Kasus PMK di Riau Sepanjang 2025 Capai 304, Indragiri Hulu Tertinggi
Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Riau mencatat 304 kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan ternak sepanjang tahun 2025. Kasus tersebar di delapan kabupaten/kota, dengan Indragiri Hulu sebagai wilayah paling terdampak.
RINGKASAN BERITA :
- 304 kasus PMK ditemukan di Riau sepanjang 2025, satu ternak dilaporkan mati.
- Indragiri Hulu menjadi daerah dengan kasus terbanyak.
- Sebanyak 40 ribu ternak telah divaksin sebagai langkah pencegahan.
RIAUCERDAS.COM, PEKANBARU - Ancaman Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) masih menjadi perhatian serius di Provinsi Riau.
Sepanjang tahun 2025, ratusan hewan ternak dilaporkan terjangkit penyakit menular tersebut di sejumlah daerah.
Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Provinsi Riau mencatat total 304 kasus PMK terjadi di delapan kabupaten/kota.
Dari ratusan kasus itu, satu ekor ternak dilaporkan mati di Kota Dumai.
Kepala Dinas PKH Riau, Mimi Yuliani Nazir, menyebut Kabupaten Indragiri Hulu menjadi wilayah dengan jumlah kasus tertinggi.
“Selama kurun waktu tahun 2025, terdapat 304 kasus PMK di Riau. Dari ratusan ternak yang terpapar PMK tersebut, terdapat satu ternak yang mati yakni di Kota Dumai,” ujar Mimi, Senin (12/1/2026).
Ia merinci, setelah Indragiri Hulu dengan 143 kasus, daerah dengan jumlah kasus terbanyak berikutnya adalah Kabupaten Siak sebanyak 65 kasus.
Kota Dumai dan Kabupaten Rokan Hulu masing-masing tercatat 25 kasus, disusul Indragiri Hilir sebanyak 19 kasus.
“Selanjutnya Kabupaten Kampar sebanyak 9 kasus, Pelalawan 6 kasus, Kuantan Singingi dan Bengkalis masing-masing 5 kasus, serta Rokan Hilir 1 kasus,” paparnya.
Sebagai langkah pengendalian, Dinas PKH Riau telah melaksanakan vaksinasi PMK secara masif di seluruh wilayah.
Vaksinasi dilakukan di 12 kabupaten/kota serta unit pelaksana teknis (UPT) milik Dinas PKH.
“Selama tahun 2025, vaksinasi PMK dilakukan kepada 40 ribu hewan ternak di Riau. Vaksinasi dilakukan di seluruh daerah, meskipun di daerah tersebut tidak ditemukan kasus PMK,” jelasnya.
Selain vaksinasi, pihaknya juga mengimbau peternak meningkatkan kewaspadaan, terutama di tengah kondisi musim hujan dan banjir yang berpotensi mempercepat penyebaran penyakit hewan.
“Musim hujan dan banjir dapat mempercepat penyebaran virus. Kami meminta peternak untuk menjaga kebersihan kandang dan segera melaporkan jika ada ternak yang sakit,” imbaunya.
Dinas PKH Riau mengingatkan, selain PMK, ancaman penyakit hewan lain seperti Septicaemia Epizootica (sapi ngorok) dan Jembrana juga perlu diantisipasi karena meningkat seiring cuaca ekstrem. (*)