Wamendikdasmen Tinjau MPLS Ramah 2026, Pastikan Tak Ada Perpeloncoan
Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Fajar Riza Ul Haq, meninjau pelaksanaan MPLS Ramah 2026 di SMA Labschool Kebayoran, Jakarta Selatan. Kunjungan ini dilakukan untuk memastikan pelaksanaan masa pengenalan sekolah berlangsung aman, nyaman, inklusif, serta bebas dari praktik perundungan dan perpeloncoan.
RINGKASAN BERITA :
- Wamendikdasmen Fajar Riza Ul Haq meninjau langsung pelaksanaan MPLS Ramah 2026 di SMA Labschool Kebayoran.
- Kemendikdasmen memastikan MPLS bebas dari praktik perundungan dan perpeloncoan melalui pengawasan langsung serta penerapan Permendikdasmen Nomor 12 Tahun 2026.
- SMA Labschool Kebayoran melibatkan OSIS, MPK, dan Rohis sebagai mentor untuk membantu proses adaptasi murid baru dalam suasana yang aman dan inklusif.
RIAUCERDAS.COM, JAKARTA - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memastikan pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah 2026 berjalan sesuai ketentuan dengan mengedepankan keamanan dan kenyamanan peserta didik baru.
Hal itu ditegaskan melalui kunjungan Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Fajar Riza Ul Haq, ke SMA Labschool Kebayoran, Jakarta Selatan, Senin (13/7/2026).
Kunjungan tersebut dilakukan untuk memantau implementasi MPLS Ramah sekaligus memastikan hak-hak peserta didik baru terpenuhi selama menjalani masa transisi menuju jenjang sekolah menengah atas.
Dalam kesempatan itu, Fajar menyapa sekitar 290 murid baru yang mengikuti rangkaian MPLS sekaligus menegaskan komitmen Kemendikdasmen dalam mengarusutamakan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman (BSAN) di seluruh satuan pendidikan.
Di hadapan para siswa, Fajar mengatakan sekolah harus menjadi ruang belajar yang mampu memberikan rasa aman sekaligus mendukung perkembangan peserta didik secara menyeluruh.
"Kita tekankan bahwa sekolah itu harus menjadi rumah kedua buat anak-anak kita. Karena kan prinsip dasarnya bagaimana sekolah itu menjadi ekosistem pembelajaran yang ramah, inklusif, dan juga mendorong pertumbuhan anak secara alamiah," terang Fajar.
Ia juga mengapresiasi upaya SMA Labschool Kebayoran yang sejak awal membangun karakter kepemimpinan murid melalui berbagai kegiatan selama masa pengenalan sekolah.
Menurutnya, pembentukan karakter pemimpin yang berlandaskan nilai-nilai Pancasila dan memiliki daya saing global menjadi salah satu praktik baik yang dapat menjadi contoh bagi sekolah lain.
Sementara itu, Kepala SMA Labschool Kebayoran, Suparno, menjelaskan pelaksanaan MPLS berlangsung selama lima hari, dimulai dari pra-MPLS pada Jumat (10/7/2026) hingga Jumat (17/7/2026).
Program tersebut dirancang tidak hanya untuk mengenalkan lingkungan sekolah, sarana prasarana, dan warga sekolah, tetapi juga memperkuat karakter kebangsaan, ketakwaan, serta jiwa kepemimpinan peserta didik.
Suparno mengatakan OSIS, Majelis Perwakilan Kelas (MPK), dan Rohis dilibatkan sebagai mentor yang mendampingi murid baru selama kegiatan berlangsung.
"Jadi panitianya bukan hanya guru, justru kita merangkul organisasi kesiswaan seperti OSIS, MPK, Rohis juga untuk ikut serta dalam satu kepanitiaan yang desainnya kayak tadi, jadi mentor," ujar Suparno.
Untuk menjamin pelaksanaan MPLS berlangsung aman, Kemendikdasmen menegaskan penerapan Permendikdasmen Nomor 12 Tahun 2026 tentang Pelaksanaan MPLS Ramah.
Fajar menegaskan kementerian tidak hanya menerbitkan regulasi, tetapi juga melakukan sosialisasi dan pemantauan langsung ke sekolah-sekolah guna memastikan tidak terjadi praktik perundungan maupun perpeloncoan.
"Pertama tentu kita sudah bikin surat edaran ya, ada Permendikdasmen Nomor 12 Tahun 2026. Yang kedua kita juga melakukan sosialisasi. Yang ketiga kami juga melakukan secara proaktif datang ke sekolah-sekolah untuk memastikan tidak ada pembulian dan perpeloncoan," kata dia.
Selain itu, pihak sekolah menerapkan sistem keterbukaan informasi kepada orang tua dengan membagikan buku panduan dan rincian kegiatan MPLS agar proses adaptasi peserta didik dapat dipantau bersama dan berlangsung secara aman, tertib, serta menyenangkan. (*)