Lebih dari 110 Dosen Unilak Sisihkan Gaji, 36 Mahasiswa Terima Beasiswa Cendikia
Sebanyak 36 mahasiswa Universitas Lancang Kuning menerima Beasiswa Cendikia yang berasal dari donasi lebih dari 110 dosen penerima sertifikasi. Program kepedulian ini telah berjalan selama sembilan tahun dan ditujukan bagi mahasiswa kurang mampu dengan prestasi akademik baik.
RINGKASAN BERITA:
- Lebih dari 110 dosen Universitas Lancang Kuning menyisihkan sebagian gaji untuk membantu mahasiswa kurang mampu.
- Sebanyak 36 mahasiswa dari sembilan fakultas menerima Beasiswa Cendikia tahun 2026.
- Program beasiswa ini telah berjalan sejak 2019 dan telah membantu lebih dari 300 mahasiswa.
RIAUCERDAS.COM, PEKANBARU - Kepedulian para dosen Universitas Lancang Kuning (Unilak) terhadap mahasiswa kurang mampu kembali diwujudkan melalui program Beasiswa Cendikia.
Tahun ini, sebanyak 36 mahasiswa dari sembilan fakultas menerima bantuan pendidikan yang bersumber dari donasi lebih dari 110 dosen penerima sertifikasi.
Program tersebut telah berjalan selama sembilan tahun dengan mekanisme pengumpulan dana dari sebagian gaji dosen yang disisihkan secara gotong royong.
Penyerahan beasiswa dilakukan oleh Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan Unilak, Dr Hardi SE MM, pada Jumat (13/3/2026).
Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua Beasiswa Cendikia Assoc Profesor Dr Dian Rianita, Assoc Profesor Dr Ahmad Zamhuri, serta Assoc Profesor Dr Ambar Tri Ratnaningsih.
Dalam sambutannya, Dr Hardi menjelaskan bahwa dana beasiswa berasal dari kontribusi dosen yang telah menerima tunjangan sertifikasi dan secara sukarela menyisihkan sebagian penghasilannya untuk membantu mahasiswa yang membutuhkan.
"Manfaat beasiswa ini untuk kebutuhan perkuliahan, penerima adalah orang-orang pilihan dan memiliki nilai akademik yang baik, semoga beasiswa ini dapat meringankan biaya kuliah ataupun kebutuhan kuliah," sebut Dr Hardi.
Ia juga menambahkan bahwa jumlah dosen Universitas Lancang Kuning yang telah memperoleh sertifikasi terus bertambah setiap tahun.
Pihak kampus juga terus mendorong dosen yang belum tersertifikasi agar dapat mengikuti proses sertifikasi tersebut.
Menurutnya, sertifikasi dosen merupakan bentuk pengakuan negara terhadap profesionalitas dan kinerja para tenaga pendidik di perguruan tinggi.
"Ini merupakan bentuk pengakuan negara akan profesional, dan kinerja dosen dosen, semakin banyak dosen Unilak yang tersertifikasi maka semakin baik dan profesional dsen Unilak dalam mengajar dan bekerja, dan pengabdian. Semoga dengan beasiswa ini dimudahkan bagi para orang tua dan adik adik mahasiswa dari segi ekonomi, karena momennya saat ini berdekatan dengan hari raya dan pembayaran UKT maka ini kami kira sangat membantu," ujarnya.
Sementara itu, Ketua Beasiswa Cendikia Assoc Profesor Dr Dian Rianita menjelaskan bahwa program tersebut pertama kali diinisiasi oleh almarhumah Surtinah sebagai bentuk kepedulian terhadap mahasiswa yang mengalami keterbatasan ekonomi.
Menurut Dian, penerima beasiswa dipilih melalui proses seleksi dan harus memiliki prestasi akademik yang baik serta benar-benar membutuhkan bantuan pendidikan.
"Sejak pertama (2019) kalinya beasiswa ini diberikan, sudah lebih dari 300 mahasiswa menerima dan mereka telah banyak yang lulus dan berhasil, Terima kasih kepada ibu dosen se Unilak yang telah berkenan menyisihkan gajinya, kami berharap semakin banyak dosen Unilak yang lolos seritikasi dosen." ujar Assoc Profesor Dr Dian Rianita.
Salah seorang penerima beasiswa, Bagus, mengaku terharu atas kepedulian para dosen yang bersedia menyisihkan sebagian penghasilannya untuk membantu mahasiswa.
" Kami sangat terharu, apalagi semakin bermakna dilakukan di bulan Ramadan, hanya ALLAH SWT yang dapat membalas, terima kasih untuk dosen dosenku," tuturnya.
Program Beasiswa Cendikia ini diharapkan dapat terus berlanjut sebagai bentuk solidaritas akademisi dalam membantu mahasiswa yang memiliki keterbatasan ekonomi namun berprestasi dalam bidang akademik. (*)



