UMRI Berikan Santunan 1.500 Dhuafa dan Tabligh Akbar

Sebanyak 1.500 dhuafa menerima santunan dalam kegiatan UMRI. Kegiatan itu juga dihadiri Plt Gubernur Riau, SF Hariyanto.

UMRI Berikan Santunan 1.500 Dhuafa dan Tabligh Akbar
Suasana Tabligh Akbar di kampus Universitas Muhammadiyah Riau, Jumat (13/3/2026) sore.

RINGKASAN BERITA:

  • Tabligh akbar menjadi acara punya dari rangkaian kegiatan UMRI di bulan ramadan
  • Tabligh akbar dihadiri sejumlah pihak. Termasuk Plt Gubernur Riau dan mantan Duta Besar RI untuk Lebanon
  • Acara ini juga diwarnai penyerahan hadiah bagi pemenang sejumlah lomba.

RIAUCERDAS.COM, PEKANBARU - Acara puncak Tabligh Akbar dan penyerahan santunan 1.500 dhuafa oleh Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI), bekerjasama dengan BAZNAS Riau.

Kegiatan Ini merupakan rangkaian kegiatan Ramadhan Ceria UMRI, sekaligus pemberian hadiah kepada pemenang Lomba Al Islam kemuhammadiyahan (AIK) dan pemenang lomba Musabaqoh Hifzil Qur'an (MHQ) Internasional UMRI yang berlangsung di halaman kampus, Jum'at (13/3/2026) sore hingga buka puasa bersama..

Dalam kegiatan tersebut dihadiri Koko Hardianto selaku Staf Kementerian Koperasi dan UMKM, Plt Gubernur Riau, SF Hariyanto, dan Ketus Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Hajriyanto Y. Thohari 

Hadir pula Masriadi Hasan selaku Ketua BAZNAS Provinsi Riau, Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Riau, Hendri Sayuti, H. Lawanis selaku donatur santunan dhuafa, Ketua BPH UMRI, HM Nazir Karim dan segenap civitas akademika UMRI.

Dalam sambutannya Rektor UMRI, Saidul Amin melaporkan bahwa UMRI kini sudah berusia 17 tahun dengan mahasiswa lebih kurang 14 ribu orang.

UMRI kini memiliki 9 fakultas dan 30 program studi yang di antaranya sudah mendapat predikat Unggul. 

Saidul juga menyampaikan acara Ramadhan Ceria ini merupakan kegiatan tahunan yang di dalamnya banyak agenda.

"Kegiatan ini tidak hanya memberikan santunan kepada 1.500 dhuafa namun UMRI juga melaksanakan MHQ Internasional yang diikuti 11 negara dengan 93 peserta," ucapnya.

Di sela kegiatan tersebut juga di-launching Koperasi Syariah Majelis Ulama Indonesia Provinsi Riau.

Untuk diketahui, selain rektor, Saidul Amin sekaligus menjabat Ketua MUI Provinsi Riau.

Sementara, Koko Hardianto memberikan apresiasi kepada UMRI yang merupakan bagian syiar Islam sekaligus penguatan nilai -nilai keislaman di tengah masyarakat.

Hal ini sejalan dengan semangat koperasi yang mengusung asas kebersamaan dan gotong royong.

 "Koperasi diharapkan akan berjalan secara profesional saling menguatkan dan memberdayakan," ucap Koko.

Ia menambahkan, adanya Koperasi Syariah MUI diharapkan menjadi penggerak dan kakak asuh bagi Koperasi Desa kelurahan Merah Putih di Provinsi Riau yang telah menjadi program unggulan Presiden Republik Indonesia.

Dalam kesempatan itu, Plt Gubernur Riau SF Hariyanto, mengucapkan rasa syukur dapat langsung menghadiri kegiatan yang penuh nilai silaturahmi ukhuwah serta kepedulian kepada sesama ini.

Dia juga menyampaikan UMRI merupakan mitra strategis bagi pemerintah provinsi Riau dalam mencetak Sumber Daya Manusia yang unggul untuk masa depan Riau.

Pemerintah Riau, kata dia, telah menyiapkan anggaran beasiswa sebesar Rp62 miliar bagi anak-anak Riau yang ingin melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi.

Itu, katanya, bentuk komitmen pemerintah Riau mendukung dunia pendidikan dan meningkatkan kualitas sumberdaya Manusia.

"Dari jumlah tersebut, Universitas Muhammadiyah Riau mendapatkan alokasi sebesar Rp7,1 miliar," ucapnya.

Lalu, dalam tausyiyah singkat, Drs. H. Hajriyanto Y. Thohari,MA yang pernah menjadi Duta Besar Indonesia untuk Lebanon mengatakan sangat berbangga UMRI berkembang sedemikian cepat di bawah dukungan internal warga persyarikatan Muhammadiyah dan bantuan Pemerintah Riau. 

Dalam tausiyahnya menyampaikan makna dari surat Muhammad yang sejalan dengan semangat Muhammadiyah selalu memberikan manfaat bagi seluruh umat tidak hanya warganya namun juga untuk nonmuslim.

"Amal usaha Muhammadiyah ada universitas dan juga rumah sakit siapa saja mendapatkan pelayanan yang sama tidak membeda-bedakan agama dan partainya," kata dia.

Hajriyanto mengatakan Muhammadiyah memiliki semangat pluralisme dan toleransi serta keterbukaan.

"Terbukti di Universitas Muhammadiyah Sorong di Papua Barat 82 persen mahasiswanya beragama Kristen," tuturnya. 

Kegiatan tersebut dilanjutkan dengan buka bersama dan salat Maghrib berjamaah serta diakhiri dengan pembagian santunan kepada 1.500 dhuafa sebagai penerima manfaat. (*)