Mahasiswa KUKERTA Unri Latih Ibu PKK Kuansing Olah Minyak Jelantah Jadi Lilin Aromaterapi
Mahasiswa KUKERTA Universitas Riau menggelar pelatihan pembuatan lilin aromaterapi berbahan minyak jelantah bagi 130 ibu PKK di Kecamatan Kuantan Hilir Seberang, Kuantan Singingi. Program ini bertujuan mengurangi limbah rumah tangga sekaligus membuka peluang usaha berbasis produk ramah lingkungan.
RINGKASAN BERITA:
- Mahasiswa KUKERTA Unri melatih 130 ibu PKK mengolah minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi yang memiliki nilai jual.
- Pelatihan mengajarkan proses pembuatan produk mulai dari penyaringan minyak hingga pengemasan lilin aromaterapi.
- Program ini diharapkan mengurangi pencemaran lingkungan sekaligus membuka peluang usaha rumahan berbasis limbah rumah tangga.
RIAUCERDAS.COM, KUANTAN SINGINGI - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KUKERTA) Reguler Universitas Riau (Unri) Tahun 2026 mendorong pemanfaatan limbah rumah tangga menjadi peluang usaha melalui pelatihan pembuatan lilin aromaterapi berbahan minyak jelantah.
Kegiatan tersebut diikuti 130 ibu PKK dari seluruh desa di Kecamatan Kuantan Hilir Seberang, Kabupaten Kuantan Singingi, Kamis (9/7/2026).
Pelatihan merupakan bagian dari program kerja KUKERTA Unri di Desa Pulau Baru yang mengangkat tema "Pemanfaatan Minyak Jelantah Menjadi Lilin Aromaterapi sebagai Produk Ramah Lingkungan yang Bernilai Ekonomi."
Program ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mengelola limbah rumah tangga agar memiliki nilai tambah sekaligus mendukung pelestarian lingkungan.
Kegiatan diawali dengan penyampaian materi mengenai potensi minyak jelantah sebagai bahan baku produk bernilai ekonomi.
Materi disampaikan mahasiswa KUKERTA Unri, Valina Septriani Arimbi dan Nadjwa Laras Salsabilla, yang menjelaskan cara mengubah limbah minyak goreng bekas menjadi lilin aromaterapi.
Setelah sesi teori, peserta mengikuti praktik langsung mulai dari proses penyaringan minyak jelantah, pencampuran bahan, penambahan aroma, hingga pencetakan dan pengemasan lilin.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan dengan banyaknya pertanyaan serta praktik pembuatan produk secara mandiri.
Ketua Tim KUKERTA Unri Desa Pulau Baru, Fahreza Mardinata, mengatakan kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya mahasiswa mengedukasi masyarakat mengenai pengelolaan limbah rumah tangga yang berkelanjutan.
"Kami berharap masyarakat, khususnya ibu-ibu PKK, dapat melihat bahwa minyak jelantah bukan hanya limbah yang harus dibuang, tetapi juga dapat diolah menjadi produk yang bermanfaat dan memiliki nilai jual. Dengan demikian, selain menjaga lingkungan, kegiatan ini juga diharapkan dapat membuka peluang usaha baru bagi masyarakat," ujarnya.
Ketua TP PKK Kecamatan Kuantan Hilir Seberang, Tarma Wanita, S.Th.I, menyambut baik pelaksanaan pelatihan tersebut.
Menurutnya, kegiatan ini memberikan pengetahuan sekaligus keterampilan baru yang dapat diterapkan oleh ibu-ibu PKK di desa masing-masing.
"Pelatihan ini sangat bermanfaat karena memberikan solusi dalam mengelola minyak jelantah agar tidak mencemari lingkungan. Kami berharap ilmu yang diperoleh hari ini dapat diterapkan dan dikembangkan menjadi usaha rumahan yang mampu meningkatkan perekonomian keluarga," ungkapnya.
Kegiatan tersebut dilaksanakan di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Drs. Hendripides, M.Si, sebagai bagian dari program pengabdian kepada masyarakat yang dijalankan mahasiswa KUKERTA Unri.
Melalui program ini, mahasiswa berharap masyarakat semakin peduli terhadap pengelolaan limbah rumah tangga serta mampu mengembangkan produk kreatif berbahan minyak jelantah yang memiliki nilai ekonomi.
Ibu-ibu PKK diharapkan dapat menjadi pelopor dalam mengubah limbah menjadi peluang usaha yang mendukung kesejahteraan masyarakat sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.
Tim KUKERTA Unri Desa Pulau Baru yang menyelenggarakan kegiatan ini terdiri atas 10 mahasiswa yang diketuai oleh Fahreza Mardinata, dengan anggota Dwi Nur Khasanah, Helfy Dwi Farahdilla, Dwi Febyona Asmita, Ninda Nurhidayatun Nisa, Dwi Febyoni Asmita, Yusup Martua, Valina Septriani Arimbi, Edi Febriyanto, dan Nadjwa Laras Salsabilla. (rls)
NB: Artikel ini merupakan kiriman mahasiswa KUKERTA Unri yang diterima redaksi.