Sapi Kurban Presiden Seberat 923 Kg Diserahkan ke Masjid Al Furqon Kampar, Jadi Salah Satu Terbesar Tahun Ini

Masyarakat Desa Bukit Melintang, Kecamatan Kuok, menerima bantuan sapi kurban Presiden RI untuk Iduladha 1447 Hijriah. Sapi jenis Brahman Cross dengan bobot 923 kilogram itu menjadi salah satu hewan kurban terbesar yang diterima Kabupaten Kampar tahun ini dan akan didistribusikan kepada masyarakat sekitar.

Sapi Kurban Presiden Seberat 923 Kg Diserahkan ke Masjid Al Furqon Kampar, Jadi Salah Satu Terbesar Tahun Ini
Bupati Kampar Ahmad Yuzar bersama Wakil Bupati, Misharti menyerahkan bantuan sapi kurban dari Presiden Republik Indonesia, Selasa (26/5/2026). (Sumber: Protdokpim Kampar)

RINGKASAN BERITA: 

  • Sapi kurban bantuan Presiden RI berbobot 923 kilogram menjadi salah satu hewan kurban terbesar di Kampar tahun ini.
  • Bantuan disalurkan ke Masjid Al Furqon, Desa Bukit Melintang, Kecamatan Kuok untuk dibagikan kepada masyarakat sekitar.
  • Bupati Kampar menegaskan Iduladha harus menjadi momentum memperkuat solidaritas sosial, kepedulian, dan ukhuwah Islamiyah.

RIAUCERDAS.COM, KAMPAR - Bantuan sapi kurban dari Presiden Republik Indonesia untuk masyarakat Kabupaten Kampar resmi diserahkan menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah.

Hewan kurban jenis Brahman Cross dengan bobot mencapai 923 kilogram tersebut diterima oleh Masjid Al Furqon di Desa Bukit Melintang, Kecamatan Kuok, Selasa (26/5/2026).

Sapi bantuan Presiden itu menjadi salah satu hewan kurban dengan bobot terbesar yang diterima masyarakat Kampar pada perayaan Iduladha tahun ini.

Nantinya, hewan kurban tersebut akan disembelih pada Hari Raya Iduladha dan dagingnya dibagikan kepada warga sekitar.

Penyerahan bantuan dilakukan langsung oleh Bupati Kampar Ahmad Yuzar yang hadir bersama Wakil Bupati Kampar Misharti, dan Penjabat Sekretaris Daerah Ardi Mardiansyah.

Hadir pula Pelaksana Tugas Camat Kuok Intan Monica Sandra, Kepala Desa Bukit Melintang Zulfikri, serta pengurus Masjid Al Furqon.

Dalam sambutannya, Ahmad Yuzar menyampaikan apresiasi atas perhatian yang diberikan Presiden RI kepada masyarakat Kabupaten Kampar melalui program bantuan hewan kurban tersebut.

Menurutnya, bantuan tersebut memiliki makna sosial yang besar karena dapat memperkuat semangat berbagi kepada masyarakat yang membutuhkan.

“Bantuan ini bukan sekadar simbol, tetapi merupakan bentuk nyata kepedulian pemerintah terhadap umat Islam, khususnya dalam memperkuat semangat berbagi dan kepedulian sosial di Hari Raya Iduladha,” kata dia.

Bupati menilai momentum Iduladha tidak hanya dimaknai sebagai pelaksanaan ibadah kurban semata, tetapi juga menjadi sarana menumbuhkan nilai keikhlasan, pengorbanan, dan kepedulian sosial sebagaimana yang dicontohkan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS.

Menurutnya, semangat berkurban harus menjadi inspirasi dalam memperkuat solidaritas sosial dan mempererat ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat.

“Semangat berkurban harus kita jadikan teladan untuk memperkuat solidaritas, mempererat ukhuwah Islamiyah, dan meningkatkan kepedulian terhadap sesama,” ungkap Bupati.

Ratusan warga Desa Bukit Melintang turut menyaksikan prosesi penyerahan bantuan tersebut.

Kehadiran sapi kurban bantuan Presiden disambut antusias oleh masyarakat yang berharap manfaatnya dapat dirasakan secara luas saat pembagian daging kurban nanti.

Pengurus Masjid Al Furqon juga menyampaikan apresiasi kepada Presiden RI dan Pemerintah Kabupaten Kampar atas kepercayaan yang diberikan kepada masjid tersebut sebagai lokasi penyaluran bantuan kurban.

Bagi Pemerintah Kabupaten Kampar, bantuan kemasyarakatan Presiden ini tidak hanya menjadi bagian dari pelaksanaan ibadah Iduladha, tetapi juga momentum untuk mempererat hubungan antara pemerintah dan masyarakat melalui program yang memberikan manfaat langsung kepada warga.

“Saya mewakili segenap Pemerintah dan masyarakat mengucapkan terima kasih atas bantuan sapi kurban dari Presiden RI, ini menjadi catatan penting dalam Momentum Iduladha 1447 H/2026 M ini diharapkan mampu memperkuat semangat kebersamaan, kepedulian sosial dan mempererat hubungan antara pemerintah dengan rakyat,” tandas Ahmad Yuzar. (adv)