Saat Webinar Nasional, Polbeng Dorong PLP Kuasai Generative AI
Transformasi digital dalam pengelolaan laboratorium pendidikan menjadi fokus webinar nasional yang digelar PPLPI Pengda Sumatera I di Politeknik Negeri Bengkalis. Kegiatan ini juga menandai pelantikan perdana pengurus Pengelola Laboratorium Pendidikan (PLP) Polbeng sebagai upaya memperkuat profesionalisme dan kompetensi SDM laboratorium.
RINGKASAN BERITA :
- Webinar nasional PPLPI di Polbeng menyoroti pemanfaatan Generative AI dan prompt engineering untuk meningkatkan kinerja pengelola laboratorium pendidikan.
- Polbeng resmi memiliki kepengurusan PLP pertama yang diharapkan menjadi penggerak profesionalisasi pengelolaan laboratorium kampus.
- Kegiatan menghadirkan materi pengembangan karir PLP sekaligus pengenalan berbagai tools AI yang dapat mendukung efektivitas kerja di era digital.
RIAUCERDAS.COM, BENGKALIS - Pemanfaatan teknologi Generative AI dalam pengelolaan laboratorium pendidikan menjadi perhatian utama dalam webinar nasional yang diselenggarakan Perhimpunan Pengelola Laboratorium Pendidikan Indonesia (PPLPI) Pengda Sumatera I.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi momentum penguatan organisasi melalui pelantikan pengurus Pengelola Laboratorium Pendidikan (PLP) Lemdik Politeknik Negeri Bengkalis (Polbeng).
Webinar bertajuk “Optimalisasi Kinerja PLP melalui Pemanfaatan Generative AI dengan Prompt Engineering dan Pengembangan Karir PLP” digelar secara hybrid pada Kamis (18/6/2026) di Aula Mini Conference Gedung Kuliah Terpadu (GKT) 1 Polbeng dan melalui Zoom Meeting.
Ketua Umum PPLPI, Sofyan, hadir langsung dalam kegiatan tersebut sekaligus melantik pengurus PLP Polbeng.
Turut hadir Ketua Pusat Penelitian, Pengembangan, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Penjaminan Mutu (P4MP) Polbeng, Teguh Widodo.
Dalam sambutannya, Sofyan menegaskan bahwa PPLPI memiliki peran penting dalam meningkatkan kapasitas dan profesionalisme pengelola laboratorium pendidikan di Indonesia.
Ia berharap kehadiran kepengurusan PLP di Polbeng dapat memperkuat kolaborasi dan pengembangan laboratorium pendidikan antarinstansi.
“PPLPI hadir sebagai wadah untuk meningkatkan kompetensi dan profesionalisme pengelola laboratorium pendidikan di Indonesia. Kami berharap dengan adanya kepengurusan PLP di Polbeng, sinergi antarinstitusi dalam pengelolaan laboratorium semakin kuat,” kata Sofyan.
Sementara itu, Teguh Widodo menilai terbentuknya kepengurusan PLP di Polbeng untuk pertama kalinya merupakan langkah strategis dalam memperkuat tata kelola laboratorium yang lebih profesional.
Pembentukan kepengurusan PLP di Polbeng untuk pertama kalinya ini merupakan langkah besar dalam pengelolaan laboratorium yang lebih profesional.
"Kami berharap PLP Polbeng dapat menjadi motor penggerak dalam meningkatkan kualitas praktikum dan penelitian di lingkungan kampus,” ujar Teguh.
Pada sesi webinar, peserta mendapatkan materi terkait pengembangan karir PLP yang disampaikan oleh Kabid Karir dan Kepangkatan PPLPI, Muntaha.
Selain itu, PLP Terampil Polbeng, Isna Yulia, memaparkan pemanfaatan Generative AI dan teknik prompt engineering untuk mendukung efektivitas pekerjaan pengelola laboratorium.
Berbagai aplikasi dan perangkat pendukung berbasis kecerdasan buatan turut diperkenalkan sebagai bagian dari upaya meningkatkan produktivitas dan kualitas layanan laboratorium pendidikan.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan melalui sesi diskusi dan tanya jawab yang berlangsung interaktif.
Kegiatan ini juga mendapat dukungan dari PT Kurniajaya Muktisentosa Laboratory Equipment dan PT Arkamaya Guna Saharsa.
Kedua perusahaan tersebut turut memperkenalkan produk serta layanan yang dapat mendukung pengembangan laboratorium pendidikan.
Melalui pelantikan dan webinar nasional ini, Polbeng berharap para pengelola laboratorium yang baru dilantik dapat terus meningkatkan kompetensi dan profesionalisme dalam menghadapi era transformasi digital.
Institusi tersebut juga menegaskan komitmennya untuk mendukung pengembangan PLP sebagai bagian penting dalam menciptakan laboratorium pendidikan yang inovatif dan mampu bersaing di tingkat global. (*)