Prakiraan Cuaca Riau 28 Februari: Cerah Berawan, BMKG Deteksi 3 Hotspot
BMKG memprakirakan cuaca Riau pada 28 Februari didominasi cerah berawan tanpa peringatan cuaca ekstrem. Namun, terdeteksi tiga hotspot di Riau sehingga masyarakat diminta waspada karhutla.
RINGKASAN BERITA:
- Cuaca Riau umumnya cerah berawan, hujan ringan hanya terjadi lokal.
- Tidak ada peringatan dini cuaca ekstrem dari BMKG.
- Tiga hotspot terdeteksi di Riau, masyarakat diimbau waspada karhutla.
RIAUCERDAS.COM, PEKANBARU - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan kondisi cuaca di Riau pada Sabtu (28/2/2026) relatif stabil tanpa potensi cuaca ekstrem. Sejak pagi, wilayah ini diperkirakan mengalami udara kabur hingga cerah berawan.
Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru, Deby C, dalam pembaruan pukul 07.00 WIB menyebutkan bahwa menjelang siang, langit di sebagian besar daerah masih didominasi kondisi cerah berawan hingga berawan.
Perubahan cuaca berpeluang terjadi pada sore sampai malam hari. Hujan ringan bersifat lokal diprakirakan turun di sebagian wilayah Indragiri Hilir, sementara wilayah lain cenderung tetap berawan atau cerah berawan.
Saat memasuki dini hari, cuaca kembali diperkirakan berkabut tipis hingga berawan. BMKG memastikan tidak ada peringatan dini terkait cuaca ekstrem untuk wilayah Riau sepanjang hari ini.
Dari sisi suhu, udara diprediksi berkisar antara 23 hingga 34 derajat Celsius dengan tingkat kelembapan 55–98 persen. Angin bertiup dari arah barat laut hingga timur laut dengan kecepatan 10 sampai 30 kilometer per jam.
Kondisi laut di perairan Riau juga relatif aman. Tinggi gelombang diprakirakan berada di kisaran 0,5–1,25 meter atau masuk kategori rendah.
Sementara itu, pemantauan satelit mencatat adanya 21 titik panas di wilayah Sumatra, dengan tiga titik terdeteksi di Riau. Rinciannya, dua titik berada di Indragiri Hilir dan satu titik di Kuantan Singingi.
BMKG mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Warga juga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan. (*)