Hotspot di Riau Dominasi Pulau Sumatera, Tercatat 315 Titik pada Sabtu

Jumlah hotspot di Riau melonjak hingga 315 titik dan menjadi yang tertinggi di Pulau Sumatera. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar karena berpotensi memicu kebakaran hutan dan lahan.

Hotspot di Riau Dominasi Pulau Sumatera, Tercatat 315 Titik pada Sabtu
Informasi FDRS atau Tingkat Bahaya Kebakaran kondisi Sabtu (14/3/2026) ini.(Sumber: Stamet SSK II Pekanbaru)

RINGKASAN BERITA:

  • Hotspot di Riau mencapai 315 titik, tertinggi di Pulau Sumatera.
  • Sebaran terbanyak berada di Kabupaten Pelalawan dengan 164 titik.
  • Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika mengimbau masyarakat tidak membuka lahan dengan cara membakar karena cuaca relatif kering.

RIAUCERDAS.COM, PEKANBARU - Sebaran titik panas di wilayah Riau kembali menunjukkan peningkatan signifikan.

Data terbaru dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat provinsi ini menyumbang jumlah hotspot terbanyak di kawasan Sumatra.

Dijelasjan Forecaster BMKG Stasiun Pekanbaru, Sanya Gautami, pada Sabtu (14/3/2026) total hotspot di Sumatra mencapai 459 titik.

Dari jumlah tersebut, sebagian besar berada di wilayah Riau.

Riau tercatat memiliki 315 titik panas yang tersebar di berbagai kabupaten dan kota.

Angka tersebut menunjukkan peningkatan dibandingkan hari sebelumnya sehingga berpotensi meningkatkan risiko terjadinya kebakaran hutan dan lahan.

Wilayah dengan jumlah hotspot terbanyak berada di Kabupaten Pelalawan dengan 164 titik.

Disusul Kabupaten Bengkalis sebanyak 64 titik.

Selanjutnya titik panas juga terdeteksi di Kabupaten Rokan Hilir sebanyak 27 titik, Indragiri Hilir 26 titik, dan Kampar 15 titik. Sementara di Kota Dumai tercatat 11 titik.

Beberapa daerah lain juga terpantau memiliki hotspot meski jumlahnya lebih sedikit, seperti Kabupaten Kuantan Singingi sebanyak 4 titik dan Kepulauan Meranti 2 titik.

Sedangkan masing-masing satu titik terdeteksi di Kabupaten Siak dan Kabupaten Indragiri Hulu.

Selain Riau, sejumlah provinsi lain di Sumatra juga mencatat keberadaan hotspot.

Masing-masing Jambi sebanyak 40 titik, Kepulauan Riau 24 titik, serta Sumatra Utara dan Sumatra Selatan yang masing-masing mencatat 21 titik.

Sementara itu Kepulauan Bangka Belitung tercatat memiliki 16 titik dan Aceh sebanyak 14 titik.

Adapun jumlah yang lebih sedikit terpantau di Sumatera Barat dengan tujuh titik serta Bengkulu yang hanya mencatat satu titik.

BMKG mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar.

Kondisi cuaca yang cenderung kering dikhawatirkan dapat mempercepat terjadinya kebakaran hutan dan lahan.

Dari sisi kondisi atmosfer, cuaca di Riau secara umum diprakirakan cerah hingga berawan.

Meski demikian, peluang hujan dengan intensitas ringan sampai sedang masih dapat terjadi di sejumlah wilayah sepanjang hari.

Menurut Sanya Gautami, pada pagi hari hujan berpotensi turun di sebagian wilayah Kabupaten Kampar, Rokan Hulu, Kuantan Singingi, Indragiri Hulu serta sebagian wilayah Kota Pekanbaru.

Memasuki siang hingga sore hari, hujan ringan hingga sedang diperkirakan masih berpeluang terjadi di beberapa daerah seperti Kabupaten Siak, Rokan Hilir,  Bengkalis, Pelalawan, Kabupaten Kepulauan Meranti hingga Kabupaten Indragiri Hilir dan Kota Pekanbaru.

Di malam hari, hujan juga masih berpotensi turun di beberapa wilayah seperti Kabupaten Rokan Hulu, Kabupaten Bengkalis, Kabupaten Siak hingga Kota Dumai.

BMKG juga mengeluarkan peringatan dini terkait potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai petir serta angin kencang.

Kondisi tersebut berpeluang terjadi di wilayah Kabupaten Kampar, Rokan Hulu, dan Kuantan Singingi pada pagi serta sore hingga malam hari. 

Potensi serupa juga dapat terjadi di Kabupaten Bengkalis, Siak, dan Indragiri Hilir pada siang hingga sore hari. (*)