Inovasi Mobil Hemat Energi UGM Unjuk Gigi di Qatar, Tim Semar Sabet Dua Gelar Internasional

Tim Semar Universitas Gadjah Mada (UGM) mengharumkan nama Indonesia di ajang Shell Eco-Marathon Asia Pacific and Middle East 2026 di Qatar. Melalui inovasi kendaraan hemat energi berbasis hidrogen dan listrik, Tim Semar berhasil meraih dua gelar juara dalam kompetisi internasional bergengsi tersebut.

Inovasi Mobil Hemat Energi UGM Unjuk Gigi di Qatar, Tim Semar Sabet Dua Gelar Internasional
Tim Semar UGM berada di podium setelah berhasil meraih Juara 1 kategori Urban Hydrogen, sementara Semar Prototype menempati Juara 3 kategori Prototype Listrik. (Sumber: Tim Semar via ugm.ac.id)

RINGKASAN BERITA:

  • Tim Semar UGM meraih Juara 1 Urban Hydrogen dan Juara 3 Prototype Listrik
  • Kompetisi diikuti lebih dari 1.000 mahasiswa dari 15 negara
  • Persiapan panjang dan strategi teknis jadi kunci keberhasilan

RIAUCERDAS.COM, QATAR - Inovasi mahasiswa Indonesia di bidang kendaraan hemat energi kembali mendapat pengakuan dunia.

Tim Semar Universitas Gadjah Mada (UGM) berhasil mencatatkan prestasi gemilang pada ajang Shell Eco-Marathon Asia Pacific and Middle East 2026 yang digelar di Lusail International Circuit, Doha, Qatar, pada 21–25 Januari 2026.

Dalam kompetisi tersebut, Tim Semar UGM membawa pulang dua penghargaan sekaligus.

Mobil Semar Urban berhasil meraih Juara 1 kategori Urban Hydrogen, sementara Semar Prototype menempati Juara 3 kategori Prototype Listrik.

Ajang ini diikuti lebih dari 1.000 mahasiswa dari 15 negara yang tergabung dalam 70 tim, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang diikuti 61 tim.

Pada kompetisi ini, UGM mengirimkan 20 mahasiswa yang tergabung dalam Komunitas Semar.

General Manager Tim Semar, Muhammad Ghani Prayatna, menyebut capaian tersebut sebagai hasil dari proses panjang yang dirancang secara sistematis.

Ia mengungkapkan bahwa tim harus membagi fokus antara dua kompetisi besar, yakni Kontes Mobil Hemat Energi (KMHE) di tingkat nasional dan Shell Eco-Marathon di tingkat internasional.

“Kami melakukan persiapan selama satu tahun penuh. Karena karakter bahan bakar di KMHE dan Shell Eco-Marathon berbeda, kami melakukan pengujian khusus untuk SEM 2026,” ujar Ghani, Senin (2/2/2026).

Ia menjelaskan, sejak Maret hingga Juni tim memusatkan perhatian pada pengujian mobil hidrogen.

Selanjutnya, periode Juli hingga Oktober digunakan untuk persiapan KMHE, sebelum akhirnya Oktober hingga Desember difokuskan sepenuhnya untuk Shell Eco-Marathon.

Menurut Ghani, tantangan terbesar selama persiapan adalah keterbatasan waktu.

Sementara saat kompetisi berlangsung, tim dihadapkan pada kondisi cuaca, pemeriksaan teknis yang ketat, hingga adanya indikasi kecurangan dari peserta lain.

“Kalau kendalanya teknis dan subjektif, saya berusaha menenangkan tim dan memastikan bahwa mobil kami sudah sesuai regulasi. Untuk indikasi kecurangan, saya meminta tim tetap fokus ke kendaraan, sementara saya yang berkoordinasi dengan pihak terkait,” ungkapnya.

Dalam menghadapi berbagai tantangan tersebut, Tim Semar juga mendapat dukungan dari sejumlah pihak, termasuk Keluarga Alumni Gadjah Mada (KAGAMA) Qatar dan dosen pembimbing, Dr. Jayan Sentanuhady, S.T., M.Eng., IPU., ASEAN Eng.

“Kami terus berkoordinasi dengan dosen pembina dan KAGAMA di Qatar. Dukungan ini sangat membantu, terutama dalam menentukan strategi selama kompetisi,” tambah Ghani.

Lebih dari sekadar raihan gelar, Ghani menilai keikutsertaan dalam kompetisi ini menjadi sarana pembelajaran penting bagi seluruh anggota tim, khususnya dalam mengelola emosi dan dinamika kerja di bawah tekanan.

“Momen paling berkesan bukan saat juara, tetapi ketika seluruh anggota tim mendapatkan pengalaman dan pembelajaran yang berharga. Regulasi emosi dan solidaritas tim sangat menentukan saat menghadapi masalah di lapangan,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Kemahasiswaan UGM, Dr. Hempri Suyatna, S.Sos., M.Si., menyampaikan apresiasi atas prestasi yang diraih Tim Semar.

Ia menilai keberhasilan tersebut ditopang oleh inovasi berkelanjutan dan kekompakan tim.

“Prestasi ini diharapkan menjadi pemantik semangat untuk capaian yang lebih tinggi di masa mendatang,” kata Hempri.

Ke depan, Ghani berharap Tim Semar UGM terus berprestasi di tingkat nasional maupun internasional, sekaligus membuka peluang kolaborasi dengan sektor swasta, BUMN, dan pemerintah.

“Kami berharap dukungan terhadap tim-tim inovasi mahasiswa Indonesia bisa semakin besar, baik secara finansial maupun nonfinansial. Kami juga membuka peluang kolaborasi dengan industri otomotif nasional,” pungkasnya. (*)