Cetak Pemimpin Pendidikan, Kemendikdasmen Gandeng McGill University dan UEA
Kemendikdasmen memperkuat diplomasi pendidikan internasional melalui kerja sama strategis dengan McGill University Kanada dan Uni Emirat Arab. Kolaborasi ini diarahkan untuk meningkatkan mutu guru, kepemimpinan sekolah, serta penguatan sistem pendidikan nasional yang inklusif dan berkelanjutan.
RINGKASAN BERITA:
- Kerja sama trilateral Indonesia–Kanada–UEA fokus pada peningkatan kualitas guru dan pemimpin sekolah.
- Program didukung hibah transformatif Khalifa Bin Zayed Al Nahyan Foundation melalui UAE–Indonesia Future Leaders Program.
- Universitas Indonesia dan sejumlah kampus UEA terlibat dalam jejaring kolaborasi internasional selama lima tahun.
RIAUCERDAS.COM, JAKARTA - Upaya peningkatan kualitas pendidikan nasional terus diperluas ke tingkat global.
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menjalin kemitraan strategis dengan McGill University Kanada dan Uni Emirat Arab (UEA) untuk memperkuat kapasitas guru, kepemimpinan sekolah, serta sistem pendidikan yang berkelanjutan.
Kolaborasi lintas negara ini menjadi bagian dari strategi diplomasi pendidikan pemerintah dalam membangun ekosistem pembelajaran yang adaptif terhadap tantangan masa depan.
Melalui kerja sama tersebut, pendidik dan tenaga kependidikan Indonesia diharapkan memperoleh akses lebih luas terhadap pengembangan kompetensi bertaraf internasional.
Kemitraan ini didukung hibah dari Khalifa Bin Zayed Al Nahyan Foundation (UEA) kepada McGill University untuk membentuk UAE–Indonesia Future Leaders Program.
Program tersebut dirancang sebagai platform kolaboratif yang memadukan keahlian lintas disiplin, skema beasiswa, serta pertukaran pengetahuan guna mendorong peningkatan kapasitas sumber daya manusia, khususnya di bidang pendidikan, teknik, kesehatan, dan keberlanjutan.
Kerja sama trilateral ini berlandaskan Memorandum Saling Pengertian antara Kemendikdasmen dan McGill University yang ditandatangani di Jakarta pada 1 Desember 2025.
Kesepakatan tersebut menjadi payung kolaborasi yang mencakup pengembangan kepemimpinan pendidikan, peningkatan profesionalisme guru, inovasi kurikulum dan asesmen, riset bersama, hingga penguatan jejaring internasional.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti menegaskan bahwa kualitas guru dan pemimpin sekolah merupakan fondasi utama transformasi pendidikan.
Menurutnya, investasi pada dua aspek tersebut akan memberikan dampak jangka panjang bagi perbaikan mutu pembelajaran secara berkelanjutan.
Dalam pelaksanaannya, Universitas Indonesia ditetapkan sebagai salah satu mitra strategis utama.
McGill University juga berperan sebagai penghubung terbentuknya jejaring baru antara perguruan tinggi Indonesia dan universitas di UEA, di antaranya United Arab Emirates University, University of Sharjah, Khalifa University, dan Zayed University.
Jejaring ini diharapkan mendorong pertukaran praktik baik, kolaborasi riset, serta penguatan kapasitas kelembagaan.
Program kerja sama yang dirancang untuk jangka waktu lima tahun tersebut akan memprioritaskan penguatan pendidikan guru dan kepemimpinan sekolah.
Salah satu fokusnya melalui program International Leadership in Education and Administrative Development (ILEAD) di Faculty of Education McGill, dengan sasaran widyaiswara, guru dalam jabatan, kepala sekolah, serta administrator pendidikan.
Selain sektor pendidikan, kemitraan ini juga membuka peluang penguatan kapasitas nasional di bidang lain seperti kesehatan dan keberlanjutan.
Dukungan program meliputi fellowship, pendidikan lanjutan bagi guru, hibah riset, inisiatif berbagi pengetahuan, hingga pengembangan kepemimpinan.
McGill University juga membuka kesempatan bagi mahasiswa pascasarjana Indonesia untuk mengikuti pelatihan riset dan melakukan sebagian penelitian tesis di bawah bimbingan profesor setempat.
Kemendikdasmen menegaskan bahwa kerja sama internasional ini tidak berhenti pada peningkatan mutu pendidikan semata, tetapi juga diarahkan untuk menyiapkan talenta lintas sektor yang relevan dengan kebutuhan pembangunan nasional.
Implementasi teknis selanjutnya akan diatur melalui kesepakatan lanjutan antarunit terkait, termasuk penetapan target, pembagian peran, jadwal pelaksanaan, serta mekanisme pendanaan.
Pemerintah menegaskan komitmennya mempercepat transformasi pembelajaran melalui diplomasi pendidikan global ini.
Pemerintah juga memperkuat kepemimpinan pendidikan, dan memastikan manfaat peningkatan kualitas dapat dirasakan lebih luas oleh peserta didik di seluruh Indonesia. (*)