green for Riau. Kolaborasi lintas pihak dinilai menjadi kunci menjaga hutan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
RINGKASAN BERITA:
- Kampar mendorong ekonomi hijau dan perhutanan sosial sebagai strategi utama menjaga lingkungan.
- Indeks Kualitas Lingkungan Hidup Kampar 2024 mencapai 69,71 dengan tren stabil.
- Kolaborasi pemerintah, masyarakat, dan pihak internasional dinilai krusial untuk pelestarian hutan.
RIAUCERDAS.COM, KAMPAR - Pemerintah Kabupaten Kampar mendorong penguatan ekonomi hijau berbasis masyarakat dan perhutanan sosial sebagai langkah strategis menjaga kelestarian lingkungan.
Komitmen ini ditegaskan dalam kegiatan Dialog Multi Pihak dan Diskusi Kelompok Terarah Green for Riau yang digelar di Aula Kantor Bupati Kampar, Kamis (30/04/2026).
Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Wakil Bupati Kampar, Misharti, serta dihadiri sejumlah pemangku kepentingan, termasuk perwakilan Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu dan pihak internasional.
Dalam sambutannya, Misharti menegaskan bahwa Kampar memiliki komitmen kuat dalam menjaga kelestarian lingkungan, khususnya dalam pengelolaan hutan secara berkelanjutan.
Ia menyebut, berbagai langkah konkret telah dilakukan, mulai dari mendorong perhutanan sosial melalui fasilitasi kelompok masyarakat seperti Lembaga Pengelola Hutan Desa (LPHD) hingga kelompok tani hutan, serta mendukung perlindungan masyarakat adat dalam pengelolaan sumber daya alam.
Selain itu, pemerintah daerah juga memperkuat upaya pengendalian kebakaran hutan dan lahan melalui kerja sama lintas sektor bersama TNI, Polri, Manggala Agni, dan masyarakat.
Integrasi isu lingkungan dalam dokumen perencanaan daerah seperti RPJMD dan RKPD juga terus dilakukan.
“Tidak hanya itu, kami juga terus mendorong praktik ekonomi hijau berbasis masyarakat seperti agroforestry, pengelolaan hasil hutan bukan kayu, serta penguatan UMKM berbasis lingkungan,” ujar Misharti.
Ia menambahkan, kualitas lingkungan hidup di Kampar menunjukkan kondisi yang relatif stabil.
Berdasarkan data Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH), pada 2024 angkanya mencapai 69,71 dengan rata-rata pertumbuhan 0,35 persen per tahun.
“Hal ini mencerminkan bahwa upaya menjaga kualitas air, udara, dan tutupan lahan terus berjalan secara berkelanjutan,” kata Wabup.
Misharti berharap forum tersebut dapat menghasilkan rekomendasi strategis serta komitmen bersama dalam menjaga kelestarian hutan dan lingkungan di Riau, khususnya di Kampar.
Sementara itu, perwakilan Bupati Rokan Hulu melalui Kepala Bapenda, Simel Meri, menekankan pentingnya kolaborasi multi pihak dalam menjaga lingkungan.
“Melalui forum ini, kami berharap lahir gagasan serta komitmen besar yang mampu memperkuat upaya bersama dalam menjaga lingkungan,” ujarnya.
Di sisi lain, Country Coordinator UNEP UN-REDD Programme Indonesia, Bambang Arifatmi, menilai Provinsi Riau membutuhkan langkah transformasi yang berani dalam pengelolaan lingkungan.
Ia juga menekankan pentingnya arah investasi hijau yang lebih terfokus agar mampu memberikan dampak nyata, baik bagi pelestarian lingkungan maupun peningkatan kesejahteraan masyarakat. (*)