Pj Sekda Hadiri Tradisi Mandai Ulu Taon ke-500 di Rohul

Tradisi Mandai Ulu Taon kembali digelar masyarakat Mandailing di Rokan Hulu untuk ke-500 kalinya. Pemerintah daerah menilai tradisi turun-temurun tersebut penting sebagai upaya menjaga budaya sekaligus mempererat kebersamaan masyarakat.

May 20, 2026 - 17:25
May 23, 2026 - 22:26
 0
Pj Sekda Hadiri Tradisi Mandai Ulu Taon ke-500 di Rohul
PJ Sekda Rohul, Drs Yusmar MSi tampak hadir dalam kegiatan Mandai Ulu Taon di Bagas Rarangan Boru Namora Suri Andung Jati Huta Haiti, Desa Rambah Tengah Barat, Kecamatan Rambah, Rohuk Rabu (20/5/2026). (Sumber: Diskominfo Rohul)

RINGKASAN BERITA: 

  • Tradisi Mandai Ulu Taon di Rohul telah digelar hingga 500 kali secara turun-temurun.
  • Pemkab Rohul menilai tradisi budaya menjadi sarana mempererat silaturahmi dan gotong royong.
  • Tradisi ini digelar untuk mengenang Boru Namora Suri Andung Jati dari Tapanuli Selatan.

RIAUCERDAS.COM, PASIR PENGARAIAN - Penjabat Sekretaris Daerah Rokan Hulu (Rohul), Drs Yusmar MSi menegaskan tradisi Mandai Ulu Taon bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bagian penting dalam menjaga warisan budaya masyarakat Mandailing di Kabupaten Rohul.

Hal itu disampaikan Yusmar saat menghadiri kegiatan Mandai Ulu Taon di Bagas Rarangan Boru Namora Suri Andung Jati Huta Haiti, Desa Rambah Tengah Barat, Kecamatan Rambah, Rabu (20/5/2026).

“Kegiatan ini bukan hanya sebagai kegiatan seremnonial, tapi juga menjadi kegiatan pelestarian budaya,” tutur Yusmar.

Acara budaya tersebut turut dihadiri Wakil Ketua III DPRD Riau Budiman Lubis, Kadis Pariwisata Rohul Helfiskar, Kadis Kesbangpol Rohul Gorneng, unsur Forkopimda, tokoh adat, Raja 5 Luhak, serta ratusan masyarakat.

Menurut Yusmar, kegiatan budaya seperti Mandai Ulu Taon memiliki nilai penting dalam mempererat hubungan sosial sekaligus menjadi sarana edukasi bagi generasi muda agar tetap mengenal tradisi leluhur.

“Mari jadikan kegiatan ini sebagai momentum untuk mempererat tali silaturahmi, kebersamaan dan gotong royang di tengah masyarakat, dan semoga adat mandailing tetap terjaga untuk generasi selanjutnya,” ujarnya.

Ia berharap kegiatan tersebut mampu memperkuat persatuan masyarakat melalui nilai-nilai budaya yang telah diwariskan turun-temurun.

“Juga tentu ini merupakan ajang silaturahmi antara tokoh-tokoh adat, raja-raja adat, serta masyarakat. Dengan ada momentum seperti ini kita bisa berdiskusi bagaimana untuk memfungsikan dan memberdayakan nilai-nilai adat,” kata Yusmar.

Sementara itu, Ketua Pelaksana Tradisi Mandai Ulu Taon, Jamaluddin, menjelaskan kegiatan tersebut digelar untuk mengenang perjuangan Boru Namora Suri Andung Jati, seorang raja perempuan asal Tapanuli Selatan yang memiliki sejarah di Kecamatan Rambah.

Menurutnya, tradisi tersebut sudah dilaksanakan secara turun-temurun setiap tahun dan sarat dengan nilai adat serta semangat persatuan masyarakat.

“Tradisi Mandai Ulu Taon ini telah turun temurun dilaksanakan setiap tahun, bahwa didalamnya terkandung nilai adat dan budaya. Bahwa kita memang beragam suku, tapi tetap menjunjung semangat persatuan dan kegotongroyongan,” terangnya.

Mandai Ulu Taon sendiri merupakan tradisi makan bersama masyarakat Mandailing di Rokan Hulu yang digelar setiap hari Rabu sebagai bentuk rasa syukur kepada Sang Pencipta.

Tahun ini, pelaksanaan kegiatan tersebut disebut menjadi perayaan ke-500 sejak pertama kali diwariskan oleh leluhur masyarakat setempat. (adv)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow