nam Daerah di Riau Terdeteksi Karhutla, Pemprov Tingkatkan Kesiapsiagaan Hadapi Musim Kemarau
Memasuki masa peralihan musim, Pemerintah Provinsi Riau meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman kebakaran hutan dan lahan. BPBD mencatat karhutla sudah terjadi di enam daerah, meski seluruhnya telah berhasil dikendalikan.
RINGKASAN BERITA:
-
Pemprov Riau meningkatkan kesiapsiagaan memasuki peralihan musim hujan ke kemarau.
-
Karhutla terpantau terjadi di enam daerah, termasuk Kota Pekanbaru.
-
Seluruh titik api berhasil dipadamkan, BPBD fokus pada tahap pendinginan.
RIAUCERDAS.COM, PEKANBARU - Memasuki masa peralihan musim dari hujan menuju kemarau, Pemerintah Provinsi Riau meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Langkah ini dilakukan seiring mulai munculnya sejumlah titik kebakaran di beberapa wilayah.
Plt Gubernur Riau, SF Hariyanto, mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Riau guna memperkuat upaya pencegahan di lapangan.
Ia menjelaskan, antisipasi dilakukan melalui kesiapan personel, peralatan, serta penguatan sinergi lintas instansi. Menurutnya, pencegahan menjadi kunci utama agar kebakaran tidak meluas di tengah kondisi cuaca yang mulai mengering.
Selain langkah pemerintah, Hariyanto juga mengajak masyarakat terlibat aktif menjaga lingkungan, khususnya dengan tidak membuka lahan menggunakan cara membakar yang berisiko memicu kebakaran besar.
Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD Damkar) Provinsi Riau mencatat, karhutla telah terjadi di enam daerah, yakni Kabupaten Bengkalis, Kepulauan Meranti, Kampar, Indragiri Hilir, Kuantan Singingi, serta Kota Pekanbaru.
Kepala BPBD Damkar Riau, M Edy Afrizal, menyebutkan seluruh kejadian kebakaran tersebut sudah berhasil dikendalikan.
Namun, di beberapa lokasi masih dilakukan proses pendinginan guna memastikan tidak ada titik api yang kembali muncul.
Ia menambahkan, BPBD Riau terus memperkuat koordinasi dengan instansi terkait untuk memantau wilayah rawan dan mencegah kebakaran lanjutan, terutama di daerah yang sebelumnya terdampak.
Dengan peningkatan kesiapsiagaan ini, Pemprov Riau berharap potensi karhutla dapat ditekan sejak dini serta dampak kabut asap yang kerap terjadi di musim kemarau tidak kembali terulang. (*)