Jalan Produksi Jadi Kunci Sawit Rakyat, Pemkab Kampar Tegaskan Dampak Besar ke Ekonomi
Pemkab Kampar menegaskan pembangunan jalan produksi bukan sekadar infrastruktur, melainkan strategi utama memperkuat ekonomi petani sawit dan mendukung program nasional.
RINGKASAN BERITA:
- Jalan produksi disebut jadi penentu harga dan kualitas hasil panen sawit
- Program disusun melalui proses perencanaan panjang dari desa hingga kabupaten
- Dampak ekonomi meluas hingga meningkatkan pendapatan petani dan aktivitas UMKM.
RIAUCERDAS.COM, KAMPAR - Pembangunan jalan produksi di Kabupaten Kampar dinilai menjadi faktor penentu dalam meningkatkan daya saing sawit rakyat sekaligus memperkuat ekonomi daerah.
Infrastruktur ini disebut tidak hanya mempermudah akses, tetapi juga berdampak langsung pada harga jual hasil panen dan efisiensi biaya produksi petani.
Kepala Dinas Perkebunan, Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Kampar, Marahalim, menegaskan bahwa program tersebut dirancang melalui proses perencanaan yang matang dan bukan kebijakan yang muncul secara tiba-tiba.
Program jalan produksi yang saat ini dilaksanakan bukanlah program yang muncul secara tiba-tiba atau berdiri sendiri, apalagi tanpa dasar.
Program ini melalu rantai perencanaan yang jelas dan terarah dan lahir dari kebutuhan nyata masyarakat yang disampaikan melalui mekanisme resmi, yaitu mulai dari usulan masyarakat hingga forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) dari tingkat desa, kecamatan, hingga kabupaten (bottom Up) dan juga mempertimbangkan kebijakan (top down).
Kemudian diakomodir dan diselaraskan dengan rencana pembangunan daerah, kemampuan anggaran, serta dampak manfaat bagi masyarakat luas, kemudian ditetapkan dalam dokumen resmi yaitu dokumen perencanaan daerah (RKPD), dilanjutkan menjadi Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) sebagai dasar pelaksanaan kegiatan.
"Dan dilandasi oleh Peraturan Daerah (Perda) sebagai payung hukum," paparnya, Kamis (2/4/2026).
Ia menjelaskan, pembangunan jalan produksi merupakan bagian dari dukungan terhadap kebijakan nasional, mengingat komoditas sawit memiliki peran strategis sebagai penyumbang devisa negara dan penggerak ekonomi kerakyatan.
"Namun perlu dipahami, keberhasilan program strategis nasional tersebut sangat ditentukan oleh kesiapan daerah, terutama dalam penyediaan infrastruktur pendukung seperti jalan produksi," tegas Marahalim.
Menurutnya, fungsi jalan produksi sangat vital, mulai dari menghubungkan kebun dengan pabrik hingga memastikan distribusi hasil panen berjalan lancar dan menjaga kualitas tandan buah segar (TBS).
"Dengan kata lain, pembangunan jalan produksi di daerah adalah bagian nyata dari kontribusi daerah dalam memperkuat ekonomi nasional," ujarnya menjelaskan.
Selain itu, dampak ekonomi yang ditimbulkan juga dinilai luas. Akses yang baik mampu meningkatkan pendapatan petani, menekan biaya logistik, serta mendorong tumbuhnya aktivitas ekonomi baru di pedesaan, termasuk jasa transportasi dan UMKM.
"Oleh karena itu, jika ada narasi yang menyimpulkan program ini tidak bermanfaat maka hal tersebut jelas tidak melihat gambaran besarnya, karena penilaian terhadap suatu program pembangunan tidak bisa hanya dilihat dari satu sudut pandang atau potongan informasi semata," terang Marahalim.
Ia menambahkan, pembangunan yang dilakukan di bawah kepemimpinan Ahmad Yuzar dan Wakil Bupati Misharti tidak hanya berfokus pada infrastruktur, tetapi juga memperkuat fondasi ekonomi masyarakat dan kontribusi terhadap perekonomian nasional. (*)


