Pesantren Kilat di Pekanbaru Perkuat Program Cinta Alquran untuk Murid SD/MI

Pesantren kilat tahsin dan tahfiz di Pekanbaru menjadi bagian penguatan Program Cinta Alquran yang diterapkan di sekolah negeri untuk membentuk karakter religius siswa.

Pesantren Kilat di Pekanbaru Perkuat Program Cinta Alquran untuk Murid SD/MI
Suasana Pesantren Kilat yang diikuti murid kelas VI SD dan MI di Pekanbaru digelar di Masjid Al Fida', Sabtu (14/2/2026). (Sumber: pekanbaru.go.id)

RINGKASAN BERITA:

  • Pesantren kilat diikuti murid SD/MI sebagai penguatan pendidikan karakter.
  • Program Cinta Alquran rutin digelar di sekolah negeri tiga kali sepekan.
  • Kegiatan Ramadan melibatkan peran sekolah, masjid, dan orang tua.

RIAUCERDAS.COM, PEKANBARU - Sejumlah murid kelas VI SD dan MI di Pekanbaru mengikuti Pesantren Kilat Tahsin dan Tahfiz Alquran di Masjid Al Fida', Sabtu (14/2/2026).

Kegiatan ini menjadi bagian dari penguatan Program Cinta Alquran yang digagas pemerintah kota untuk membentuk karakter religius peserta didik.

Kegiatan tersebut dibuka oleh Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru, Syafrian Tommy.

Dalam sambutannya, ia menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat pendidikan karakter melalui pendekatan keagamaan di sekolah.

Menurutnya, Pemerintah Kota Pekanbaru terus mengembangkan Program Cinta Alquran yang telah diterapkan di seluruh sekolah negeri.

Program ini mengadopsi praktik baik dari sekolah-sekolah Muhammadiyah dan mulai berjalan rutin sejak tahun lalu.

Kegiatan membaca Alquran dilaksanakan secara berkala setiap Selasa, Rabu, dan Kamis di sekolah.

Lantunan ayat suci diharapkan menanamkan nilai ketakwaan sejak dini sekaligus membentuk generasi berakhlak mulia.

“Nilai-nilai ketakwaan ini tidak boleh berhenti pada generasi sekarang saja. Tetapi harus berkelanjutan dan diteruskan oleh anak-anak kita sebagai penerus pembangunan kota,” ujar Tommy.

Ia juga mengapresiasi peran Muhammadiyah Kota Pekanbaru yang menginisiasi kegiatan pesantren kilat selama Ramadan.

Program tersebut dinilai menjadi bagian penting dalam memperkuat pendidikan keagamaan bagi siswa.

Disdik telah menyusun jadwal pendidikan selama Ramadan, termasuk pengaturan hari libur dan hari masuk sekolah.

Selain itu, pesantren kilat akan digelar rutin setiap Sabtu di masjid-masjid pada masing-masing kecamatan.

Tommy mengajak guru dan orang tua untuk berperan aktif memastikan anak mengikuti kegiatan keagamaan tersebut sebagai bagian dari pembinaan karakter sejak usia dini. (*)