Bukan Sekadar Pentas Seni, SMAN 9 Pekanbaru Sulap Halaman Sekolah Jadi Festival Kuliner Nusantara

Pentas seni SMAN 9 Pekanbaru tampil berbeda dengan menghadirkan bazar kuliner nusantara. Kegiatan ini menjadi media pembelajaran nyata bagi siswa untuk mengasah kreativitas, jiwa kewirausahaan, dan kecintaan terhadap budaya daerah.

Bukan Sekadar Pentas Seni, SMAN 9 Pekanbaru Sulap Halaman Sekolah Jadi Festival Kuliner Nusantara
Pentas seni SMAN 9 Pekanbaru, Kamis (20/1/2026) tampil berbeda dengan menghadirkan bazar kuliner nusantara. (Sumber: Media Center Riau)

RINGKASAN BERITA: 

  • SMAN 9 Pekanbaru memadukan pentas seni dengan bazar kuliner nusantara.

  • Siswa dilatih kreativitas, kerja sama, dan jiwa UMKM sejak dini.

  • Jajanan khas Melayu Riau dan kuliner daerah lain diperkenalkan oleh siswa.

RIAUCERDAS.COM, PEKANBARU - Suasana halaman SMAN 9 Pekanbaru tampak semarak saat sekolah tersebut menggelar pentas seni yang dipadukan dengan bazar kuliner nusantara.

Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang ekspresi seni siswa, tetapi juga sarana pembelajaran kontekstual tentang kreativitas dan kewirausahaan.

Kepala SMAN 9 Pekanbaru, Darmina, mengatakan pentas seni tahun ini dikemas lebih variatif dengan menghadirkan bazar makanan dari berbagai daerah di Indonesia.

Sejumlah stan makanan berjajar rapi, menyuguhkan aneka jajanan khas dari Riau, Sumatera Barat, Kalimantan, Bali, hingga daerah lainnya.

“Tak hanya pentas seni, kami juga menampilkan berbagai bazar makanan nusantara. Terlihat ada stand dari beberapa daerah, seperti jajanan khas Riau, Sumbar, Kalimantan, Bali, dan daerah lainnya,” ujar Darmina di Pekanbaru, Kamis (29/1/2026).

Ia menjelaskan, kehadiran bazar tersebut merupakan bagian dari proses pembelajaran bagi siswa. Melalui kegiatan ini, sekolah berupaya menanamkan nilai kemandirian serta jiwa wirausaha sejak dini dengan cara praktik langsung.

“Ini menandakan bahwa kita juga mengajarkan bagaimana mereka berwirausaha dalam hal UMKM. Dengan begitu, ilmu ini bisa anak-anak terapkan setelah tamat sekolah nanti,” jelasnya.

Antusiasme siswa terlihat dari keterlibatan aktif dalam kegiatan bazar. Salah satu siswi kelas XI.4 SMAN 9 Pekanbaru, Nadia Khoirul Lutfi, mengaku senang mendapatkan pengalaman baru melalui kegiatan tersebut.

“Alhamdulillah, senang banget ada kegiatan seperti ini. Mulai dari menyiapkan konsep bazar, membagi tugas antar teman, hingga melayani pembeli, semuanya menjadi pembelajaran berharga,” ungkap Nadia.

Ia menambahkan, kelasnya menampilkan beragam jajanan khas Riau sebagai bentuk kebanggaan terhadap kuliner daerah. Menurutnya, kegiatan ini juga melatih kepercayaan diri dan kekompakan antar siswa.

Hal senada disampaikan siswi kelas XI.4 lainnya, Kinan. Ia menjelaskan bahwa kelasnya secara khusus mengangkat jajanan khas Melayu Riau, seperti bolu kemojo, kue bangkit, pelito daun, hingga es air mata pengantin. Seluruh proses, mulai dari persiapan hingga penjualan, dilakukan bersama-sama.

“Kami menjual dengan harga yang sesuai kantong anak sekolah. Pembuatannya juga kami lakukan bersama, jadi benar-benar belajar kerja sama dan tanggung jawab,” terangnya.

Dukungan terhadap kegiatan ini datang dari Komite Sekolah. Sekretaris Komite SMAN 9 Pekanbaru, Adrianti Yunita, mengapresiasi kolaborasi antara pihak sekolah, siswa, dan orang tua dalam mendukung pengembangan kreativitas pelajar.

“Harapan saya, kegiatan ini bisa menjadi agenda rutin untuk pengembangan kreativitas siswa. Komite selalu mendukung dan berkoordinasi dengan pihak sekolah serta paguyuban kelas,” pungkasnya. (*)