UIN Suska Riau Matangkan Pembukaan Prodi Kedokteran dan Profesi Dokter
Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Syarif Kasim Riau menggelar Workshop Strategi Pembukaan Program Studi Kedokteran dan Profesi Dokter sebagai langkah strategis pengembangan institusi dan peningkatan kualitas pendidikan kesehatan. Kegiatan ini membahas kesiapan akademik, SDM, sarana prasarana, hingga jejaring rumah sakit pendidikan.
RINGKASAN BERITA:
-
UIN Suska Riau mempersiapkan pembukaan Prodi Kedokteran dan Profesi Dokter secara menyeluruh.
-
Pembahasan mencakup kurikulum, SDM, sarana prasarana, dan standar akreditasi.
-
Kerja sama dengan rumah sakit pendidikan dan integrasi nilai keislaman menjadi kekuatan utama.
RIAUCERDAS.COM, PEKANBARU - Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Syarif Kasim Riau menggelar Workshop Strategi Pembukaan Program Studi Kedokteran dan Profesi Dokter sebagai upaya mempersiapkan pendirian pendidikan kedokteran secara komprehensif. Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, 26–28 Januari 2026, di Hotel Pangeran, Kota Pekanbaru.
Workshop tersebut diikuti oleh pimpinan dan pemangku kepentingan internal UIN Sultan Syarif Kasim Riau, mulai dari Rektor, Wakil Rektor I dan II, Kepala Biro AUPK, Kepala Biro AAKK, para dekan, Direktur Pascasarjana, Ketua Senat, Ketua LPM, hingga unit dan tim pendirian Fakultas Kedokteran.
Kegiatan ini juga melibatkan perwakilan dari Universitas Muhammadiyah serta Rumah Sakit Madani Kota Pekanbaru sebagai mitra pendukung.
Forum ini bertujuan menyatukan visi dan langkah strategis dalam pendirian Program Studi Kedokteran dan Profesi Dokter, dengan fokus pada kesiapan akademik, penyusunan kurikulum, ketersediaan sumber daya manusia, pemenuhan sarana dan prasarana, serta standar akreditasi yang ditetapkan lembaga terkait.
Workshop secara resmi dibuka oleh Rektor UIN Sultan Syarif Kasim Riau, Prof. Dr. Hj. Leny Nofianti, MS, SE, M.Si., Ak., CA.
Dalam sambutannya, Rektor menegaskan pentingnya perumusan strategi yang terukur dan realistis, serta penguatan jejaring dengan rumah sakit pendidikan dan pemangku kepentingan lainnya.
Ia mengajak seluruh civitas akademika untuk bersinergi dan berkomitmen bersama mewujudkan Program Studi Kedokteran dan Profesi Dokter di UIN Suska Riau.
Sebagai narasumber, Dekan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Dr. dr. Yuyun Yueniwati, M.Kes., Sp.Rad(K) Konsultan, menekankan bahwa pembukaan program studi kedokteran membutuhkan perencanaan matang dan kolaboratif.
Menurutnya, pemenuhan aspek administratif harus sejalan dengan komitmen menghasilkan lulusan dokter yang profesional, beretika, dan berintegritas.
Prof. Yuyun juga menyoroti pentingnya sinergi antara perguruan tinggi, rumah sakit pendidikan, dan pemangku kepentingan lainnya agar proses pendidikan dokter berjalan sesuai standar nasional dan internasional.
Ia menambahkan bahwa integrasi keilmuan kedokteran dengan nilai-nilai keislaman merupakan kekuatan khas perguruan tinggi Islam dalam mencetak dokter yang humanis dan berakhlak.
Selama workshop berlangsung, peserta terlibat aktif dalam diskusi mengenai tantangan pendirian Fakultas Kedokteran, kebutuhan rumah sakit pendidikan, serta kesiapan dosen dan tenaga pendukung.
Melalui kegiatan ini, UIN Sultan Syarif Kasim Riau menegaskan komitmennya untuk menjawab kebutuhan masyarakat akan tenaga medis berkualitas sekaligus memperluas kontribusi perguruan tinggi Islam dalam pengembangan kesehatan nasional. (*)