23 Mahasiswa Umri Lolos KKN MAs Berdampak 2026 di Malang, Rektor Tekankan Jadi Problem Solver
Sebanyak 23 mahasiswa Universitas Muhammadiyah Riau (Umri) terpilih mengikuti KKN Muhammadiyah Aisyiyah (KKN MAs) Berdampak 2026 di Malang, Jawa Timur. Rektor Umri berpesan agar peserta menjaga nama baik kampus, menghadirkan program inovatif, serta menjadi solusi bagi persoalan masyarakat.
RINGKASAN BERITA:
- Sebanyak 23 mahasiswa Umri lolos seleksi ketat untuk mengikuti KKN MAs Berdampak 2026 di Malang.
- Rektor Umri menegaskan peserta harus menjadi problem solver sekaligus menjaga nama baik universitas selama menjalankan pengabdian.
- Pada 2026, Umri memberangkatkan total 2.093 mahasiswa dalam berbagai program KKN, termasuk KKN Internasional dan KKN reguler di sejumlah daerah.
RIAUCERDAS.COM, PEKANBARU - Sebanyak 23 mahasiswa Universitas Muhammadiyah Riau (Umri) yang lolos seleksi Kuliah Kerja Nyata Muhammadiyah Aisyiyah (KKN MAs) Berdampak 2026 diminta menjadi representasi terbaik kampus dengan menghadirkan program pengabdian yang inovatif dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat.
Pesan tersebut disampaikan dalam acara pelepasan peserta KKN MAs yang digelar di Aula Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Umri, Sabtu (25/7/2026), menjelang keberangkatan ke Malang, Jawa Timur.
Program KKN MAs Berdampak 2026 dijadwalkan berlangsung mulai 27 Juli hingga 11 September 2026.
Kegiatan pelepasan dihadiri Rektor Umri, jajaran Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Umri, dosen pembimbing, serta seluruh mahasiswa peserta.
Ketua Pelaksana KKN Umri, Dr. Aidil Haris, S.Sos., M.Si., mengatakan Umri pada 2026 memberangkatkan sebanyak 2.093 mahasiswa dalam berbagai program KKN.
Dari jumlah tersebut, 23 mahasiswa berhasil melewati proses seleksi untuk mengikuti KKN MAs Berdampak di Malang.
Menurut Aidil, seleksi dilakukan secara ketat dengan mempertimbangkan kemampuan intelektual, kreativitas, serta pemahaman mahasiswa terhadap nilai-nilai Al-Islam Kemuhammadiyahan.
"Kami berharap para peserta ini menjadi pionir sekaligus duta promosi Umri yang mampu menunjukkan kualitas mahasiswa Muhammadiyah selama mengikuti KKN MAs," terang Aidil.
Selain peserta KKN MAs Berdampak, Umri juga mengirimkan 20 mahasiswa dalam program KKN Internasional, termasuk satu mahasiswa yang akan melaksanakan KKN di Arab Saudi.
Sementara itu, 40 mahasiswa mengikuti KKN di Sumatera Barat dan 2.001 mahasiswa menjalani KKN reguler yang tersebar di Kota Pekanbaru serta Kabupaten Pelalawan, Kuantan Singingi, Indragiri Hulu, Siak, dan Kampar.
Aidil juga mengingatkan seluruh peserta agar menjaga kesehatan, mampu beradaptasi dengan lingkungan dan budaya setempat, serta membangun kolaborasi yang baik dengan sesama peserta, masyarakat, maupun panitia di lokasi pengabdian.
Sementara itu, Rektor Umri, Dr. Saidul Amin, M.A., menegaskan bahwa mahasiswa yang mengikuti KKN MAs Berdampak membawa tanggung jawab menjaga nama baik universitas selama menjalankan pengabdian di tengah masyarakat.
"Nama baik Umri dipertaruhkan di bahu Anda. Do your best, saya percaya kalian akan menjadi yang terbaik," ujarnya.
Ia juga mendorong peserta untuk merancang program pengabdian yang inovatif, adaptif, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Menurutnya, mahasiswa harus mampu menjadi bagian dari solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.
"Keinginan untuk menjadi yang terbaik harus terus ditumbuhkan. Anda harus menjadi problem solver, bukan problem maker," kata Rektor.
Melalui keikutsertaan dalam KKN MAs Berdampak 2026, para mahasiswa diharapkan dapat mengimplementasikan ilmu pengetahuan sekaligus mengamalkan nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan.
Kehadiran mereka juga diharapkan memperkuat semangat pengabdian, membangun kolaborasi, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di lokasi KKN. (*)