Kemendikdasmen Luncurkan Pelatihan Mandiri PM-KKA, Targetkan 300 Ribu Guru
Kemendikdasmen meluncurkan Pelatihan Mandiri Pembelajaran Mendalam serta Koding dan Kecerdasan Artifisial (PM-KKA) melalui kanal Ruang GTK di Aplikasi Rumah Pendidikan. Program ini ditargetkan menjangkau lebih dari 300 ribu guru dan tenaga kependidikan di seluruh Indonesia.
RINGKASAN BERITA:
- Kemendikdasmen meluncurkan Pelatihan Mandiri PM-KKA melalui Ruang GTK di Aplikasi Rumah Pendidikan yang dapat diakses dari mana saja.
- Program ini menargetkan lebih dari 300 ribu guru dan tenaga kependidikan dari 140 ribu satuan pendidikan di seluruh Indonesia.
- Pelatihan dilaksanakan melalui dua jalur, yakni luring berbasis KKG/MGMP dan daring melalui Pelatihan Mandiri serta Diklat Bauran berbasis LMS.
RIAUCERDAS.COM, JAKARTA - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memperluas akses peningkatan kompetensi guru.
Hal itu diwujudkan dengan meluncurkan Pelatihan Mandiri Pembelajaran Mendalam serta Koding dan Kecerdasan Artifisial (PM-KKA) melalui kanal Ruang GTK pada Aplikasi Rumah Pendidikan.
Program ini ditargetkan menjangkau lebih dari 300 ribu pendidik dan tenaga kependidikan dari 140 ribu satuan pendidikan di seluruh Indonesia.
Melalui platform digital tersebut, guru dapat mengikuti pelatihan dari sekolah maupun rumah tanpa harus meninggalkan aktivitas mengajar.
Materi yang tersedia meliputi modul pembelajaran, video, hingga penguatan materi bersama fasilitator.
Peluncuran Pelatihan Mandiri PM-KKA dilakukan langsung oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, di Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) Provinsi DKI Jakarta, Kamis (9/7/2026).
Dalam sambutannya, Abdul Mu'ti menegaskan bahwa guru memiliki peran penting sebagai agen pembelajaran sekaligus agen peradaban sehingga peningkatan kompetensi menjadi kebutuhan yang tidak dapat diabaikan.
"Guru tidak hanya mengajar untuk mengembangkan kemampuan atau keterampilan motorik murid. Namun, materi yang diajarkan harus memiliki nilai dan arah yang membentuk karakter. Guru hebat bukan yang tahu segalanya, tapi yang mau belajar segalanya. Digitalisasi adalah arusnya, Ruang GTK adalah tempat peningkatan kompetensi guru," kata Abdul Mu'ti.
Sementara itu, Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kemendikdasmen, Nunuk Suryani, menjelaskan pelatihan PM-KKA yang dimulai sejak 2025 kini diperkuat dengan implementasi berbasis mata pelajaran serta mengoptimalkan peran Kelompok Kerja Guru (KKG) dan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) sebagai pusat inovasi pembelajaran.
"Kita ingin memastikan bahwa filosofi Pembelajaran Mendalam yang Berkesadaran, Bermakna, dan Menggembirakan benar-benar hadir di ruang-ruang kelas, bukan berhenti sebagai konsep di atas kertas," ujar Nunuk.
Pelaksanaan PM-KKA 2026 dilakukan melalui dua jalur utama.
Jalur pertama adalah pelatihan reguler secara luring melalui forum kelompok kerja dengan metode Teacher Experimental Training (TET).
Pendekatan ini menjadikan sekolah sebagai laboratorium pembelajaran, di mana guru merancang solusi atas tantangan di kelas, menerapkannya, kemudian melakukan refleksi bersama rekan sejawat.
Pelaksanaannya memanfaatkan kebijakan Hari Belajar Guru yang digelar satu kali setiap pekan.
Jalur kedua dilakukan secara daring melalui kanal Ruang GTK pada Aplikasi Rumah Pendidikan.
Guru dapat mengikuti Pelatihan Mandiri secara fleksibel melalui modul, video pembelajaran, dan webinar bersama fasilitator.
Selain itu, tersedia pula Diklat Bauran yang diakses melalui Learning Management System (LMS).
Skema ini menggabungkan pembelajaran mandiri di LMS dengan pendampingan dan penguatan materi melalui webinar sehingga memberikan proses belajar yang lebih terstruktur.
Kemendikdasmen berharap kombinasi pelatihan luring dan daring tersebut dapat memperluas pemerataan pengembangan kompetensi guru sekaligus meningkatkan kualitas pembelajaran di ruang-ruang kelas di seluruh Indonesia. (*)