Kemendikdasmen Kunjungi Rumah Duka Murid SD di Ngada, Tegaskan Komitmen Perlindungan Anak

Kemendikdasmen mengunjungi rumah duka murid SD di Kabupaten Ngada, NTT, sebagai bentuk empati dan komitmen perlindungan anak serta pendampingan psikososial bagi keluarga.

Kemendikdasmen Kunjungi Rumah Duka Murid SD di Ngada, Tegaskan Komitmen Perlindungan Anak
Pihak Kemendikdasmwn berkunjung ke rumah duka siswa SD di Ngada yang meninggal dunia. (Sumber: Kemendikdasmen)

RINGKASAN BERITA: 

  • Kemendikdasmen menyampaikan duka cita dan menyerahkan santunan kepada keluarga murid

  • Kunjungan dilakukan UPT Kemendikdasmen bersama Dinas Pendidikan Kabupaten Ngada

  • Pemerintah menegaskan pentingnya ekosistem pendidikan yang aman dan suportif bagi anak

RIAUCERDAS.COM, NGADA - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menegaskan komitmennya dalam perlindungan murid dan penguatan kesejahteraan psikososial anak dengan mengunjungi rumah duka Yohanes Bastian Roja (10), murid kelas IV sekolah dasar di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT), Kamis (5/2/2026).

Kunjungan tersebut merupakan tindak lanjut dari komitmen kementerian untuk mendampingi keluarga yang tengah berduka, sekaligus memastikan perhatian negara hadir dalam peristiwa duka yang menimpa dunia pendidikan.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya Yohanes.

Ia menegaskan bahwa peristiwa ini harus menjadi bahan evaluasi bersama agar kejadian serupa tidak terulang.

“Secara pribadi dan atas nama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, saya menyampaikan belasungkawa atas wafatnya Yohanes Bastian Roja. Meninggalnya Yohanes merupakan catatan dan pelajaran bagi semua pihak akan pentingnya perhatian, penanaman nilai-nilai agama, dan ketahanan keluarga bagi anak-anak oleh orang tua, masyarakat, guru, tokoh agama, dan penyelenggara pendidikan, termasuk Kemendikdasmen,” ujar Abdul Mu’ti.

Kunjungan ke rumah duka dilakukan oleh perwakilan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kemendikdasmen di NTT, yakni Kepala Subbagian Umum Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) NTT Damita Limbu, perwakilan Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) NTT Risyono, serta disaksikan perwakilan Dinas Pendidikan Kabupaten Ngada.

Selain menyampaikan belasungkawa, tim Kemendikdasmen juga menyerahkan santunan kepada keluarga untuk membantu meringankan beban.

Bantuan tersebut diterima oleh Maria Goreti Te’a (ibunda almarhum), Wihelmina Nenu (nenek), dan Dominikus Nou (paman).

Mewakili keluarga, Dominikus Nou menyampaikan apresiasi atas perhatian cepat dari pemerintah pusat.

“Kami menyampaikan terima kasih sebesar-besarnya kepada Kemendikdasmen atas bantuan yang diberikan. Kiranya ini dapat membantu keluarga untuk proses adat terkait kematian almarhum dan kebutuhan lainnya,” ujarnya dengan haru.

Sebelumnya, melalui pernyataan resmi pada 4 Februari 2026, Kemendikdasmen menegaskan bahwa kondisi emosional anak dipengaruhi berbagai faktor kompleks yang memerlukan perhatian berkelanjutan dari sekolah, keluarga, dan masyarakat.

Yohanes tercatat sebagai penerima manfaat Program Indonesia Pintar (PIP), namun kementerian menekankan bahwa perlindungan anak tidak cukup hanya melalui dukungan finansial.

Melalui BPMP NTT, Kemendikdasmen berkomitmen untuk terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah guna memastikan keberlanjutan pendidikan bagi anggota keluarga lainnya serta memberikan pendampingan psikososial yang dibutuhkan.

“Peristiwa ini menjadi pengingat bagi kita semua akan pentingnya menghadirkan lingkungan yang aman, nyaman, dan suportif agar setiap anak merasa didengar dan dihargai,” tutup Abdul Mu’ti. (*)