3.034 KPM di Kampar Terima Bantuan Beras, Pemkab Prioritaskan Lansia, Disabilitas dan Janda Miskin

Pemerintah Kabupaten Kampar menyalurkan bantuan sosial beras kepada 3.034 keluarga penerima manfaat (KPM) yang tersebar di 21 kecamatan. Program yang dibiayai APBD 2026 ini menyasar penyandang disabilitas, lanjut usia, serta perempuan rawan sosial ekonomi guna membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat rentan.

3.034 KPM di Kampar Terima Bantuan Beras, Pemkab Prioritaskan Lansia, Disabilitas dan Janda Miskin
Bupati Kampar Ahmad Yuzar menyerahkan bantuan beras yang dibiayai dengan APBD kepada perwakilan penerima di Aula Kantor Camat Bangkinang, Kamis (21/5/2026). (Sumber: Protdokpim Kampar)

RINGKASAN BERITA :

  • Sebanyak 3.034 keluarga penerima manfaat di 21 kecamatan menerima bantuan sosial beras dari APBD Kabupaten Kampar 2026.
  • Program ini menyasar kelompok rentan, yakni penyandang disabilitas, lansia, dan perempuan rawan sosial ekonomi.
  • Setiap penerima memperoleh 20 kilogram beras untuk alokasi bantuan dua bulan, yakni Maret dan April 2026.

RIAUCERDAS.COM, KAMPAR - Sebanyak 3.034 keluarga penerima manfaat (KPM) di Kabupaten Kampar menerima bantuan sosial beras yang didanai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2026.

Program tersebut menjadi salah satu upaya pemerintah daerah dalam memberikan perlindungan sosial kepada kelompok masyarakat rentan.

Penyaluran bantuan secara simbolis dilakukan Bupati Kampar Ahmad Yuzar di Aula Kantor Camat Bangkinang, Kamis (21/5/2026).

Bantuan diberikan kepada penyandang disabilitas, lanjut usia (lansia), serta perempuan rawan sosial ekonomi (PRSE) atau janda yang tergolong miskin dan terlantar.

Kegiatan itu turut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Wakil Bupati Kampar Misharti, Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah Ardi Mardiansyah, Kepala Dinas Sosial Agustar, kepala organisasi perangkat daerah, camat se-Kabupaten Kampar, serta para penerima bantuan.

Dalam kesempatan tersebut, Ahmad Yuzar menegaskan bahwa program bantuan beras merupakan bagian dari implementasi visi dan misi pembangunan daerah yang menempatkan kesejahteraan masyarakat sebagai prioritas utama.

Menurutnya, bantuan yang diberikan tidak hanya bertujuan memenuhi kebutuhan pangan, tetapi juga menjadi bentuk kehadiran pemerintah dalam mendampingi masyarakat yang menghadapi keterbatasan ekonomi dan sosial.

“Visi dan misi Kampar di Hati bukan hanya slogan, tetapi komitmen nyata. Melalui bantuan ini, kita ingin memastikan bahwa penyandang disabilitas, lansia dan perempuan rawan sosial ekonomi tidak tertinggal dalam pembangunan. Mereka adalah bagian dari masyarakat yang harus kita rangkul dan lindungi,” kata Ahmad Yuzar.

Berdasarkan data pemerintah daerah, total penerima bantuan di 21 kecamatan mencapai 3.034 KPM.

Khusus Kecamatan Bangkinang, jumlah penerima tercatat sebanyak 190 KPM.

Setiap penerima memperoleh bantuan beras sebanyak 20 kilogram untuk alokasi dua bulan, yakni Maret dan April.

Bupati berharap program tersebut dapat membantu mengurangi beban ekonomi masyarakat yang masuk dalam kategori rentan.

Ia juga menegaskan bahwa pemerintah daerah akan terus berupaya menjaga keberlanjutan program sosial yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.

Menurut Ahmad Yuzar, dukungan pendanaan melalui APBD menjadi bentuk komitmen pemerintah daerah dalam menghadirkan kebijakan yang menyentuh kebutuhan dasar warga, khususnya kelompok yang membutuhkan perhatian lebih.

“Saya berharap dengan bantuan ini dapat meringankan beban masyarakat yang menerimanya, dengan dukungan penuh dari APBD Kabupaten Kampar, diharapkan program ini dapat berjalan berkesinambungan dan memberikan dampak positif nyata bagi masyarakat miskin, terlantar dan kelompok rentan,” tandasnya.

Melalui program bantuan beras tersebut, Pemerintah Kabupaten Kampar berharap kesejahteraan masyarakat rentan dapat terus meningkat sekaligus memperkuat jaring pengaman sosial bagi warga yang membutuhkan. (adv)